Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 42


__ADS_3

Usai berkomunikasi dengan Dokter Nayla, aku dan Arsen pergi ke pusat oleh-oleh yang direkomendasikan Dera. Zayn, suami Dera sudah menyewa sebuah mobil untuk transportasi kami.


Di dalam mobil, Dera duduk bersama suaminya di depan, dan aku bersama Arsen duduk di kursi penumpang belakang. Perjalanan sekitar tiga puluh menit di mobil, Arsen tidak henti-hentinya mencemaskanku, menawari minum, dan camilan.


Sebenarnya aku senang diperhatikan begini, tapi perhatian Arsen terlalu berlebihan, apalagi di depan Dera dan Zayn begini. Mereka yang pengantin baru, tapi aku dan Arsen yang tidak tahu malu mengumbar perhatian.


Sampai di tempat pusat oleh-oleh terbesar di Bali ini, aku dan Dera sangat dimanjakan dengan beragam pilihan oleh-oleh.


"Kim, ayo kita bersenang-senang dan habiskan uang mereka!" ajak Dera sambil meraih tanganku.


Dengan senang hati aku mengikuti langkah kaki Dera, dia sangat lincah dan energik. Kami meninggalkan dua orang laki-laki yang berjalan pelan di belakang kami.


"Dera, kamu aktif banget ya," kataku yang ikut tersenyum melihatnya yang lincah memilih barang-barang belanjaan.


"Aku tu ahlinya shopping, Kim. Kamu kalau shopping ajakin aku aja, pasti kamu nggak kecewa," jawabnya. Dera sangat percaya diri.


Kami membeli beberapa kaus, kain, dan juga makanan khas Bali untuk oleh-oleh nanti. Hampir semuanya pilihan Dera, gadis ini benar-benar teliti dan punya selera tinggi.


Setelah membayar semuanya, Arsen langsung mengambil semua barang belanjaku.


"Biar aku yang bawakan ya," kata Arsen.


Tentu saja dengan senang hati aku menyerahkan barang belanjaku itu pada Arsen.


Zayn sepertinya tidak mau kalah, ia membawakan juga barang belanjaan Dera.


"Kim, sepertinya suamiku lagi jadi muridnya suami kamu," bisik Dera yang membuat kami berdua tertawa.

__ADS_1


"Kita pulang, ya," kata Arsen saat kami sudah sampai di parkiran.


"Kok pulang sih, Kak. Kita main-main ke pantai dulu lah!" protes Dera.


"Mau ngapain Dera, ini terlalu panas, mataharinya terlalu menyengat," jawab Arsen.


Dera dan Arsen memang belum terlalu dekat, bahkan bisa dibilang Dera lebih dekat denganku daripada sama Arsen. Mungkin karena mereka baru bertemu dan masih belajar mengikis jarak antara mereka. Biarkan saja waktu yang mengakrabkan mereka berdua.


"Tapi Kak, mumpung kita di Kuta loh, Kak Zayn pasti nggak mau kalau aku ajak ke sini." Dera melirik suaminya yang sedari tadi bermain ponsel.


"Hah? Kenapa?" tanya Zayn.


"Tuh kan, main ponsel terus, pasti karena kerjaan." Dera melipat tangannya di dada.


Aku dan Arsen saling lirik, menyaksikan perdebatan sepasang suami istri itu.


"Sudahlah, kita pulang saja! Aku ada meeting soalnya, nggak bawa laptop." Zayn membukakan pintu mobil untuk Dera.


Mereka berdua sepertinya sama-sama keras kepala, Zayn sangat berbeda dengan Arsen yang pengertian dan selalu sabar menghadapiku.


Sampai di resor, aku benar-benar kelelahan, padahal selama belanja, Dera sendiri yang sibuk lari ke sana ke mari, tapi tetap saja kakiku terasa pegal-pegal.


"Sayang, kamu kenapa? Capek ya?" Arsen mendekatiku naik ke ranjang.


"Iya, kakiku capek banget."


"Ya udah kamu istirahat dulu aja, aku pijitin kakinya."

__ADS_1


Aku mengangguk, lalu Arsen memijat kakiku sampai aku merasa sangat mengantuk dan tertidur.


Aku terbangun saat tangan kekar Arsen mengusap-usap perutku. Lalu aku menoleh pada Arsen yang juga menciumi tengkukku dari belakang.


"Sayang," sapaku.


Arsen mengangkat tubuhnya dan mencium pipiku. "Kamu udah bangun, Sayang."


"Udah, kamu kok nggak istirahat sih, kenapa?" Aku mengusap wajah Arsen yang terlihat muram.


"Aku tidur kok, ini juga baru bangun. Pas mijitin kamu tadi, si lolipop bangun terus, kepalaku jadi sakit."


"Sekarang masih bangun nggak? Yuk, kita main!" ajakku bersemangat.


"Nggak ah, Sayang. Aku nggak mau anak kita kenapa-napa. Nanti kalau udah ketemu Dokter Nayla aja, kita tanyakan lagi, boleh apa nggaknya."


"Tapi aku juga pengen, Sayang."


♥️♥️♥️


...Sabar dong Kim, tahan dulu. Ini ujian namanya 🤣🤣🤣...


Selamat pagi gaes, maaf agak telat hari ini ya.


Jangan lupa ritualnya.


Sampai ketemu lagi 😘😘

__ADS_1


__ADS_2