Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 57


__ADS_3

Sangat menyenangkan pastinya jika Arsen menjadi pegawai di kantor Papa, aku tidak perlu lagi menunggunya pulang larut malam. Lalu, kami akan menikmati akhir pekan yang menyenangkan dengan pergi bersama.


“Aku sebenarnya ada tugas kelompok sama Kenneth, tapi aku mau selesaiin sendiri aja.”


“Kenneth yang itu? Aku nggak setuju kamu sendiri, aku temenin aja ke perusahaannya,” kata Arsen dengan wajah kesalnya.


Aku tidak bisa lagi menolak, lagi pula Arsen pasti bisa membantu tugasku kali ini. Sesekali bolehlah memanfaatkan suami yang otaknya encer seperti Arsen.


***


“Kimmy, lo nggak sama Kenneth ke perusahaannya?”


Aku dan Nana sedang bersiap untuk keluar kelas. Sedari tadi aku tak melihat Kenneth di kelas, sepertinya cowok mesum itu sengaja membuatku mengerjakan tugas sendiri. Baiklah! Aku pasti bisa mengerjakannya.


“Lo lihat ‘kan dia nggak ada di kampus, gue juga nggak punya nomernya,” jawabku. “Gue mau kerjain sama Arsen aja.”


“Dasar lo Kim, pinter banget kalau manfaatin keadaan.” Nana menyenggol bahuku, dan kami berdua tertawa sambil berjalan keluar kelas.


Sampai di luar kelas, aku melihat Arsen dengan senyuman tampannya. Sejak kapan dia menungguku di sana?


“Kita langsung ke sana?” tanya Arsen yang kini menghampiriku.


“Iya, kamu nggak ada kelas, ‘kan?” tanyaku pada Arsen.


“Ehem, gue ke kantin duluan deh, gue janjiannya setelah makan siang soalnya,” kata Nana.


“Oke, gue jalan duluan,” kataku.


Nana pergi meninggalkanku dan Arsen. Sementara itu, banyak mahasiswi yang memperhatikanku dan Arsen, karena ini pertama kalinya Arsen menungguku di depan kelas seperti saat ini.


Aku dan Arsen bergandengan tangan menuju tempat parkir mobil, jantungku berdebar-debar saat menjadi pusat perhatian seperti sekarang ini. Aku memang cantik, dan Arsen juga ganteng. Jadi, tidak heran kami menjadi pasangan yang membuat mereka merasa iri.

__ADS_1


***


Arsen memarkirkan mobil di parkiran, sedangkan aku memilih untuk masuk ke dalam gedung kantor ini lebih dulu. Aku merasa sedikit gugup, berkali-kali aku merapikan rambut dan juga kemejaku agar terlihat rapi. Dengan berjalan cepat sambil memasukkan ponsel ke dalam tas dan juga mencari kartu mahasiswa, aku menuju resepsionis untuk menanyakan General Manager di kantor ini.


“Permi ....”


“Mau ketemu GM”


Kata-kataku terpotong oleh kehadiran seseorang laki-laki yang entah datang dari mana, tepat pada saat itu aku menoleh, dan betapa terkejutnya aku setelah melihat wajahnya.


“Kamu ... eh, Cowok Mesum,” ucapku pada Kenneth yang tiba-tiba ada di sampingku.


Dia hanya diam tak merespon kata-kataku. Benar-benar laki-laki menyebalkan.


“Aku mau ketemu dia!” Kenneth malah melemparkan kartu mahasiswanya ke meja resepsionis.


Laki-laki itu benar-benar angkuh dan sombong, tidak mempunyai sopan santun.


Aku pun menunjukkan kartu mahasiswaku pada resepesionis.


Akhirnya aku menunggu di kursi yang telah disediakan untuk tamu di lobi kantor ini. Lalu, tak lama Arsen menyusul ke dalam. Wajahnya beruba masam saat pandangannya tertuju pada Kenneth.


“Kok dia ada juga?” tanya Arsen yang kini duduk di sampingku.


“Aku nggak tahu, tiba-tiba dia udah ada di sini,” jawabku.


“Ini perusahaan apa sih, ‘PT. Mencari Cinta Sejati’ jangan-jangan biro jodoh,” bisik Arsen.


Iya, nama perusahaannya memang aneh, sama seperti Miss Kia dan Cowok Mesum itu yang memiliki hubungan yang aneh.


“Pak Teguh sudah menunggu, mari saya antar.”

__ADS_1


Aku dan Arsen juga Kenneth berdiri untuk mengikuti resepsionis itu.


“Maaf, yang janjian dua orang ya, jadi yang lain bisa menunggu di sini,” kata resepsionis itu.


“Aku masuk dulu ya, kamu tunggu sini.” Aku mengusap lengan Arsen yang terlihat cemas.


“Kamu hati-hati ya, jangan sampai kamu dicomblangin sama dia.” Arsen menatap Kenneth yang telah berjala lebih dulu.


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum lalu megikuti Kenneth dan resepsionis yang akan mengantarku bertemu General Manajer perusahaan ini.


Di ruangan Pak Teguh, aku dan Kenneth mulai menanyakan beberapa pertanyaan mengenai perusahaan ini yang kami perlukan untuk tugas Miss Kia. Kenneth mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup menarik, seolah dia adalah pengusaha yang berpengalaman. Sementara aku hanya mencatat bagian-bagian terpentingnya saja.


Akhirnya, aku dan Kenneth keluar dari ruangan Pak Teguh. Saat kembali ke lobi, Arsen langsung menghampiri kami.


“Udah selesai?” tanya Arsen.


Kenneth berlalu begitu saja, terserahlah yang penting aku sudah mendapatkan bahan untuk makalah nanti.


“Udah ayo kita pulang!”


“Kamu nggak dicomblangin, ‘kan di dalam?” tanya Arsen yang terdengar begitu lucu.


“Enggaklah, udah yuk pulang.”


...♥️♥️♥️M.A.S🚗🚗🚗...


Ya kali ketemu tugas kuliahnya dicomblangin Bang. Santai Bang santai, Babang Kenneth udah ada yang punya. Noh, Miss Kia 🙈🙈🙈


Hai Gaess, udah ketemu lagi ya sama hari Senin. seperti biasa, aku mau mintain Vote 😅😅😅


Jangan lupa ritual jejaknya. 🤗🤗

__ADS_1


Aku kasih 1bab lagi ya.


Scroll ke bawah ⬇️⬇️


__ADS_2