Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 78


__ADS_3

Aku dan Arsen batal makan malam romantis, karena Arsen malah mengajakku berkeliling kota. Sampai akhirnya motor matic hitam milik Arsen berbelok di sebuah tempat yang begitu ramai pengunjung.


Ada bianglala yang begitu tinggi, ada juga suara kereta tiruan yang begitu memekakkan telinga. Arsen memarkirkan motornya, lalu seseorang memberikan sebuah karcis kepada Arsen.


“Ayo!” ajak Arsen sambil mengulurkan tangannya.


Aku masih melihat-lihat sekitar, tempat ini begitu ramai, banyak orang berdesak-desakan di pintu masuk, membuatku begitu risih melihatnya.


“Nggak deh, rame banget.” Aku kembali duduk di jok motor Arsen.


“Nggak apa-apa, ada aku. Aku janji keluar dari sini kamu akan happy.” Arsen menarikku, sehingga, mau tidak mau aku mengikuti langkah kakinya.


Aku menggelengkan kepala saat sampai di antrean masuk ke arena pasar malam ini. Namun, Arsen langsung menarik tangan kananku dengan tangan kananannya, lalu memelukku dari belakang. Kedua tanganku terkunci, dan tubuhku masuk ke dalam jaket levisnya. Arsen memelukku begitu erat, sehingga, di kerumunan ini tidak ada yang bisa menyentuhku.


“Aman, 'kan?” bisiknya tepat di telingaku.


Aku hanya bisa menoleh dan tersenyum padanya. Perlahan kami berjalan ke lapangan yang cukup luas. Hal pertama yang aku lihat adalah, sebuah bianglala besar yang banyak juga orang mengantre untuk naik.


“Mau jajan dulu apa seneng-seneng dulu?” bisiknya yang masih memelukku.


Aku mengedarkan pandangan pada deretan penjual makanan, ada bakso, batagor, siomay, dan masih banyak lainnya. Namun, lagi-lagi aku ragu, apakah makanan itu aman dimakan? Kemudian aku menggeleng tanda tidak setuju.


Arsen semakin memelukku, lalu mendorongku untuk berjalan menuju area stand makanan.


“Mau makan bakso?" Arsen melepas pelukannya dari tubuhku.


"Aman nggak?" tanyaku.


"Sayang, kamu nggak perlu khawatir, Insya Allah aman kok. Aku biasa makan kayak gini, sampe sekarang aku sehat-sehat aja, 'kan?” Arsen memegang kedua bahuku sambil menatapku dalam-dalam.


Akhirnya, aku menurut dan ikut Arsen makan, lagi-lagi makan di lesehan terbuka, hanya duduk di atas tikar dengan beberapa meja kecil. Aku dan Arsen menikmati makanan kami, walau sederhana, setidaknya rasa makanan ini tidak mengecewakan.

__ADS_1


Usai makan bakso, Arsen mengajakku untuk mencoba naik ke bianglala yang sedari tadi berputar terus, hanya berhenti beberapa saat lalu kembali berputar. Aku mengamati kurungan raksasa itu, ketika mereka berhenti di atas, apa yang mereka rasakan? Apakah sama seperti saat kita berada di pesawat?


“Ini buat kamu!” Arsen menyerahkan benda aneh padaku.


“Apa ini?” tanyaku sambil menerima benda berwarna merah muda terang yang terbungkus plastik, ada gambar kartunnya di plastik pembungkus itu.


“Itu namanya gulali,” kata Arsen sambil membuka pembungkus plastik. Kemudian ia sedikit mengambil makanan yang ternyata bisa dirobek itu.


Arsen menyuapkan potongan benda itu ke dalam mulutku. Saat ia masuk ke dalam mulut, benda itu tiba-tiba menghilang tanpa aku kunyah, dan hanya menyisakan rasa manis.


“Aku belum kunyah kok hilang?” tanyaku.


Arsen tersenyum lalu merangkulku, mengajakku berjalan menuju barisan yang tengah menunggu giliran untuk bisa naik ke kincir raksasa itu.


“Itulah uniknya makanan ini, kita hanya bisa menghisap, nggak bisa dikunyah, sama kayak bukit kembarmu.” Arsen menampilkan cengiran yang seketika membuat pipiku terasa hangat.


Setelah mengantre lumayan panjang, aku dan Arsen akhirnya mendapat giliran untuk naik. Dua orang bertugas membantu kami untuk naik, lalu mengunci kurungan besi ini dan akhirnya benda raksasa ini berputar perlahan.


Aku merasa ngilu semacam geli saat perlahan benda ini merangkak naik. Ada rasa takut saat melihat ke bawah dan perlahan aku semakin tinggi.


“Relax, dan nikmati! Jangan takut, ada aku.” Arsen terus tersenyum sambil merangkulku, satu tangannya menggenggam erat tanganku yang mulai terasa dingin.


“Aku sedikit gugup,” jawabku jujur.


Arsen terus menarik kepalaku agar bersandar di bahunya. Dalam pelukannya, aku merasa sedikit tenang saat ini.


“Mau foto bersama?” tanya Arsen yang kini sudah mengeluarkan ponselnya.


Aku hanya mengangguk saking tegangnya, melihat orang-orang yang ada di bawah benar-benar membuatku tidak nyaman.


Arsen mengambil beberapa foto di ponselnya, aku bahkan tidak sanggup berpose seimut biasanya. Lalu, bianglala berhenti secara perlahan, kemudian kembali naik dan berhenti lagi. Namun, yang paling menakutkan adalah saat bianglala ini berhenti tepat saat aku berada di bagian paling atas.

__ADS_1


Ide Arsen untuk berfoto sudah tidak bisa lagi menghilangkan rasa gugupku.


“Aku takut, beneran takut.” Aku meremas paha Arsen yang terbalut celana jeans itu.


Arsen yang masih memegang ponsel untuk berfoto, kemudian menyimpan ponselnya dalam saku jaket, lalu menatapku dan langsung menciumku.


Untuk pertama kalinya, kami berciuman di tempat yang seajaib ini, disaksikan jutaan bintang, dihiasi kerlipan lampu pasar malam, dan bisa saja disaksikan banyak orang. Aku tidak peduli, untuk saat ini memang hanya ciumanlah cara yang tepat untuk menghilangkan rasa takutku.


Tangan kiri Arsen yang sedari tadi merangkulku, kini memegang kepalaku bagian belakang. Ia tak membiarkan aku melepaskan diri dari ciumannya.


🌹🌹🌹


...Auh, aku meleleh Bang, dicium di ketinggian. Gimana rasanya Kim?...


Kayaknya banyak yang berpikiran negatif sama Bang Arsen di bab 77 🤣🤣🤣


Hai gengs, seperti biasa, aku kembali. Semoga masih ada yang merindukan ya😄😄


Aku bawa kabar baik nih, sekarang udah ada grup chat Othor ya, kita bisa sharing-sharing, saling menyapa, saling berbagi kebucinan boleh, asal jangan saling menghujat. Bisa saling kirim foto Bang Arsen yang bikin meleleh ini ya. Nanti Othor juga bisa bagi-bagi poin di sana.


Yuk ramaikan grup Chat Othor yang baru beberapa jam menetas ini! Caranya simak baik-baik ya.


Kalian bisa kunjungi bagian deskripsi novel Menikahi Anak Sopir seperti gambar, lalu pilih yang Othor lingkari ini ya!



Atau bisa juga kalian klik profil/nama Othor yang ini! Dan tinggal klik grup Chat nya.



Okay, aku menunggu kalian gengs.

__ADS_1


Ritual jejaknya jangan lupa. Seperti biasa, Like + Komen + Hadiah + Vote + Favorite


Sampai jumpa di hari yang akan datang👋👋👋


__ADS_2