Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 90


__ADS_3

Kecupan lembut mendarat sempurna di keningku, membuatku mengerjapkan mata berusaha lepas dari jerat mimpi yang membahagiakan jiwa. Paras tampan yang begitu sempurna dengan rambut acak-acakan itu menyapa indra penglihatanku dengan senyuman merekah di bibirnya.


Sekali lagi, kecupan lembut mendarat di wajahku, kali ini bukan kening yang menerima perlakuan hangat suamiku itu, melainkan bibir mungilku yang selalu menjadi bulan-bulanan bibir seksinya.


“Selamat pagi, Sayang,” sapanya dengan suara parau, khas bangun tidur.


“Selamat pagi, suamiku.” Aku mencubit gemas pipi Arsen. Kemudian Arsen membalasku dengan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajahku.


Begitulah hari kami dimulai, dia yang selalu kulihat saat pertama kali membuka mata di pagi hari, dia juga yang terkahir kali kulihat sebelum memejamkan mata di malam hari.


***


Aku dan Arsen pergi ke rumah Papa, karena Mama dan Kak Darren telah pergi entah ke mana sebelum aku keluar dari kamar.


Hari ini Arsen libur kerja, dan Bi Sri bilang sudah menyiapkan masakan spesial untukku. Jadi, aku dan Arsen memutuskan untuk berkunjung ke rumah Papa.


Papa sedang bersantai di ruang keluarga menyesap teh hangatnya, saat aku dan Arsen baru masuk ke dalam rumah. Sementara Oma sepertinya sedang menikmati senam aerobiknya di halaman samping rumah.


Papa memanggil Arsen untuk menemaninya bersantai, sedangkan aku, berjalan menuju dapur setelah mencium aroma sedap yang sangat menggoda indra penciumanku.


“Bi Sri masak apa?” Aku baru sampai di pintu dapur dan melihat Bi Sri tengah mencicipi masakannya.

__ADS_1


“Eh, Non Kimmy. Bibi masak ayam bakar madu, sama sambal goreng ati kesukaan, Non Kimmy. Nanti harus dimakan semua ya, jangan ada sisa,” ucap Bi Sri yang diiringi dengan senyuman merekah.


Bi Sri selalu tahu, makanan apa yang sangat aku sukai. Karena sedari kecil, Bi Sri yang menyiapkan semua kebutuhanku. Apalagi semenjak Mama pergi dari rumah Papa.


“Makasih ya, Bi. Bibi selalu ngerti apa yang aku mau.” Aku mendekat dan memeluk Bi Sri yang masih sibuk menambah beberapa bumbu penyedap ke dalam masakannya.


“Non Kimmy, kesayangan bibi. Selamat ulang tahun ya. Semoga Non Kimmy selalu bahagia, Aamiin,” ucap Bi Sri.


“Aamiin, makasih, Bi.” Aku semakin mengeratkan lingkaran tanganku di perut Bi Sri.


“Gimana kado dari oma? Kamu suka, ‘kan?” Oma sudah berada di dapur mengambil minum saat aku melepaskan tanganku yang sebelumnya memeluk Bi Sri.


“Oma. Nggak lucu deh! Kenapa sih Oma ngasih kado begituan?” Aku mendekat pada Oma, lalu duduk di meja dapur bersama Oma.


“Tanpa Oma kasih begituan, tiap malam aku selalu meraskan nikmat, Oma. Mending Oma kasih hadiah tuh yang bermanfaat,” ejekku pada Oma yang kini menatapku degan ekspresikesal.


“Eh, Kimminah! Suka-suka omalah. Oma ngasih itu ke kamu kan ikhlas. Buktinya kamu pakai juga, kan?” Oma tersenyum sinis.


“Kalau Oma nggak ngeracunin pikiran Arsen, aku juga nggak akan mau makainya.” Aku melengos tak ingin memperhatikan ekspresi wajah Oma.


“Sri, kamu denger kan mantumu yang kurang ajar ini ngomong apa?” Oma mencari pembelaan dari Bi Sri.

__ADS_1


Bi Sri hanya tersenyum geli sambil menata masakannya ke piring.


“Untungnya mertuaku nggak sejahat Oma.” Aku kembali menatap wajah Oma. Memicingkan mata seolah aku sedang meledak Oma.


“Kata siapa? Kamu kan nggak tahu orang tua Arsen yang sebenarnya.” Oma mencebikkan satu sisi bibirnya ke atas.


“Maksud Oma?” Aku yang bingung dengan arah pembicaraan Oma, semakin mendekatkan wwajahku pada Oma, memasang dengan sungguh-sungguh indra pendengaranku.


“Ya, orang tua kandungnya Arsen!” Oma menatap tajm pada Bi Sri yang menata masakan sebelum nantinya dibawa ke meja makan


“Oma, sebenarnya Arsen itu siapa? Kata Mama, mamanya Arsen itu sahabat Mama.” Aku memilih bertanya pada Oma, walaupun Om menyebalkan, tapi Bi Sri lebih tertutup jika menyangkut soal Arsen.


“Emang kamu nggak pernah tanya-tanya ke Arsen?” tanya Oma.


Aku menggelengkan kepala pelan karena memang selama ini kami tidak pernah membahas orang tua Arsen, kecuali tentang ibu kandungnya yang meninggal setelah melahirkan Arsen.


“Kamu itu tau apa sih soal suamimu? Jangan cuma tau enaknya aja Kimmora!”


🌹🌹🌹


...Karena yang enak-enak itu selalu nagih Oma. Kalau yang sedih-sedih bikin baper nanti....

__ADS_1


Ritual jejaknya jangan lupa, gengs lolipop.


Sampai ketemu minggu depan ya.


__ADS_2