
Arsen masih memelukku, dari getaran suaranya aku bisa merasakan kesedihan yang saat ini Arsen rasakan.
"Kakek meninggal, Sayang." Arsen mengeratkan pelukannya padaku. Aku sangat terkejut mendengar kabar yang baru saja disampaikan Arsen ini.
"Sayang, sabar ya. Sudah takdirnya begitu." Aku berusaha menenangkan Arsen yang terlihat sangat sedih.
"Kakek meninggal karena aku, dia kecewa sama aku, Sayang."
Samar-samar aku bisa mendengar suara tangis kesedihan Arsen.
"Nggak, Sayang. Ini bukan salah kamu, kematian itu sudah ditakdirkan Tuhan. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri," kataku sambil mengusap bahu suamiku itu.
Aku tahu, saat ini Arsen sedang terpukul karena kematian Kakek yang sangat mendadak ini, apalagi sebelum meninggal, Kakek sempat mengungkapkan rasa kecewanya pada Arsen. Pasti karena itulah, Arsen merasa bersalah dengan kematian Kakek.
*
Kematian Kakek menjadi pemberitaan di media. Karena Kakek dulunya seorang pejabat, banyak orang-orang yang datang bertakziah, menyampaikan ungkapan duka dan belasungkawa mereka.
Semua orang bersedih dan merasa kehilangan. Aku sendiri juga merasakan hal yang sama. Setidaknya, Kakek juga sangat baik padaku, sebelum kejadian tadi malam.
Sayangnya, aku tidak ikut ke pemakaman karena Arsen dan Oma melarangku. Jadi, aku dan Oma menunggu di rumah bersama Mama dan Mama Nisa, juga beberapa kerabat yang aku tidak kenal.
β€M.A.Sπ
Orang yang telah meninggal dunia, jasadnya memang telah terkubur, tapi kenangannya akan selalu tersimpan manis di dalam hati dan pikiran. Walau begitu, kehidupan tetap harus berjalan, dan keluarga yang ditinggal juga harus melanjutkan hidupnya.
Dua minggu usai meninggalnya Kakek, Arsen sudah kembali seperti biasa. Ia tidak lagi menyalahkan diri sendiri karena kematian Kakek yang mendadak itu.
Kehidupan kami kembali normal. Di rumah baru, aku dan Arsen menjalani kehidupan rumah tangga kami seperti biasa, tentu saja bersama Oma.
__ADS_1
"Sayang, hari ini aku ada janji sama dosen buat bimbingan skripsi, nggak apa-apa kan?" tanyaku saat kami selesai sarapan.
"Iya, Sayang yang penting selalu hati-hati, atau mau aku temani?"
"Nggak usah, kayaknya Papa udah telpon kampus, soalnya aku atur janji bisa gampang banget."
"Iya, aku minta tolong Papa buat atur semua, Papa juga nggak tega kalau kamu keluyuran dikerjain dosen," kata Arsen yang kemudian menyeruput kopinya.
"Mau Oma temani?"
"Nggak usah Oma, Oma di rumah aja sama Mbak Lastri masak-masak, habis ketemu dosen aku mau jalan-jalan sama Nana sama Dara"
"Oma juga mau jalan-jalan ketemu teman Oma."
"Oma mau ke mana?"
***
Pertemuan dengan dosen berbuah menyenangkan buatku, karena tidak banyak kesalahan yang harus aku perbaiki. Ya jelas saja, hampir delapan puluh persen skripsiku dikerjakan Arsen.
Setelah dari rumah dosen, aku menuju mal dengan naik taksi. Nana dan Dara sudah menungguku di sana. Tak butuh waktu lama, akhirnya aku sampai di mal dan langsung menemui kedua sahabatku itu.
"Cepet banget Kim, kita baru aja pesen makan," kata Nana saat aku menghampiri mereka.
"Iya lah, gue kan pinter," jawabku berbohong.
"Dih, bohong banget, pasti Kak Arsen yang ngerjain. Gue dibantu Kak Darren tapi belum selesai juga nih," keluh calon kakak iparku itu.
"Kelamaan lo, nggak nikah-nikah dong, kasihan abang gue keburu jadi perjaka tua nungguin lo kelar skripsi," ucapku setengah mengejeknya.
__ADS_1
"Enak aja lo ngomong, skripsi lo dikerjain Kak Arsen, jangan songong."
Aku hanya mencebik mendengar ocehan Nana.
"Eh Dar, lo kok bisa bolos, emang lo nggak magang hari ini?" tanyaku pada Dara yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Nggak, hari ini gue izin sama cowok gue," jawabnya lalu meletakkan ponselnya di meja.
"Eh, lo udah jadian sama Kaisar?" tanya Nana.
Dara hanya tersenyum dan mengangguk.
"Wah, syukur deh, semoga kalian cepet nyusul gue nikah. Enak tau," kataku yang membuat dua sahabatku itu menarik satu sudut bibirnya ke atas. Kompak sekali!
β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Selamat pagi menjelang siang gaess.
Maaf kemarin aku nggak update ππ
Pikiranku tiba-tiba blank, karena dapat kabar duka. Sekali lagi mohon maaf ya gaess ππ
Masih ada yang menunggu kah?
Happy weekend.
Jangan lupa ritualnya.
Sampai ketemu lagi πππ
__ADS_1