Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 13


__ADS_3

Pagi ini, hari pertama Arsen berjuang untuk mendapatkan kesuksesannya. Ya, hari ini, ia akan mengikuti rapat dengan pemegang saham di perusahaan Papa.


“Sayang, doakan aku ya,” kata Arsen saat aku akan keluar dari mobil. Kami baru saja sampai di kantor tempatku magang.


“Pasti, semangat ya, aku yakin kamu pasti berhasil, Oppa.” Aku mengecup kedua pipi Arsen dan berakhir dengan kecupan singkat di bibirnya.


“Aku mau satu hal lagi, yang akan buat aku berhasil hari ini,” kata Arsen sambil melepas sabuk pengamannya.


“Apa?” tanyaku sedikit curiga, aku tahu apa yang Arsen inginkan.


Arsen menarik tengkukku, lalu mendaratkan ciumannya di bibirku. Arsen menghisap dan memainkan bibirku cukup lama, sampai kami sama-sama kehabisan napas, ia baru melepaskan ciumannya.


“Ini jimat kamu, Oppa?” tanyaku sambil menunjuk bibirku yang pasti sudah berantakan warna lipstiknya.


Arsen tertawa, aku selalu bilang kan, kalau cara tertawa Arsen itu unik, dan itu membuatku semakin terjatuh dalam cintanya.


“Aku magang dulu, ya.” Aku mencium punggung tangan Arsen, entah ini keberapa kalinya aku melakukannya, tapi saat aku mencium tangan itu rasanya hatiku terasa semakin nyaman dengannya.


Arsen kemudian mengecup keningku. Satu kecupan yang begitu tulus itu terasa sampai di hatiku.


Aku tersenyum sebelum akhirnya keluar dari mobil dan masuk ke dalam gerbang masuk perusahaan.


Arsen melambaikan tangan dan langsung menginjak pedal gas. Sementara itu, aku segera berjalan menuju lobi perusahaan dan memulai kegiatanku.


***


Ketika seorang bos di sebuah perusahaan diumumkan akan menikah, pasti akan ada banyak hati karyawan yang patah. Topik pembicaraan dari pagi sampai pulang hari ini, hanya menceritakan betapa beruntungnya wanita yang akan dinikahi oleh bos perusahaan ini.

__ADS_1


Wanita itu memang cantik, tapi rumor yang beredar banyak yang mencibir pernikahan mereka yang tiba-tiba. Kasihan juga sih kalau sampai yang mereka bicarakan itu hanya gosip murahan yang tidak terbukti kebenarannya.


“Kimmora tunggu sebentar.” Pak Kaisar tiba-tiba memanggil saat aku saat berjalan melewati lobi kantor.


“Pak Kaisar, ada apa?” tanyaku saat ia berlari mendekatiku.


“Nggak papa, cuma pengen lihat wajah kamu dari dekat saja,” katanya sambil cengengesan. “Oh, iya. Aku ada sesuatu buat kamu.” Pak Kaisar mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, lalu memberikannya padaku.


Pak Kaisar memberiku coklat, untuk apa?


“Ambil! Ini buat kamu.” Pak Kaisar meletakkan coklat itu di tanganku.


Sebenarnya aku bingung, apa yang diinginkan laki-laki ini., tapi aku juga tidak enak jika harus menolak.


“Kaisar,” panggil Pak Zayn yang membuatku ikut menoleh.


Pak Zayn berjalan ke arah kami dengan gagahnya. Bos sombong dan angkuh itu sebentar lagi akan menjadi adik ipar Arsen, meskipun tidak ada orang yang tahu.


“Oh, ya.” Pak Kaisar ikut menatapku.


“Maaf Pak Zayn, dan Pak Kaisar saya permisi.” Aku memilih berpamitan daripada urusannya semakin panjang nantinya.


“Sampaikan ucapan selamat saya untuk suami kamu ya,” kata Pak Zayn yang kubalas dengan anggukan dan tersenyum,.


“Bos, aku kan masih pengen ngobrol sama Kimmora, Bos.”


Aku masih bisa mendengar suara berisik mereka berdua di saat lobi sudah sepi.

__ADS_1


“Istri orang, Kaisar.


Aku tidak peduli dengan obrolan tidak penting mereka berdua. Aku terus berjalan meninggalkan mereka.


Saat baru keluar dari pintu keluar utama perusahaan ini, mobil Arsen berhenti tepat di depanku. Aku pun langsung masuk ke mobil dan seketika disambut senyuman oleh Arsen.


“Selamat ya, suamiku,” kataku tulus karena Arsen sudah mendapatkan suara terbanyak dalam rapat pemegang saham tadi pagi.


“Makasih, Sayang. Semua berkat doa dari istriku yang cantik,” balas Arsen.


“Kia langsung ke dokter Nayla kan?”


Dokter Nayla itu dokter yang menangani pemasangan alat kontra-sepsi di lenganku itu. Aku dan Arsen sudah sepakat untuk melepaskan alat penunda kehamilan itu, supaya kami bisa mulai program kehamilan.


“Iya, Sayang. Tapi, itu coklat dari mana? Kamu beli?”


Coklat ini kan dari Pak Kaisar. Apa Arsen akan marah lagi kalau tahu coklat ini dari Pak Kaisar? Kenapa tadi tidak kubuang saja. Aku tidak mungkin bohong pada Arsen kan?


🌹🌹🌹


...Nah loh, daripada dibuang mending kasih aku aja Kim....


Selamat hari senin, jangan lupa vote nya ya.


Ritualnya juga jangan lupa. Kembang sama kopi gaess.


Terima Kasih Sayang sayangnya Kimmy-Arsen.

__ADS_1


Doakan Kikim cepet hamil ya..


Sampai jumpa lagi 👋👋👋


__ADS_2