
"Lo tau nggak, si Yumna hamil." Nana memasang raut wajah yang benar-benar serius kali ini. Akan tetapi, aku tidak ingin percaya begitu saja, karena rasanya Kak Dion tidak mungkin melakukan hal terlarang seperti itu.
"Serius lo, jangan nyebarin gosip deh," kataku.
"Gue serius, beritanya udah nyebar di sosmed, Kim." Nana terlihat semakin serius.
"Masa sih, kayaknya tadi malam gue masih sempet lihat dia di pesta deh, tapi emang nggak lama sih dia udah nggak kelihatan lagi."
Kalau aku tidak salah lihat, Yumna memang sedikit aneh dengan badannya yang terlihat lebih berisi. Terakhir bertemu waktu dia merebut gaun pilihanku, tapi saat itu dia belum terlihat aneh.
"Hari ini rame banget di instagram, Kim. Lo nggak pernah buka handphone atau gimana sih." Nana memberikan ponselnya yang menunjukkan beberapa komentar tentang kehamilan Yumna di salah satu postingan yang diunggah oleh seseorang.
"Ya buka, tapi nggak ngikutin gituan juga sih gue." Aku mengembalikan ponsel Nana.
"Kalian ngapain di sini?" Kak Darren yang baru belajar menggunakan tongkat datang bersama perawatnya.
"Kak Darren." Nana langsung menghampiri kekasihnya itu dan membantunya duduk di kursi. Kemudian perawat Kak Darren meninggalkan kami bertiga.
"Ini si Nana pagi-pagi ngajakin ghibah," jawabku sambil melirik Nana, sedangkan gadis itu terlihat kesal padaku.
"Oma! Nana sama Kimmy pagi-pagi gosip!" teriak Kak Darren yang membuatku dan Nana kalang kabut. Kakakku itu sangat tidak suka saat aku dan Nana menggosipkan sesuatu.
Oma yang mendengar teriakan Kak Darren pun akhirnya menghampiri kami. Aku dan Nana hanya bisa diam saat Oma mulai mengerutkan alisnya, kacamata yang biasa melekat di wajahnya itu sedikit diturunkan.
"Kalian pagi-pagi bergosip, apa nggak ada kerjaan lain?" tanya Oma yang berkacak pinggang.
__ADS_1
"Gara-gara Nana nih Oma, Oma tau kan kalau dia yang ngajak aku ke sini buat gosipin Yumna yang hamil," aduku pada Oma.
"Siapa yang hamil?" tanya Oma.
"Itu Yumna mantannya Kak Arsen Oma, yang menghamili mantannya Kimmy," sahut Nana dengan berapi-api.
Dasar ratu gosip!
"Wah, kamu kalah cepat dari mereka dong Kim, lagian emang kenapa kalau hamil kan bapaknya ada." Oma jadi ikut terpancing untuk menggosipkan Yumna.
"Mereka belum menikah Oma." Lagi-lagi Nana menyahut.
"Oh! Eh Markonah, kamu kan belum nikah juga, nggak baik ngomongin kayak gitu, nanti kalau balik ke kamu loh." Oma menasehati Nana si Ratu Gosip.
Rasakan kamu Na, pasti Oma ceramahin kamu setelah ini!
"Iya Oma, jangan sampai lah. Darren masih bisa nahan sampai nikah nanti," kata Kak Darren.
"Ya namanya musibah kecelakaan kan nggak ada yang tahu, lagi pula setan itu lebih pintar merayu lewat mulutnya laki-laki," balas Oma.
"Ada apa Oma bawa-bawa laki. Aku juga laki loh." Tiba-tiba Arsen datang dan memeluk pinggangku.
"Nih cewek-cewek lagi gosip pagi-pagi, jadi panjang urusannya sama Oma," jawab Kak Darren.
"Karena Kakak teriakin Oma," jawabku sambil menoyor lengan kakakku itu.
__ADS_1
"Emang gosipin apa sih?" Arsen sepertinya ikut penasaran dengan berita yang dibawa Nana pagi ini.
"Itu, mantan kamu tuh lagi hamil." Aku menatap sinis pada Arsen. Entah kenapa setiap kali mengingat Yumna sebagai mantan Arsen, hatiku menjadi kesal.
"Hah? Serius?"
"Kim, kamu gosipin orang nanti kena kamu loh." Kak Darren langsung menyahut sambil menoyor lenganku, membalas perbuatanku tadi.
"Ya, nggak apa-apa Kak, aku kan emang pengen hamil," jawabku sambil mengusap perutku yang rata, dan juga lapar.
"Iya kalau kamu yang hamil, kalau Arsen yang menghamili orang lain bagaimana?" tanya Oma yang malah menghancurkan imajinasiku.
"Ih, Oma tuh kalau ngomong suka jahat banget mulutnya, persis Nenek Sihir," selorohku. Oma memang setiap bicara selalu menyakitkan begitu.
"Nggak lah Oma, aku cuma punya satu sawah aja buat dicangkul." Arsen mengusap-usap punggungku sambil tersenyum mesum.
"Makanya jangan suka gosipin orang lain."
♥️♥️♥️
...Nah siapa yang suka ghibahin tetangganya. Hati hati loh kata Oma 😅😅😅...
Ritualnya jangan lupa..
Bagi kembang sama kopinya dong 🤭🤭🤭
__ADS_1
Sampai ketemu lagi 😘😘😘😘