Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 83


__ADS_3

Wanita yang pernah menjadi rekan kerja Arsen itu tersenyum sinis. Ia seakan meremehkan peringatanku barusan. Dasar wanita bodoh! Dia benar-benar tidak sebanding denganku, aku sepuluh kali lebih cantik darinya.


Melihat wajah sok cantik itu hatiku benar-benar kesal. Langsung saja aku merangkul tangan Arsen, dan menyenderkan kepalaku di bahu Arsen.


“Oppa, dia siapa sih? Nggak cantik-cantik amat tapi belagu banget!” sindirku sambil bermanja pada Arsen.


“Dia Rani temen kerjaku, Sayang. Aku resign mendadak jadi dia nggak tau,” jelas Arsen.


Aku tersenyum penuh kemenangan di hadapan wanita bernama Rani itu, karena Arsen jelas-jelas memanggilku sayang di hadapannya. Sementara wanita itu terlihat sangat kesal. Dia pasti kalah!


“Kimmora”


Aku menoleh dan ternyata Tante Sabila ada di belakangku. Aku melepas lengan Arsen yang sedari tadi kurangkul, untuk membalas Tante Sabila yang ingin memelukku.


“Rani, sedang apa kamu di sini? Kafe ‘kan sedang ramai,” tegur suami Tante Sabila.


“Kimmora, kalian sedang apa sih di sini?” tanya Tante Sabila yang kini melepaskan pelukannya dariku.


“Em, maaf Tante, kita cuma ngobrol sebentar. Maaf Pak Rudy.” Arsen menganggukkan kepala tanda hormatnya kepada suami Tante Sabila yang menjadi mantan atasannya juga.


“Kimmora, kamu datang sama mama kamu, ‘kan?” tanya Tante Sabila.


“Iya, Tante. Mama udah di dalam kok, masuk yuk!” ajakku sambil merangkul lengan Tante Sabila.


“Rani kamu kembali bekerja!” perintah suami Tante Sabila kepada wanita itu. Aku tersenyum sombong pada wanita menyebalkan itu.


“Permisi semuanya!”

__ADS_1


Lihatkan! Wanita itu pasti kalah dariku, aku tidak akan membiarkan wanita sepertinya merebut Arsen dariku.


***


“Kamu dulu kerja di sini juga, ‘kan?” tanya Om Rudy pada Arsen.


Aku memperhatikan dua laki-laki berbeda generasi itu.


“Iya, Om. Karena papa minta aku bantu-bantu di perusahaan jadi aku resign,” jawab Arsen.


“Kalau kamu mau, kafe ini bisa kamu kelola bersama Kimmora. Om kan sebenar lagi akan pensiun, sedangkan anak laki-laki Om satu-satunya nggak mau nerusin kafe, karena fokus di perusahaan,” kata Om Rudy.


“Iya, Arsen. Kamu kan pernah kerja di sini, pasti kamu lebih paham ‘kan? Kalian bisa lanjutkan usaha kakek-nenek kalian.” Mama ikut mendukung usulan Om Rudy.


“Tapi Ma, kan ada Kak Darren,” tolakku.


“Emang kamu nggak tahu gimana sibuknya kakak kamu itu? Sekarang aja dia nggak di rumah, ‘kan?” sahut Mama.


Benar, Kak Darren memang sangat sibuk, bahkan mungkin Kak Darren tidak ad waktu untuk mencari pasangan hidup saking sibuknya.


“Aku sih terserah Arsen, Ma,” jawabku. Kemudian aku menoleh pada suamiku itu “Gimana?”


Arsen pasti memiliki pertimbangan sendiri, mak dari itu aku menyerahkan semua keputusan padanya.


“Em, aku kalau bantu-bantu mungkin bisa Ma, Om, Tante. Tapi kalau untuk meneruskan mungkin aku nggak bisa, karena aku juga berencana membuat usahaku sendiri,” jawab Arsen dengan sangat jelas.


Hening. Semua orang terdiam dengan keputusan Arsen. Aku sendiri akan mmenghargai apapun itu kutusan yang Arsen buat, dia laki-laki pekerja keras yang sangat bertanggung jawab, dan aku percaya dia tidak akan membuatku kesusahan.

__ADS_1


“Aku ikut apa yang Arsen putuskan Ma, Tante dan Om. Mungkin kita akan bantu semampu kita, tapi kalau kita nggak sanggup, ya mohon maaf,” imbuhku.


“Em, itu juga bagus Arsen. Selagi muda kita harus mengembangkan bakat kita. Gagal itu hal biasa, yang penting semangat kia untuk bangkit itu harus lebih besar. Om suka sama pemikiran kamu,” kata Om Rudy yang ikut mendukung keputusan Arsen.


“Mama juga tidak akan memaksa kalian. Ya sudah kita lanjutin makannya dulu.”


***


Malam ini menjadi malam pertama kami menginap di rumah Mama. Aku dan Arsen suda selesai membersihkan diri, dan Arsen sudah naik duluan ke atas ranjang.


“Sayang, kamu lagi apa sih lama banget?” keluh Arsen.


“Ihh Oppa, aku lagi skincare-an seperti biasa. Kenapa sih?” Aku kembali mengoles krim wajah yang biasa au pakai sebelum tidur.


“Kamu nggak pengen lolipop?”


Astaga, yang benar saja. Setiap malam dikasih lolipop, kenapa nggak kasih aku kinderjoy?


🌹🌹🌹


...Nah loh, enakan mana sih Kim? Kinder kan mahal doang, coklatnya dikit, kalau lolipop kan nggak habis-habis coklat putihnya 🤭🤭🤭...


Halo gengs, telat lagi. Lagi mengumpulkan kesadaranku gengs setelah begadang nyari wangsit.


Okay tinggalkan jejak petualangan kalian seperti Arsen yang selalu meninggalkan jejak di dada Kimmy 😂😂😂


Sampai ketemu lagi.

__ADS_1


__ADS_2