Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 85


__ADS_3

Di mana pun kami berada, Xavier selalu menarik perhatian orang-orang. Bayi yang kini berusia lima bulan itu selalu tersenyum, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan gemas dan ingin menciumnya. Dia sangat mirip dengan Arsen, yang selalu tersenyum dan tertawa. Dari segi fisik, bisa dibilang Xavier itu hasil foto copy Arsen kualitas super, sangat-sangat mirip dengan aslinya.


Besok, adalah hari ulang tahun Mama, aku mengajak Xavier dan Arsen ke mal, mencarikan kado untuk Mama. Karena kami tidak memiliki babby sitter dan juga Arsen tidak pergi ke kafe, akhirnya ia bersedia menemaniku ke mal.


"Kamu nggak beli sekalian?" tanya Arsen saat kami sedang membayar tas dan sepatu yang aku pilih sebagai kado untuk Mama.


"Nggak deh, aku mau pakai tas sama sepatu ke mana coba?" Aku bertanya balik.


Arsen hanya diam, sambil menggendong Xavier karena tidak mau ditaruh di stroller.


Setelah membeli tas dan sepatu untuk Mama, kami kembali jalan-jalan. Xavier yang berada dalam gendongan daddy-nya membuat orang-orang yang berpapasan dengan kami selalu mempehatikan mereka berdua. Arsen itu hot daddy banget.


"Kita beli baju buat Xavier yuk!" Aku menunjuk sebuah toko pakaian anak.


Arsen mengangguk, lalu kami masuk ke toko itu. Ada banyak sekali pakaian bayi sampai anak-anak, harganya juga cukup terjangkau. Jadi, tidak heran jika toko ini lumayan ramai pengunjung.

__ADS_1


"Anak perempuan tu lucu-lucu ya bajunya," ucapku saat kami melewati lorong khusus pakaian anak perempuan.


Ada berbagai model dan warna yang sangat lucu dan menggemaskan. Sayangnya, itu tidak bisa dipakai Xavier.


"Ya udah beli aja satu yang kamu suka, baru nanti malam kita bikin," kata Arsen yang malah membuat Xavier tertawa.


"Daddy ngaco deh. Xavier aja masih kecil, masa mau jadi kakak. Anak Mommy masih mau disayang-sayang kan?" Aku menciumi pipi Xavier yang membuat tawanya menggema.


Beberapa orang yang melihat kami jadi tersenyum-senyum, pasti karena gemas dengan Xavier.


"Mumpung kita masih muda, Sayang. Jadi, saat nanti mereka dewasa kita punya banyak waktu berdua," balas Arsen yang membuatku geleng-geleng kepala.


"Nggak deh, aku nggak mau dulu, biarkan Xavier gede," jawabku dengan tegas.


"Iya deh, Sayang. yang penting aku nggak puasa," kata Arsen sambil cengengesan.

__ADS_1


Aku mengambil satu setel pakaian bayi yang cocok untuk Mireya. Lalu, kami berjalan menuju lorong khusus pakaian bayi laki-laki.


Tidak seperti pakaian anak perempuan yang lucu-lucu, kebanyakan pakaian bayi laki-laki adalah kaus, kemeja dan baju kodok.


Kemudian, aku memilihkan beberapa setel baju untuk Xavier. Saat aku mengambil baju bermotif sapi, Xavier mulai berteriak-teriak. Ia tidak mau diam sampai aku menyerahkan pakaian berwarna putih itu padanya.


"Dia suka sekali sama sapi," kataku pada Arsen saat Xavier diam setelah mendapatkan baju sapinya.


"Oh ya, anak Daddy suka sapi?" Arsen kembali mendaratkan ciuman di pipi Xavier.


"Dia suka banget sama dongeng sapi yang aku bacain waktu tidur siang," jawabku yang memang Arsen tidak ketahui. "Kita bayarnya sapi moo nya."


Kemudian, kami membayar pakaian Xavier dan juga Mireya yang tadi aku pilih. Saat pegawai toko ingin men-scan barcode baju sapinya, Xavier tidak mau melepaskannya. Para pegawai toko ikut membujuknya dengan iming-iming mainan, tapi Xavier malah menangis kencang dan membuat kami kewalahan.


♥️♥️♥️

__ADS_1


...Xavier jangan bikin gemes dong 😅😅 Bayi cabe lima juta aku kenapa suka banget sama sapi. Besok kalau gede mau jadi juragan susu ya 😅😅😅...


Onty, Om sama Oma online, kasih kembang sama kopi dong buat Xavier biar cepet gede bisa punya adek 🤭🤭


__ADS_2