Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 105


__ADS_3

Apa yang akan dilakukan oleh hati saat kita terjatuh berkali-kali pada orang yang sama? Bahagia dan bersyukur, itu yang hatiku rasakan saat melihat suamiku. bahkan punggungnya pun mampu membuatku jatuh cinta. Segala yang ada padanya membuatku bahagia.


"Kamu sudah bangun?" Pertanyaan dari bibirnya membuatku tersentak. "Lihatin aku sampai segitunya," goda Arsen. Ia tersenyum, lalu kembali berbalik memunggungiku.


Aku berjalan mendekat dan langsung memeluknya dari belakang. Menghirup sedalam-dalamnya aroma tubuh yang selalu menciptakan ketenangan.


"Aku lagi masak Sayang," kata Arsen.


Aku melepaskan pelukan di tubuhnya, dan aku berdiri di sampingnya.


"Tidurmu nyenyak?" tanya Arsen yang sedang menggoreng ayam. Seperti biasa, ia tersenyum sangat ramah. Senyum yang dulu pernah menjadi alasanku saat mulai menyukainya.


"Nggak nyenyak, karena kamu nggak ada di samping aku." Aku masih menatap wajahnya yang tampan.


"Kamu pinter ngegombal ya, awas aja kalau bikin aku makin cinta."


Arsen mencubit pipiku, membuat getaran bahagia semakin terasa di hatiku.


"Kenapa kita jarang berantem ya? Aku lihat Mama Papa, Kak Darren dan Nana mereka sering bertengkar bahkan berdebat."


Arsen terdiam, ia meniriskan masakannya yang sudah matang dan mematikan kompor. Setelah itu ia berbalik, menghadapku dengan memegang kedua pundakku.


"Apa orang yang saling mencintai harus bertengkar?"

__ADS_1


Aku mengangkat kedua bahu karena tidak mengerti jawaban dari pertanyaan Arsen itu.


"Apa pasangan yang jarang bertengkar itu tidak bahagia?"


Kali ini aku menggeleng karena tidak tahu juga jawabannya.


"Aku suka lihat kamu ketawa, lihat kamu senyum. Aku sangat suka itu, tapi aku tidak terlalu suka dengan kamu yang marah-marah, makanya aku bersikap seperti apa yang aku inginkan hasilnya."


Aku melihat senyum tipis yang terukir di bibir menghias wajah tampannya.


"Bagiku nggak penting kita harus hidup rukun atau penuh pertengkaran. Apa pun itu aku terima, asal kamu tetap milikku, dan selamanya menjadi milikku," kata Arsen. Ia lalu mendaratkan satu kecupan lembut di bibirku, dan aku membalasnya dengan melu*mat bibir Arsen dengan lembut.


"Kalau ada yang lebih cantik dan sempurna dariku, apa kamu akan berpaling?" tanyaku penasara dan ingin memancing reaksinya.


"Kenapa bisa cinta kamu dua kali lebih banyak dariku?" Aku masih tidak bisa menerima jawaban yang diungkapkan Arsen.


"Karena aku mencintai kamu lebih lama, jadi aku tetap jadi pemenangnya," jawab Arsen. "Pengen banget perut kamu erat-erat, tapi ada yang mengganjal di sini jadi nggak bebas," kata Arsen sembari mengelus perutku yang buncit. Satu gerakan mulai terasa saat Arsen menyentuh perutku. Ingatanku kembali berputar saat pertama kali merasakan gerakan Xavier.


"Karenamu aku begini," balasku yang ikut mengelus perut.


"Habisnya enak sih," kata Arsen sambil garuk-garuk kepala.


"Makan yuk, aku lapar!" ajakku yang mulai merasakan perih karena sebenarnya aku terbangun karena lapar.

__ADS_1


...----------------...


Saat sore hari, kami berjalan menyusuri tepi pantai, menikmati angin sepoi-sepoi yang berembus menerbangkan rambut kami. Kami seperti sepasang sejoli yang tidak terpisahkan, berjalan bergandengan sambil sesekali tertawa karena saling bercanda. Aku yakin semua orang yang melihat kami akan iri dengan kebahagiaan kami.


"Kamu tahu, dulu waktu kita kecil aku sering dimarahi ibu karena nurutin kamu main hujan," kata Arsen.


"Oh ya, masa sih?"


"Waktu kecil, kamu itu bandel banget, dan aku sering kena marah sama ibu gara-gara kamu." Arsen duduk di atas pasir pantai, lalu aku mengikuti duduk di sampingnya.


"Oh ya, sebandel itukah aku?"


"Hem, dan aku takut kenakalan kamu waktu kecil akan menurun pada Xavier," ucapnya yang lalu menarik tanganku dan menyandarkan kepala di pundakku.


"Senakal apa aku dulu, Dad. Jangan bohong ya," kataku sambil mengusap rambutnya, ia masih menyembunyikan wajahnya di lenganku.


❀❀❀


Dikit-dikit aku tetep update. Walaupun telat 🀣🀣🀣


Aku masih belum rela buat tamat, jadi konflik dikit aja ya, jangan marah, dan jangan berpikir negatif sama aku 🀣🀣🀣


Jempolnya jangan lupa 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2