
Aku, Arsen, dan Oma segera menyusul Papa, Mama yang lebih dulu ke rumah sakit saat mendapat kabar bahwa Kak Darren sedang kecelakaan.
Arsen mengemudi dengan kecepatan penuh, dia bahkan tidak jadi mandi karena terburu-buru.
Sampai di rumah sakit, kami langsung menemui Papa dan Mama. Kebetulan, dokter yang yang sepertinya menangani Kak Darren sedang berbicara dengan Mama dan Papa.
"Jadi, anak saya harus dirujuk, Dok?" tanya Papa pada dokter laki-laki itu.
"Iya, karena di sini belum ada dokter ortopedi, jadi kami sarankan untuk dirujuk."
Aku langsung menghampiri Mama, menggantikan Papa yang sebelumnya memeluk Mama.
"Baiklah, siapkan semuanya!" kata Papa, kemudian dokter tersebut pamit untuk meninggalkan kami.
"Arsen, kamu ikut papa untuk rujuk Darren, nanti mobilnya biar dibawa Pak Aji! Kimmy, kamu antar Mama sama Oma pulang dulu, keadaan mamamu nggak bagus kalau ikut ke rumah sakit nanti."
"Tapi Pa,"
"Sayang, kasihan Mama, takutnya nanti kondisinya melemah, aku akan kabari kamu nanti,” kata Arsen.
“Darren tidak apa-apa, hanya saja tulang kakinya mengalami keretakan. Jadi, dokter memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar.” Papa menjelaskan pada kami yang memang belum mengerti keadaan Kak Darren.
Mama memang terlihat sangat syok, dan aku juga tidak tega jika melihat Mama harus ikut menunggu di rumah sakit.
“Ma, kita pulang ya!” ajakku.
“Sabrina, ayo kita pulang. Biar para laki-laki yang menunggunya, nanti kita bisa jenguk kalau sudah memungkinkan.” Oma ikut merangkul pundak Mama.
“Mama temui kakakmu dulu ya Kim.”
Aku mengangguk, lalu kami masuk ke ruang IGD tempat Kak Darren dirawat.
*
__ADS_1
Kondisi Kak Darren masih sadar, hanya mengeluhkan sakit di bagian kaki kirinya, pasti karena keretakan itu.
“Kok bisa sih Kak, kayaknya tadi Kakak masih ngobrol sama Arsen kan pas aku tinggal mandi,” ucapku masih sambil memijat pundak Mama yang duduk di ranjang Kak Darren.
“Ngobrol bentar tadi, terus langsung pergi bawa motor, untung aja kecelakaannya nggak sama Nana.Oh iya, tolong hubungi Nana, ya. Ponsel kakak jatuh pas kecelakaan tadi,” kata Kak Darren.
“Kakak tuh pasti sok-sok an jadi pembalap.”
“Nggak lah, memang lagi apes aja, Kim.”
Tak lama dokter mengatakan bahwa Kak Darren sudah bisa dirujuk. Akhirnya, Kak Darren diantar dengan ambulan ditemani Arsen dan Papa. Sedangkan Pak Aji, mengikuti dari belakang.
***
Aku, Mama dan Oma sudah sampai di rumah. Mamamasih terlihat lemas dan istirahat di ruang keluarga. Mbak Lastri sibuk memijat dan mengipasi Mama, sementara Oma juga hanya diam saja sedari tadi. Akhirnya Oma pun ikut dipijat oleh Bi Sri.
Aku satu-satunya yang paling muda, dan aku juga harus kuat untuk mereka berdua. Aku yakin Kak Darren pasti tidak akan kenapa-napa.
Tidak, itu ide yang buruk.
Aku meraih ponselku, apapun yang terjadi nanti, yang penting aku harus mengabarinya dulu.
Panggilan pertama tidak dijawab. Panggilan kedua juga tidak dijawab. Ke mana sih dia?
Aku meletakkan ponsel di meja sambil menyusun kata-kata yang pas untuk memberitahukan kabar ini pada Nana.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, aku yakin itu dari Nana.
Benar. Gadis itu langsung meneleponku setelah beberapa saat.
“Hallo.”
“Iya, Kim. Ada apa?”
__ADS_1
“Kamu di mana, Na?”
“Aku lagi di rumah ini, nunggu kakak kamu tuh, lama banget.”
“Kak Darren nggak bisa datang, Na,” kataku sambil menahan air mata yang sudah terbendung di pelupuk mata.
“Hah, kenapa lagi? Meeting penting? Acara dadakan? Kakak kamu tuh sibuk banget sih Kim, malam minggu gini masih aja kerja, pasti hpnya lowbat kan makanya aku telepon nggak bisa terus.” Gadis itu terus saja mengoceh.
“Na, bukan gitu.”
“Terus apa Kim, buruan kala ngomong, jangan bertele-tele deh!”
“Kak Darren kecelakaan, Na.”
“Apa?”
🌹🌹🌹
...Duh, si Nana bawelnya minta ampun, yang sabar ya Kikim, Abang Darren cepet sembuh ya....
Aku sudah up 2 bab hari ini.
kembang sama kopinya jangan lupa.
Oh, ya. masih ada yang bingung ya kok Kak Darren bisa kecelakaan padahal kan tadi masih di bawah.
Yah, sepertinya nggak nyimak bener-bener nih. Kak Darren di bawah itu pas Kimmy mau ke kamar. Terus Kimmy kan mandi gaess. pasti nggak nyimak nih..
Dah lah, Ritual jejaknya jangan lupa.
Seperti biasa, Like, Komen, Hadiah, Vote
Sampai ketemu besok 😘😘
__ADS_1