Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 88


__ADS_3

Pintu terbuka, dan terpampang jelas wajah Xavier yang merah padam. Bibirnya manyun, matanya berlinang air mata hingga membasahi pipi gembulnya. Bayi itu sepertinya cukup lama menangis.


"Sayangnya Mommy, kenapa nangis?" Aku mengambil alih Xavier dari gendongan Mama.


"Tadi kan digodain sama kakakmu, 'mommy sama daddy pulang' gitu, eh taunya dia nangis loh, kayaknya udah mulai ngerti kalau kamu tinggal, Kim." Mama menjelaskan sambil mengusap-usap punggung Xavier yang kini ada dalam pelukanku.


Aku melirik Xavier yang meski masih menangis, tapi suara tangisannya sudah tidak sekencang sebelum aku gendong. Ia masih terisak dalam rengkuhanku.


"Anak cowok nggak boleh baperan! Xavier pinter jangan nangis, ya!" Aku menepuk-nepuk pan*tat Xavier yang memakai popok sekali pakai.


"Mama tinggal dulu ya," kata Mama lalu melangkah pergi setelah aku mengangguk.


"Makasih, Ma."


Setelah Mama pergi, aku menutup pintu dan membawa Xavier masuk. Setelah ia tenang, baru aku menyu*suinya.


Arsen yang baru keluar dari kamar mandi, datang mendekat, membuat fokus Xavier mulai teralihkan. Xavier melepaskan chocochip yang mengeluarkan cairan itu. Ia memandangi daddy-nya yang bertelan*jang dada, membuat cairan itu keluar dan mengenai pipinya.


Arsen duduk tepat di sampingku, sedangkan Xavier terus mengamatinya, mengabaikan makanannya yang kini telah kumasukkan kembali, dari pada terbuang sia-sia.


"Xavier kenapa sih? Lihat Daddy segitunya?" tanya Arsen yang kini mendaratkan wajahnya ke wajah Xavier.

__ADS_1


Xavier meraih telinganya, lalu tertawa sendiri, mungkin geli karena Arsen mencium dadanya.


"Yaudah sama Daddy ya, Mommy mau bersih-bersih. Nggak enak rasanya, risih." Aku membangunkan Xavier ke posisi berdiri, lalu memindahkannya ke tangan Arsen.


"Sini sama Daddy, Mommy biar bersih-bersih."


***


Setelah mandi dan berganti pakaian, aku kembali ke kamar tidur untuk mengecek keberadaan Xavier yang tidak terdengar lagi tangisannya. Namun, Xavier dan Arsen tidak ada. Akhirnya, aku turun ke bawah untuk memastikan keberadaan mereka.


Xavier dan Arsen ada di ruang tengah, Xavier sedang dipangku Arsen dengan membawa boneka sapinya. Ia mulai berteriak setelah berhasil menatapku yang menuruni tangga.


"Iya, gerah soalnya," jawabku lalu duduk di sebelah Arsen.


"Kalau ada Oma pasti udah diledekin," sahut Kak Darren.


"Kenapa?" Aku pura-pura bodoh. Mengambil alih Xavier dari pangkuan Arsen, karena Xavier mulai berteriak heboh.


"Kalian kayaknya lagi usaha banget nambah cucu buat papa." Papa yang sedari tadi menyesap minuman tehnya, ikut menyahuti obrolan Kak Darren, sedangkan Arsen masih fokus dengan berita di televisi mengenai bisnis mancanegara.


"Iya, Pa. Ada yang diem-diem masuk kamar terus enak-enakan, sampai nggak sadar anaknya nangis." Nana ikut menimpali obrolan Papa yang menyudutkan aku dan Arsen.

__ADS_1


"Belum ngerasain sih punya anak, nyuri-nyuri waktu dan kesempatan. Pas lihat ada kesempatan, yaudah langsung aja. Ya 'kan, Dad?" Aku menyenggol lengan Arsen untuk meminta bala bantuannya.


"Hah? Kenapa?" tanya Arsen yang sepertinya sama sekalu tidak mendengar sindiran-sindiran yang ditujukan pada kami.


"Ih, Daddy ngeselin deh. Aku bilang, kita harus pinter-pinter nyuri waktu dan kesempatan buat berduaan kalau Xavier ada yang jagain," ucapku dengan nada sedikit kesal.


"Oh itu. Iyalah, kalau ada kesempatan langsung tancap gas," kata Arsen.


"Tapi kalian nunda, 'kan?" tanya Mama yang membuatku sedikit bingung.


Kami memang tidak menunda langsung dengan kontra-sepsi karena aku masih mengasihi Xavier, dan takut jika produksi Asiku terganggu. Akan tetapi, aku sendiri juga belum siap kalau hamil lagi.


"Awas kebobolan lo Kim!" Nana tersenyum lebar sambil bertepuk tangan, "Xavier, siap-siap punya adik," ucapnya yang mencoba menarik perhatian Xavier.


♥️♥️♥️


...Kikim kenapa nggak beli permen rasa anggur kayak dulu aja? 🤣🤣🤣🤣...


Selamat sore gaess, mon maap telat. Keyboard rusak 🥲🥲🥲


Jangan lupa jempolnya diangkat, komennya juga ya, biar aku ketawa² sendiri pas baca komen penyemangat dari kalian 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2