Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 67


__ADS_3

Setelah makan malam, aku dan Arsen kembali ke kamar. Oma yang sudah tahu bahwa Arsen akan pergi, tidak memberikan ceramah singkatnya seperti biasa. Nampaknya, Oma memberi kami kesempatan untuk saling menyatu sebelum akhirnya berpisah esok hari.


Saat masuk kamar, Arsen langsung memelukku dari belakang, mencium leher sambil sesekali mere*mas bukit kembarku. Kecupan-kecupan hangat terasa di leherku. Aku tahu, Arsen pasti meninggalkan bekas merah di sana.


Lalu, tak memakan banyak waktu lagi, Arsen sudah berhasil melepaskan pakaian kami. Ia melakukannya dengan sangat santai sambil terus menciumku. Tahu-tahu semuanya sudah terlepas begitu saja.


"Sayang, kamu yang di atas ya," kata Arsen sambil menggesekkan jarinya dalam pintu kenikmatan itu.


Aku tahu, di sana sudah sangat basah dan siap untuk menyambut lolipop Arsen.


"Aku yang di atas tapi kamu yang kerja ya, Dad." Aku berbalik posisi, saat ini aku berada di atas tubuh atletis Arsen.


"Iya Sayang, apa pun yang kamu minta."


Aku tersenyum lalu meraih lolipop Arsen yang selalu membuatku ketagihan, ukurannya yang besar dan panjang membuat tanganku kesulitan untuk menggenggamnya. Aku mulai memasukkan ujungnya, lalu perlahan-lahan lolipop Arsen masuk sepenuhnya ke dalam milikku. Rasanya sangat penuh dan sesak.


Aku mulai bergerak dan Arsen juga membantuku. Dalam urusan seperti ini, kami selalu bekerja sama. Saling membantu, saling memuaskan, hingga rasanya kami tidak akan pernah bosan melakukannya.


Lama bergulat dengan peluh yang mulai membanjiri, dengan berbagai gaya yang tentu saja diizinkan oleh dokter, akhirnya kami sampai juga di titik ternikmat dalam setiap kali penyatuan.


Arsen yang berada di belakangku, mendekap erat sambil menembakkan benih-benihnya. Wajahnya tenggelam di balik leherku, sementara tangannya  terus mere*mas bukit kembar yang masih belum mengeluarkan ASI nya.

__ADS_1


Napas kami saling memburu, pelepasan ini bukanlah yang pertama tapi entah kenapa rasanya selalu beda. Aku selalu menyukainya dan merasakan kepuasan yang tiada tara.


"Kamu selalu nikmat, Sayang. Terima kasih," kata Arsen sambil memelukku, ia masih menetralkan napasnya yang masih tersengal-sengal.


"Kamu juga hebat." Aku menoleh ke belakang dan Arsen langsung mencium bibirku.


Ciuman yang awalnya lembut, lama-lama semakin menuntut. Lolipop Arsen yang masih belum terlepas itu mendadak kembali tegang.


"Lagi ya," kata Arsen sambil terus mencium leher dan telingaku.


Aku hanya mengangguk karena aku juga masih mau lagi.


*


*


*


Pagi harinya, aku terbangun karena sentuhan dan juga bisikan Arsen di telingaku. Saat aku mengerjap, suamiku itu sudah menyambutku dengan senyumannya yang tampan.


"Pagi Sayang, maaf ya ganggu kamu tidur," kata Arsen saat aku membalas senyumannya.

__ADS_1


"Pagi juga," suaraku benar-benar parau, dan itu membuat Arsen cekikan.


"Kenapa sih?" Aku menyentuh wajah tampannya, membuat selimut yang menutup tubuhku sedikit tersibak.


"Aku suka dengar suara serak kamu tiap bangun tidur. Kamu gemesin banget, Sayang." Arsen menghadiahiku dengan kecupan di kening lalu kedua pipi dan berakhir dengan kecupan manis di bibir.


"Tapi besok kamu nggak denger lagi."


"Dua hari aja, tapi di sana aku akan terus telpon kamu," kata Arsen.


"Jangan nakal ya, jangan main-main."


"Nggak akan, kalau sama kamu aja aku udah sangat bahagia, kenapa aku harus cari yang lain? Aku cinta kamu sudah sejak lama, dan itu nggak akan pernah berkurang sedikit pun. Kamu tau, di dalam sini, nama Kimmora sudah terukir lama, dan nggak akan ada siapapun yang bisa menggantinya."


Mendengar kata-kata Arsen, aku selalu terpesona. Aku pun juga sama, tidak akan ada laki-laki yang bisa menggantikan posisi Arsen di hati aku. Suami terbaikku.


♥️♥️♥️


Niatnya mau up malam gaes, eh tapi karena ketiduran, jadinya pagi deh, nggak papa buat sarapan 🤣🤣 nggak hot juga kok.


Oh ya, yang mau gabung sama grup wa bisa inbox aku di fb, atau dm di ig aku ya. Nanti kita kumpul bareng-bareng sama pecinta Lolipop dan juna yang lain 🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya, angkat semua jempol.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2