
Sepulang dari sekolah Xavier, Kimmora mengajak ketiga anaknya untuk mengunjungi kafe milik mereka yang sekarang semakin berkembang pesat, bahkan Arsen sudah membangun kantor khusus di salah satu kafenya.
"Mommy, aku mau jus setobeli," ucap Zalina saat mereka baru masuk ke kafe.
"Oke, Alina mau jus stroberi, Xavier sama Yuki mau pesen apa?" tanya Kimmora pada kedua anaknya yang lain.
"Aku susu coklat aja Mom," jawab Xavier.
"Yuki mau stroberi juga kayak Alina," balas Yukina.
"Oke, mommy pesenin, kalian naik duluan ya!" titah Kimmora pada ketiga anaknya.
"Oke Mommy," jawab ketiganya kompak.
Mereka lalu berebut untuk duluan naik tangga.
"Xavier, Yuki, Alina, satu-satu jangan rebutan," kata Kimmora.
Kemudian, Xavier mengambil alih untuk mengatur adik-adiknya.
"Alina duluan, baru Yuki, kakak harus ngalah sama adek," ucap Xavier dengan gaya sok dewasa.
"Aciik," kata Alina. Ia lalu berjalan menaiki tangga, disusul Yuki dan terakhir Xavier yang ada di belakang mereka.
Kimmora tersenyum memperhatikan putranya yang mampu menjaga adik-adiknya, walau ia terkadang sangat usil, tapi ternyata Xavier sangat menyayangi Yukina dan Zalina.
Zalina dan Yukina telah sampai di ruangan kerja Arsen, kedua gadis cilik itu langsung berlari berebut peluk dari sang ayah.
__ADS_1
"Daddy," ucap Yukina dan Zalina.
Arsen yang melihat kehadiran anak-anaknya pun melepaskan kaca matanya lalu memeluk si kembar yang sudah berteriak. Sementara Xavier hanya bersikap santai dan duduk di kursi seberang meja Arsen.
"Anak daddy, dari mana?" tanya Arsen sambil menciumi keduanya secara bergantian.
"Dari cekulah Kakak," jawab Zalina.
"Sekolahnya bagus loh, Dad. Ada mainannya banyak," imbuh Yukina yang tidak kalah antusias dari saudarinya.
"Oh ya. Besok Yuki sama Alin mau sekolah di sana nggak?" tanya Arsen.
"Mau, mau, mau," jawab keduanya sambil berteriak.
Arsen tertawa memperhatikan kedua putrinya yang sangat menggemaskan.
"No, no, no. Xavier udah gede, nggak mau dipeluk Daddy," jawabnya dengan santai.
"Oh, anak mommy udah gede ternyata," sahut Kimmora yang baru datang setelah memesan minuman untuk anak-anaknya. "Udah nggak mau dipeluk mommy juga dong?"
Xavier menoleh ke belakang, memperhatikan mommynya yang membungkuk untuk mendekatkan wajah mereka.
"Mau kalau dipeluk Mommy," jawab Xavier sambil mencium pipi Kimmora.
"Uh, tadi katanya udah gede," balas Kimmora.
"Aku udah gede Mom, tapi kalau dipeluk Mommy, aku suka banget," kata Xavier dengan jujur.
__ADS_1
"Uh, sayangnya mommy, sini mommy pangku," kata Kimmora. Lalu, Xavier berpindah tempat duduk dan memilih duduk di pangkuan Kimmora.
"Nggak mau dipeluk daddy ya udah, masih ada Yuki sama Alin yang mau peluk daddy," sahut Arsen yang kembali menciumi kedua putrinya.
"Cup cup cup, Daddy janan ngambek ya, masih ada Alina yang peluk Daddy," kata Zalina yang mempererat pelukannya pada tubuh kekar sang ayah.
"Iya, ada Yuki juga Dad." Yukina ikut memeluk Arsen.
"Oke, kalau gitu, yang daddy ajak ke Zoo Yuki sama Alin aja," kata Arsen sambil berdiri, menggendong kedua putrinya di kedua sisi tangannya.
"Xavier nggak diajak ya, Mom?" protes Xavier yang mulai cemberut.
"Mommy nggak tau Sayang, coba tanya Daddy ya," jawab Kimmora sambil mengusap rambut putranya yang masih memakai seragam sekolah.
"Yuki, Alina. Kakak diajak nggak?" tanya Xavier pada kedua adiknya.
Namun, kedua bocah itu malah kompak menutup mulutnya dengan tangan mungilnya.
"Tanya sama Daddy, Sayang," kata Kimmora.
Xavier menatap tajam sang ayah yang tengah menggendong kedua adiknya. Sebenarnya dia sendiri ingin sekali digendong dan dimanjakan Arsen, tapi karena malu dengan kedua adiknya, Xavier sangat enggan dekat dengan Arsen.
"Daddy, Xavier nggak diajak ya?" tanya Xavier yang masih cemberut.
β€β€β€
Selamat sore, aku datang untuk mengobati kangen sama Xavier dan Arsen. Ada yang masih baca nggak nih πππ
__ADS_1
Komen ya πππ