Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 38


__ADS_3

“Kangen.”


Sepasang tangan berotot tiba-tiba melingkar di perutku dengan erat. Aku sangat mengenal aroma parfum ini. Aroma mint yang satu bulan ini tak membaui indra penciumanku.


“Aku kangen kamu, Kimmy.” Laki-laki ini semakin mengeratkan pelukannya. Seolah tak ingin aku lepas dari pelukannya.


Aku sangat tahu, dia adalah Arsen, suamiku.


Hingga akhirnya, wajah Arsen  terbenam dalam pundak kiriku. Posisinya yang sama persis mengingatkanku pada foto yang dulu pertama kali kulihat di instagram Yumna. Foto mesrah yang dulu biasa saja, tapi sekarang mampu memanaskan hatiku.


Aku langsung melepas pelukan Arsen begitu mengingat foto itu.


“Mana Kak Dareen?” tanyaku pada Arsen dengan nada tinggi.


Aku memang begitu kesal mengingat foto mesrah mereka itu, tapi aku juga kesal karena tak menemukan Kak Dareen di rumah ini. Padahal yang memintaku datang itu Kak Dareen.


“Aku disuruh bawa mobilnya ke sini sama Kak Dareen, karena motorku ‘kan dipinjam Kak Dareen," kata Arsen.


Mendengar penjelasan Arsen, aku langsung berpikiran untuk pulang saja. Namun, baru melangkahkan kaki, Arsen langsung menarik tanganku dan kemudian membawaku ke dalam pelukannya, lagi.


“Kamu kenapa sih, seminggu ini menghindar terus dari aku. Seminggu yang lalu semuanya masih baik-baik saja, ‘kan?” tanya Arsen yang masih memelukku dengan erat.


“Lepasin Arsen! Perjanjian kita nggak gini.” Aku berusaha mendorong tubuh Arsen.


“Perjanjian apa?” tanya Arsen, entah itu benar-benar bingung atau hanya pura-pura saja.


“Kamu pacaran aja sama Yumna, tapi jangan bikin aku baper, karena hubungan kita hanya akan bertahan sampai aku lulus." Aku mengingatkan kembali janji yang kami ucapkan sebelum menikah.


“Aku sama dia udah nggak ada hubungan apa-apa," kata Arsen.


Aku tertawa dengan kesal karena sikap sok suci Arsen ini.


“Denger ya, kemarin-kemarin aku memang bodoh karena udah kebawa perasaan sama kamu, tapi seminggu yang lalu kepercayaan aku ke kamu udah luntur," ucapku ketus.


“Apa sih maksudnya, Kimmy?” tanya Arsen.


“Apa yang kamu lakuin sama Yumna seminggu yang lalu? Yang bikin Yumna pegal-pegal karena kamu nggak mau berhenti sampai tubuhnya lengket-lengket," kataku sambil menaikkan dagu.


Arsen nampak berpikir, mungkin mencoba mengingat dosa yang telah dia lakukan bersama Yumna. Namun, beberapa saat kemudian dia tersenyum sangat bahagia. Kenapa dia?


“Kamu cemburu?” tanya Arsen masih dengan senyam -senyum.

__ADS_1


Aku langsung melepaskan tangan Arsen yang masih memegang tangan kananku dengan erat. Lalu aku melangkah cepat menuju mobilku


Aku sudah berhasil membuka pintu mobil, tetapi dengan cepat Arsen menutupnya kembali.


“Udah deh, aku udah males main-main sama kamu, Arsen,” bentakku.


Namun, seketika, Arsen meraih tengkukku, dan secara mendadak dia mencium bibirku.


Sekuat tenaga aku mendorongnya, tapi tenaga Arsen lebih kuat. Dia melepas ciumannya, lalu memegang kedua tanganku dan akhirnya berhasil mengungkung tubuhku.


Aku mendongak agar bisa melihat wajahnya. Lalu, Arsen menatap mataku, iris berwarna coklat terang itu kemudian mengunci pandangan kami.


“Mau tau nggak apa yang terjadi saat itu?” tanyanya.


“Apa?” tanyaku dengan sedikit menaikkan dagu.


“Waktu itu, kami semua lagi latihan senam buat acara perpisahan KKN, dan emang aku yang minta biar nggak berhenti karena waktu mepet dan banyak yang belum hafal gerakannya," kata Arsen yang berusaha menjelaskan padaku.


“Bohong,” jawabku.


Aku tidak akan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakannya.


Arsen makin tersenyum-senyum. Wajahnya sepuluh kali lebih tampan saat tersenyum seperti saat ini. Membuatku meleleh dengan pesonanya.


Namun, saat ini sepertinya pandanganku tentang dia mulai berubah.


“Lihat aku, apa ada kebohongan di mataku?” tanya Arsen yang masih mengungkungku.


Aku tidak begitu paham tentang tanda kebohongan lewat tatap mata, tapi saat melihat matanya, hatiku meyakini bahwa dia berkata jujur. Lalu, aku pun mengangguk setuku.


“I love you Kimmora, I love you so much.” Arsen semakin mendekat, hingga nafas kami saling berhembus.


Arsen kembali membawaku terbang ke angkasa. Benar-benar memabukkan, sentuhan bibirnya yang begitu lembut, rasanya masih sama dengan ciumannya yang lalu-lalu. Aku sangat menyukai ciumannya. Sangat-sangat suka.


Tiba-tiba Arsen melepas tautan bibir kami, dan seketika aku tersadar, bahwa kami masih di garasi. Namun, bukan itu masalahnya, seseorang menarik Arsen menjauh dariku. Beberapa detik kemudian orang itu melayangkan tinjunya ke wajah Arsen.


“Stoop!” teriakku saat melihat Dion memukul Asen.


Namun, laki-laki berwajah imut itu tak mau mendengarkanku, dia terus menghajar Arsen tanpa ampun.


“Penghianat lo, breng sek.” Dion mengumpat sambil terus meninju wajah Arsen.

__ADS_1


“Yon, dengerin dulu.” Arsen berusaha bersuara, tapi lagi-lagi Dion memukulinya.


“Gue nggak peduli breng sek. Bahkan saat lo jauh darinya, lo masih kirim chat mesrah di belakang gue. Sahabat macam apa lo?”


“Kak Dion, berhenti.” Aku tidak sanggup lagi melihat pertengkaran mereka.


Dion memandangku, lalu Arsen membalas Dion dengan memukul wajahnya. Dion yang tak terima langsung menendang Arsen, membuat laki-laki yang menjadi suamiku itu tersungkur dan aku langsung memeluknya sebelum Dion kembali melayangkan pukulannya.


Aku terisak sambil menutup mata, sedangkan tanganku memeluk tubuh Arsen dengan erat.


“Kimmy sudah menjadi istriku sebelum kalian bertemu.” Arsen akhirnya mengakui pernikahan kami.


Aku langsung melepaskan pelukanku dari tubuh Arsen, tapi Arsen menggenggam tanganku dengan erat.


Dion menghampiri Arsen, lalu menarik kerah kemeja yang dikenakannya.


“Kak Dion jangan.”


“Lo mungkin bisa nipu Yumna, tapi lo nggak akan bisa nipu gue."


Setelah mengatakannya, Dion langsung melayangkan tinjunya kembali pada Arsen.


Aku membalas genggaman tangan Arsen, ku lihat darah segar mengalir di ujung bibirnya. Hatiku begitu sakit saat melihatnya.


"Berhenti Dion, jangan sakiti Arsen lagi, dia tidak bersalah."


"Untuk apa kamu membelanya?"


"Karena dia suamiku."


🌹🌹🌹


Bau-bau patah hati nih. Duh Bang Arsen sakit ya? Sedih kan Othor jadinya 😔😔😔


Babang Dion sama Othor aja ya. Di sini juga banyak yang ngantri kok..🙈🙈🙈


Good malam. Sayang-sayangnya Kimmy-Arsen. Tengah malam nih aku nggak tidur buat ngetik bab, nggak mudah loh gengs ngetik sambil menghalu itu 🤭🤭


Makasih banyak buat suportnya 🤗🤗


Jangan lupakan ritual jejak seperti biasa. Like, Komen, Hadiah dan Vote.

__ADS_1


see You again 🥰🥰🥰


__ADS_2