Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 18


__ADS_3

Arsen baru saja pulang dari kantor saat jam di kamar kami pukul 20.00. Aku langsung menyiapkan semua kebutuhannya untuk bersih-bersih dan tidur. Arsen masuk ke kamar mandi, dan aku sudah menyiapkan pakaian ganti untuknya.


Sekarang aku harus bisa menyusun kata-kata untuk Arsen tentang undangan pernikahan dari Pak Zayn. Aku tahu Arsen tidak akan mau datang ke pesta itu, tapi aku juga tidak bisa menolak undangan dari atasanku sendiri.


Aku terus berpikir bagaimana menyusun kata yang tepat. Aku tidak tahu Arsen sedang banyak pikiran atau tidak. Namun, tetap saja kan dia baru pulang kerja malam-malam begini pasti dia sangat lelah.


Karena terlalu asyik melamun, aku tidak sadar kapan Arsen selesai mandi. Ia tiba-tiba sudah berdiri di depanku, memeluk kepalaku hingga wajahku menempel pada perutnya yang terasa dingin.


“Sayang, kapan kamu selesai mandinya?” Aku mendongak ke atas untuk menatap wajah Arsen. Ia hanya memakai handuk yang dililitkan sampai ke pinggangnya.


“Udah dari tadi, nyari baju yang kamu siapin tapi nggak ada, Sayang.” Arsen duduk di sampingku, rambutnya yang setengah basah juga lehernya yang terlilit handuk putih membuatnya terlihat semakin keren.


Sepertinya tadi aku sudah menyiapkan baju untuknya di walk in closet, tapi kenapa kata Arsen tidak ada?


“Kamu kenapa sih, Sayang?” tanya Arsen.


“Aku tadi udah siapin baju, kok bisa nggak ada ya?”


“Kamu cari ini?” tanya Arsen sambil memegang bajunya, yang ternyata ada di belakangku.


“Kok bisa di sini? Kayaknya tadi aku taruh di tempat biasa.” Aku sedikit bingung karena tad ku yakin sudah menaruhnya di tempat biasa.Kenapa tiba-tiba ada di kasur?


“Kamu ngelamunin apa sih, Sayang?” Arsen mencium pipiku lalu menarik tubuhku ke dalam pelukannya. “Gaunnya nggak ada yang cocok?” 

__ADS_1


“Gaunnya udah dapat, Sayang, tapi ada sesuatu sih yang ganggu pikiranku,” jawabku yang kemudian mengambil napas dalam-dalam.


“Apa?”


Aku meraih tangan kanan Arsen, lalu bersandar di dadanya yang masih belum tertutup kain. “Kita diundang di pernikahannya Pak Zayn, dan kalau aku menolak aku jadi nggak enak, Sayang.”


“Kita harus datang, kalau kita memang diundang, Sayang,” kata Arsen yang ternyata di luar dugaanku.


“Tapi kamu nggak apa-apa nanti ketemu mereka?” tanyaku.


“Nggak apa-apa, Sayang.” Arsen tersenyum dan membuatku bernapas lega.


“Undangannya memang belum dikirim, tapi Pak Zayn dan calon istrinya sendiri yang mengundang secara langsung,” kataku sambil mengingat pertemuan kami di butik tadi.


Aku mengangguk, “Iya mereka juga cari gaun di butik.” Sejenak kemudian Arsen terdiam.


“Kamu kenapa?” tanyaku sambil menundukkan kepalaku untuk melihatnya yang sedang menunduk.


“Nggak apa-apa, Sayang. Kita akan datang dan memberikan selamat untuk mereka,” jawab Arsen.


“Yaudah, kalau gitu cepat pakai bajunya,nanti masuk angin,” ucapku karena Arsen sedari tadi hanya memakai handuk sebatas pinggang saja.


“Aku mau begini aja.”

__ADS_1


“Maksudnya?”


“Kamu inget nggak? Pertama kali kita tidur bareng kan aku cuma pakai handuk.”


“Yaudah, kalau kamu maunya gitu.” Aku merebahkan tubuh di kasur dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhku.


Arsen benar-benar mengabaikan baju gantinya, dan masuk ke dalam selimut hanya dengan memakai handuk.


“Maaf ya Sayang, kayaknya malam ini kita harus tidur agak larut.” Arsen langsung memelukku dan meremas bukit kembar yang masih terbalut kain itu. Ia terus menciumi leherku dan mencetak tanda cinta darinya.


🌹🌹🌹


...Ayo bang, gasskeun 😘😘😘...


Mon maaf kemarin up cuma 1 bab, karena Othor up 3 bab di novel satunya ya. Novelnya Dera-Zayn. adiknya abang Arsen. Yuk intip juga, judulnya Istri Big Boss.


Sekali lagi yang nanya kapan Kimmy hamil, doakan saja ya.. nanti setelah resepsinya Arsen Kimmy kita coba tes 😅😅


Sekarang fokus ke nikahan adeknya Arsen dulu 🥰🥰


Satu-satu dulu, biar otaknya Othor nggak ngebul 🤭🤭


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2