Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 65


__ADS_3

Aku dan Arsen berhasil kabur dari Oma sebelum ceramah panjang dimulai. Pintu sudah terkunci rapat dan suara Oma sudah tidak lagi terdengar. Kami sama-sama tertawa setelah berhasil kabur dari Oma.


"Oma makin hari makin bawel ya," kataku sambil berjalan menuju ranjang. Rebahan di kamar sepertinya memang ide bagus.


"Kita durhaka nggak sih sama Oma." Arsen mendekat lalu naik ke ranjang dan tidur di pangkuanku.


"Biarin aja. Oma emang nyebelin kok." Aku mengusap rambut Arsen yang sedang menciumi perut buncitku.


"Baby, jangan tiru Mommy ya. Mommy itu udah dikutuk sama Oma." Arsen kembali tertawa.


Wajahnya masih saja tampan. Tawanya masih saja membuat hatiku berdebar-debar. Pesona Arsen memang tidak pernah lekang oleh waktu.


"Iya aku sebenarnya heran sama Oma.  Dulu palingan tinggal di rumah Papa cuma dua mingguan. Nggak nyangka sekarang Oma ikut kita."


"Itu artinya Oma sayang sama kamu, mungkin karena sekarang sepupu kamu udah besar-besar jadinya Oma kesepian lagi, kalau sama kamu kan ada temen adu mulut." Arsen menjepit mulutku dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


"Emm ...."


"Kamu belum gantiin rasanya cabe tadi, Sayang." Arsen bangun dan memposisikan dirinya di sampingku.


"Kamu mau apa?"

__ADS_1


"Mau ini. Ini. Ini. Semuanya." Arsen menunjuk bagian-bagian sensitif tubuhku, membuat has*ratku naik dan langsung menciumnya.


*


*


*


Setelah berkunjung ke kafe yang sekarang menjadi tanggung jawabku dan Arsen, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke mal bersama Nana. Sahabat yang akan menjadi kakak iparku itu, sedang menyiapkan acara untuk pernikahannya dengan Kak Darren yang akan digelar tiga bulan lagi.


Skripsiku sudah hampir rampung, begitu juga dengan Nana. Itu sebabnya mereka mulai menyiapkan pernikahan, yang rencananya akan dilaksanakan setelah ujian skripsi.


"By the way, Kim. Si Yumna apa kabar?" tanya Nana. Saat ini kami sedang menikmati es krim di salah satu tempat nongkrong favorit kami di mal ini.


"Kayaknya sih udah hampir lahiran dia. Mama jarang cerita soal dia sih." Mama yang aku maksud adalah Mama Nisa, ibu sambungnya Arsen.


"Masih nggak nyangka banget sih, Yumna bisa sama Dion." Nana menyuap sesendok es krim rasa vanila ke mulutnya.


"Udah takdirnya begitu Na," jawabku santai.


"Tapi lo sama Dion dulu nggak ngapa-ngapain, kan?" tanya Nana yang membuatku mengernyit. "Maksud gue, lo sama Dion dulu nggak seperti Dion Yumna kan? Ngerti nggak sih?"

__ADS_1


Aku menoyor kepala gadis cerewet di hadapanku ini.


"Lo pikir gue se-gampangan itu apa?" Aku menyesap es krim rasa coklat yang meleleh ke mulutku, merasakan dinginnya es krim yang sampai ke otakku. "Walaupun gue pacaran sama Dion, gue nggak ngelakuin apapun kecuali pegangan tangan sama boncengan naik motor. Itu doang," jawabku yang membuat sahabatku itu menautkan alisnya.


"Apa jangan-jangan Kak Arsen yang udah pernah gituan sama Yumna," ucapnya tanpa memikirkan perasaanku.


"Dasar tukang gosip!" Aku menyuapkan potongan es krim yang cukup besar ke mulut Nana. "Tu makan biar otak lo dingin! Walaupun gue sama Arsen sama-sama me*sum, tapi kita bukan orang yang nggak bisa nahan Markonah. Lo tau nggak, gue sama Arsen itu baru pertama gituan setelah gue putus sama Dion. Itu kan lama banget jaraknya sama pernikahan gue." Emosiku mendadak naik mendengar ucapan sahabatku itu.


"Ya kan gue nggak tau Kim. Lo jangan marah dong!" Nana menatapku yang sudah berdiri ingin meninggalkannya.


"Udah, gue mau pulang. Males gue ngomong sama lo."


♥️♥️♥️


...Aduh urusan sama Bumil mah ribet, makanya Na, kalau ngomong filter dulu 🙈...


Hai gaess ada yang kangen nggak?


Kemarin aku nggak update. Ya othor kan manusia biasa. Kadang sibuk, kadang bad mood, kadang sakit juga. Maafken ya 🥰🥰


Belum bosan kan? Mana angkat jempolnya yang belum bosen? Biar semangat nih aku. Karena rencananya masih mau aku lanjutin sampek hamil kedua. Setuju nggak? Atau tamatin aja?

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2