Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 89


__ADS_3

...!!Yang nggak suka adegan lolipop boleh skip bab ini!!...


Arsen mengganti sprei dengan sprei angsa kado dari Oma. Sementara aku mengganti pakaianku dengan gaun sial*an yang lagi-lagi berwarna merah. Mungkin Oma sedang menggilai warna merah.


Seumur hidupku, belum pernah aku menggunakan pakaian seburuk ini. Bukan karena bahannya yang buruk, tapi karena bentuknya yang sangat tidak bermanfaat.


Sejujurnya, aku sudah menolak mentah-mentah permintaan Oma saat di telepon tadi, tapi lagi-lagi Oma menganca Arsen yang sudah bersumpah akan membuatku memakainya apapun yang terjadi.


Tentu saja ini sangat menguntungkan bagi Arsen. Hingga akhirnya ia pun ikut memaksaku memakai pakaian ini.


Aku sudah memakai lipstik, parfum, juga pakaian sial ini. Namun, karena malu dengan Arsen, aku keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe putih untuk menutupi tubuhku yang sek*si.


“Sayang,” panggil Arsen yang sudah berbaring di ranjang sambil membaca buku.


Aku mendekat pada Arsen dengan langkah yang sangat pelan.


“Kenapa nggak kamu pakai?” tanya Arsen yang kemudian meletakkan bukunya di nakas.


“Em, aku malulah, Oppa,” jawabku.


“Nggak perlu malu, sini aku bantu bukain.” Arsen bangkit dari ranjang lalu mendekat padaku.


Aku berjalan mundur menghindari Arsen, sebenarnya aku bukan takut karena akan melakukan hal enak dan menyenangkan itu, tapi aku benar-benar tidak ingin melakukannya dengan mata tertutup.


Ya, benar, mata tertutup. Itulah fungsi sebenarnya dari dasi yang diberikan Oma. Entah dapat ide dari mana Oma waktu menyiapkannya. Jangan-jangan masa muda Oma dan Opa dulu juga sama denganku dan Arsen! Penuh gai**rah.


“Kamu kenapa sih? Ini bukan pertama kalinya, ‘kan?” Arsen semakin mendekat dan dengan cepat langsung menarikku ke tembok.


“Aku nggak mau kalau tutup mata,” keluhku.

__ADS_1


Arsen justru tersenyum, lalu mengusap kepala hingga leherku.


“Sayang, kamu percaya aku, ‘kan? Aku tidak akan menyakitimu,” ucap Arsen yang kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibirku.


...!!!Bocil dilarang Baca!!!...


Aku tidak pernah bisa menolak setiap kali Arsen menciumku. Aku selalu terbuai oleh sentuhan-sentuhan lembutnya. Arsen benar-benar pandai memainkan percintaan ini.


Terlalu menikmati ciuman, tanpa aku sadari, Arsen sudah melepaskan bathrobe yang kupakai. Hingga tubuhku yang hanya terbalut kain tipis menerawang ini terpampang nyata di hadapan Arsen.


“Kamu benar-benar mengagumkan.” Arsen langsung mengangkat tubuhku dan membawaku ke ranjang empuk. “Rileks, aku akan membuatmu berteriak nikmat, Sayang.”


Arsen kemudian menutup mataku dengan dasi yang juga menjadi kado dari Oma. Jantungku berdebar tidak karuan saat aku tak lagi bisa melihat wajah tampan Arsen.


Entah seperti apa kini ekspresi Arsen saat melihatku berbaring di ranjang dengan memakai pakaian sek*si ini.


“Oppa.” Aku tersenyum ketika merasa Arsen menaiki kasur dan mulai menyentuh tubuhku.


“Ya, Kimmy, Sayang.” Arsen mengecup bibirku sekilas, lalu aku merasakan tangan Arsen bergerak menarik tali di pundakku hingga pakaian itu perlahan semakin turun dan akhirnya terlepas dari tubuhku setelah Arsen mengangkat tubuhku.


Sekarang ini, hanya ada kain segitiga yang menempel di tubuhku. Kain itu bahkan tidak bisa menutupi bagian bawahku dengan sempurna. Lagi-lagi aku merasakan Arsen menarik satu-satunya kain yang tersisa.


“Arsen,” ucapku dengan manja saat tubuhku benar-benar polos di hadapannya.


Arsen hanya berdehem pelan, ia kemudian menekuk kedua lututku dan membukanya lebar-lebarnya.


“Ahh.” Aku langsung mendesah ketika Arsen mengecup lembah surgaku. Kecupan kecil yang lama-lama berubah menjadi lu**ma**tan.


“Emmhh.” Tubuhku meremang dan menggelinjang nikmat ketika merasa jilatan lidah Arsen di bagian bawah, ia me**lu**mat, kemudian menjilat, kemudian me**lu**mat lagi.

__ADS_1


Lidah Arsen bergerak naik turun terus menjilat dan me**lu**mat tanpa henti sampai akhirnya aku merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari lembah surga milikku.


“Ahh.” Lagi-lagi aku merasakan nikmat luar biasa, dan lidah Arsen membersihkan apa yang baru saja aku keluarkan.


Perlahan, aku merasa bibir Arsen bergerak semakin naik, ke perut, ke belahan dada, kemudian me**re**mas dan memasukkan puncak bukit ke dalam mulutnya, menghisap kuat seperti bayi yang yang kelaparan. Kemudian, bibir itu kembali naik sampai ke leherku. Arsen menggigit pelan leherku, lalu menghisapnya berkali-kali di tempat yang berbeda. Aku yakin besok bekas merah keunguan akan tertinggal di sana.


Puas bermain di leher dan dada, aku merasakan bibir Arsen menciumku dengan intens, Aku merasa ku**lu**man bibir Arsen semakin dalam hingga membuat de**sah*anku tertahan saat Sesuatu yang besar dan keras yang aku yakini adalah lolipopnya mendorong masuk ke dalam lembah surga milikku.


Aku menahan napasku saat lolipop itu perlahan-lahan terdorong masuk ke dalam lembah surga yang basah, hingga akhirnya lollipop kebanggaan Arsen tenggelam seluruhnya.


Arsen mulai menggerakkan lolipopnya, memompa dengan pelan di dalam lembahku.


“Arsen, ahh.” Aku berteriak nikmat saat lolipop Arsen semakin memompa dengan cepat dan menghentak dengan keras dan begitu menuntut.


Aku merasa otot-otot wanitaku semakin menjepit lolipop Arse saat desakan kenikmatan menuntut ingin segera dilepaskan.


“Hah, hah, hah.” Suara napas Arsen yang tersengal-sengal begitu terdengar indah di telingaku. “Kimmy, ah,” teriak Arsen bersamaan dengan lolipopnya yang semakin menekan ke dalam sana.


“Ah, Arsen.” Aku merasakan ledakan yang begitu hebat di dalam sana, bersamaan dengan Arsen yang menyemburkan cairan kenikmatannya.


Rasa nikmat ini sungguh sangat sulit diungkapkan, aku merasa tubuhku lemas namun otakku terasa segar.


“Sayang, terima kasih, kamu selalu senikmat ini.”


🌹🌹🌹


...Omaigat, Lolipopnya Bang Arsen kembali beraksi, memuaskan Kimmy dan menyenangkan geng lolipop....


Jangan lupa ritual jejaknya.

__ADS_1


See You again, selamat berpanas-panasan di malam yang dingin ini 🤭🤭


__ADS_2