Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 78


__ADS_3

Semua orang menyambut kelahiran bayi dengan berat 3.200 gram itu dengan suka cita. Mama, Mama Nisa dan Oma bahkan berebut untuk menggendongnya. Aku yang melahirkannya hanya dapat giliran saat bayi tampan itu menangis karena haus.


ASIku memang belum lancar, tapi karena saran Dokter Nayla dan juga dokter spesialis anak yang memantau perkembangan bayiku, akhirnya aku tetap belajar memberikan asi untuknya.


"Kamu kesusahan ya? Mau Daddy ajarin nggak?" Arsen terlihat gemas saat si kecil berusaha menghisap nip*le-ku yang memang tidak terlalu besar.


"Kalau Daddy yang ngajarin nanti jadinya Daddy yang kenyang," sahutku yang membuat Arsen menatapku dengan tatapan me*sum. "Inget, puasa!"


Arsen hanya nyengir, lalu kembali menatap jagoannya yang sesekali masih mangap-mangap karena memang masih belajar.


"Kalau dilihat-lihat wajahnya persis aku ya. Eh iya, kan aku yang banyak kerja jadinya kamu mirip Daddy ya," kata Arsen dengan bangganya, ia mengecup pipi merah muda yang masih asik mengisap itu.


"Kenapa gitu, aku yang kesakitan pas lahirin dia loh, aku yang nggak bisa tidur nyenyak. Aku juga yang bawa dia ke mana-mana, kenapa nggak ada mirip-miripnya sama aku?" Aku merengut memandang Arsen dengan tatapan iri. Iya iri, iri sekali.


"Ya udah, nanti kita bikin lagi ya, yang mirip kamu," kata Arsen sambil mencubit pipiku dengan pelan.


"Ya ampun, sakitnya aja masih terasa loh. Kamu tega banget sih, Dad." Aku memukul pelan lengan Arsen yang masih setia menemaniku menyu*sui anak kami.


Mama sedang menemani Papa yang juga dirawat karena kekurangan cairan, sedangkan Kak Darren dan Nana sudah pulang bersama Oma sebelum magrib tadi. Mama Nisa dan Papa Raffi keluar mencari makanan, dan sekarang hanya tersisa aku dan Arsen juga bayi kami.


"Ya mumpung kita masih muda Sayang, kita proses terus, ya kan Boy. Kamu pasti senang kalau punya teman main."

__ADS_1


"Kamu ya yang hamil."


Arsen terkekeh, lalu tak lama Mama Nisa datang membawa makanan.


"Papa mana, Ma?" tanya Arsen saat menerima bungkusan makanan dari Mama Nisa.


"Di ruangannya Pak Ardy, masih ngobrol-ngobrol. Udah kenyang belum cucu Oma ni?"


Aku menyudahi kegiatan menyu*sui ini, lalu Mama Nisa kembali menggendong bayiku, dan menidurkannya di box bayi.


"Sekarang gantian kamu yang makan." Arsen yang baru saja mencuci tangan langsung menyuapkan nasi dengan sayur ke mulutku.


"Aku bisa makan sendiri, Sayang. Emang tangan kamu nggak sakit?" Arsen menyuap nasi ke mulutnya sendiri.


Aku hanya tersenyum sambil mengunyah makanan.


"Nanti kamu sering-sering nginep di rumah Oma ya, biar nggak ganggu Daddy sama Mommy kamu yang mesrah terus tu." Mama berbicara dengan bayiku yang sepertinya sudah lelap di kasurnya.


Aku dan Arsen hanya terkekeh mendengar kata-kata Mama Nisa.


"Dera masih di luar negeri ya Ma?" tanyaku. Seingatku memang Dera sedang berlibur setelah wisuda beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Iya, udah mama kabari kok. Dia seneng banget pas tahu kamu berhasil melahirkan," jawab Mama. "Sebenarnya mama kasihan sama Dera. Dia kayak pesimis untuk punya anak, padahal mereka menikah belum ada satu tahun."


"Emangnya Dera udah periksa Ma? Kenapa pesimis?" tanyaku yang jadi penasaran.


"Dia nggak mau, nggak siap katanya. Padahal kalian juga nunggu lama kan sampai punya si tampan ini." Mama tersenyum memandang bayiku, lalu berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi.


Arsen masih terus menyuapiku. Ia tersenyum lalu tiba-tiba mencium ujung bibirku.


Aku melotot karena malu kalau sampai dilihat Mama Nisa. Untung saja, Mama sedang fokus dengan acara gosip di televisi.


"Ada nasinya, daripada mubazir, 'kan," kata Arsen dengan nada pelan.


"Jorok banget, Dad."


"Nggak ada yang namanya jorok kalau sama kamu. Kamu itu bidadari aku, apalagi kamu udah berjuang buat lahirin anak aku. Aku malah takut, dia akan merebut kamu dari aku." Arsen menunjuk bayi kami yang sedang tidur di box dekat tempat tidurku.


♥️♥️♥️


...Selamat siang Uncle dan Onty online, aku menyapa setelah kemarin menghilang....


Tetep dukung Mama kedua aku ya. Makasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2