Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 45


__ADS_3

 Sore ini, aku dan Arsen memeriksakan kehamilan di tempat praktek Dokter Nayla. Sebelum ke sana tentu kami sudah membuat janji terlebih dulu.


Awalnya, dua orang calon nenek dan calon kakek itu memaksa ingin ikut, tapi aku mengancam. Aku tidak mau pergi kalau mereka ikut, dan akhirnya mereka mengalah.


Bukankah memalukan kalau periksa hamil bersama kakek neneknya juga?


Selama perjalanan ke tempat Dokter Nayla, Arsen mengemudikan mobil dengan sangat pelan, seperti orang yang baru bisa naik mobil.


"Sayang, kapan sampainya kalau kamu sepelan ini?" tanyaku yang sudah kesal.


"Kamu nggak dengar tadi kata Oma, harus pelan-pelan, Sayang." Arsen tetap pada pendiriannya.


Kadang gemas juga sih dengan Arsen yang sangat penurut, menjadi makhluk paling baik yang jarang sekali membantah. Masalahnya, tidak semua yang dikatakan Oma itu harus dipatuhi kan? Kalau mengemudi sepelan ini, kapan sampainya?


"Kalau nggak bisa lebih cepat, aku yang nyetir ya, habis dari Dokter Nayla aku pengen beli roti bakar dekat kampus, kalau terlalu malam pasti udah tutup." Akhirnya aku terpaksa mencari alasan yang masuk akal supaya Arsen mau menambah kecepatannya.


"Kamu mau roti bakar yang di sana? Apa aku suruh orang aja buat belikan sekarang?" Arsen malah salah sangka.


"Nggak mau, aku maunya lihat mamangnya bakar di depan aku." Aku tak kehilangan alasan.


"Yaudah deh, tapi kamu nggak apa-apa kan? Kalau ada gimana-gimana gitu kamu bilang ya!" Arsen masih saja khawatir berlebihan.


Padahal cuma disuruh nambah kecepatan mobil, tapi ributnya minta ampun.

__ADS_1


"Seatbelt itu, pabrik buatnya juga nggak ngasal kok, buruan kalau nggak mau aku sendiri yang nyetir."


Setelah perdebatan panjang itu, Arsen mulai menurut dan menambah kecepatan mobil. Sampai akhirnya kami tiba di tempat praktek Dokter Nayla.


Semua masih terlihat normal dan tidak mencurigakan. Aku tidak perlu mengantre karena sudah ada janji. Semoga Oma, Mama dan Papa tidak muncul tiba-tiba di tempat ini.


Setelah masuk dan menceritakan apa yang aku alami, Dokter Nayla memutuskan untuk mengecek kehamilanku melalui USG. Sebuah cairan lembek dan dingin diusap ke perutku, lalu Dokter Nayla mencari keberadaan janinku dengan alat USG itu.


Sebuah irama detak jantung mulai terdengar, suara itu mampu menggetarkan hatiku, aku bahkan sampai menangis menyaksikan langsung makhluk yang berkembang di rahimku itu. Arsen menjadi sangat antusias, ia menggenggam tanganku dan tidak henti-hentinya tersenyum.


Aku masih memperhatikan layar hitam yang menampilkan gambaran bayiku di dalam perut, tiba-tiba Arsen mengecup keningku dan tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.


"Kondisinya sangat sehat, beratnya sesuai dengan usianya. Dia masih sangat kecil, usianya baru enam minggu, masih sangat rentan, tapi tidak perlu khawatir, yang penting ibu tetap makan yang bergizi dan jangan sampai stres." Dokter Nayla memberikan hasil cetak berupa foto berwarna hitam putih.


Arsen terus memandangi hasil USG itu.


"Tentu saja boleh, apalagi kondisinya sehat," jawab Dokter Nayla.


"Tuh kan, aku bukan tawanan yang nggak bisa bergerak bebas, kamu dengar kan kata dokter?" Aku memandang sinis pada Arsen.


Kulihat sekilas Dokter Nayla tersenyum.


"Iya, iya Sayang."

__ADS_1


"Kalau hubungan suami istri boleh tidak, Dok?" Aku kembali bertanya, dan Arsen juga menanti jawabannya dengan wajah serius.


"Boleh boleh saja, asal posisinya jangan membahayakan janin."


"Tuh kan, suami saya malah menolak, Dok."


Dokter Nayla menahan tawanya. "Memangnya Pak Arsen kuat puasa selama sembilan bulan belum lagi nanti masa nifas setelah melahirkan?"


"Ya, sepertinya tidak Dok," jawab Arsen.


"Jadi boleh ya Dok? Pakai gaya apa?" tanyaku semakin antusias.


"Yang paling aman posisi istri yang diatas, atau bisa juga sambil miring dan suami melakukannya dari belakang."


"Jadi, nanti malam kita bisa main, kan?" kataku yang membuat Arsen menganga.


♥️♥️♥️


...Boleh boleh boleh, Kim. Aman kok. Tapi aku skip ya nanti 😅😅😅...


Menurut kalian gimana anak pertama mau tunggal apa ganda? Eh kembar maksudnya.


Aku sih maunya 1 dulu, kasihan kikim kalau pertama langsung kembar, makin tersiksa nanti dia diposesifin seisi rumah 🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2