Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 109


__ADS_3

Usai menonton pertandingan basket, aku dan Nana memutuskan untuk kembali ke kelas sebelum dosen yang mengisi mata kuliah berikutnya datang.


Satu kantong plastik kinder joy kutenteng dengan tangan kanan sambil berjalan menuju kelas. Nana masih saja heran dengan apa yang dilihatnya tadi, saat Kenneth menuruti perintahku dan membawakan banyak kinder joy.


"Kim, coba lo suruh Kenneth lagi, beli camilan yang banyak," ucap Nana saat kami hampir sampai di kelas.


"Buat apa? Ini kinder joy aja masih banyak, mau minta lagi belum tentu mau lah dia," jawabku.


Sebenarnya aku tidak ingin memanfaatkan Kenneth, aku hanya ingin mengerjainya saja tadi, dan ternyata dia patuh juga.


"Kalau dia nurutin perintah lo, gue akan bayarin tiket lo ke Jepang, kapan pun lo nyusul Kak Arsen" ucap Nana yang tiba-tiba menawarkan ide gilanya.


"Serius lo?" tanyaku ragu. Aku tahu Nana punya banyak duit dari hasil membantu maminya di restoran, tapi tiket ke Jepang itu juga tidak murah untuk mahasiswa seperti kami, kecuali minta langsung sama orang tua.


Nana mengangguk. Sebenarnya aku tidak berniat lagi mengerjai Kenneth, tapi tawaran Nana juga sangat menggiurkan. Meskipun aku sendiri belum yakin kapan bisa menyusul Arsen, tapi lumayanlah tiket gratis.


"Oke, lo siapin tabungan lo!" Aku mengambil ponsel di tas, lalu mengirimkan pesan pada Kenneth yang isinya daftar nama-nama merek makanan ringan yang aku suka, dan menyuruhnya untuk membelikan makanan ringan itu.

__ADS_1


Aku sangat yakin, ini benar-benar hari keberuntungan untukku. Kenneth akan membelikan camilan dan aku dapat tiket gratis ke Jepang. Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam?


Setelah beberapa waktu menunggu, dosen yang seharusnya mengajar belum juga datang, dan Kenneth belum juga menampakkan batang hidungnya. Apa dia mengabaikan pesanku kali ini? Tiketku ke Jepang, apakah akan hangus? Tidak, tidak! Aku harus mengirimkan pesan lagi.


Lalu, aku mengecek ponselku lagi, belum sempat mengirim pesan pada Kenneth, aku mendapatkan pesan dari Papa. Sebuah foto yang menangkap wajah serius Arsen. Ia tampak gagah dengan setelan jas berwarna hitam dengan dasi motif garis-garis.


Aku tersenyum bahagia, memandangi wajah serius Arsen. Aku yakin ia benar-benar bekerja keras di sana. Namun, tiba-tiba sesuatu mengacaukan kebahagiaanku.


"Nih!" Kenneth melempar satu paperbag besar berisi penuh dengan makanan ringan pesananku ke meja. Ia kemudian membungkuk mendekatkan bibirnya ke telingaku "Cukup main-mainnya! Mau aku bilangin ke suamimu?" bisiknya.


Gila, dia berani juga melawanku. Hah, pakai bawa-bawa nama Arsen lagi. Okelah, aku juga malas berurusan dengannya.


Kenneth kemudian pergi meninggalkan kelasku.


"Wah, Kimmora. Daebak!" Nana bertepuk tangan sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Punya ajian apa lo sampai Kenneth nurut banget sama lo?" Entah dia sedang mengejek atau memujiku saat ini, tapi yang jelas aku benar-benar tidak percaya Kenneth membawakan jajanan sebanyak ini.


"Jaran ngesot!" jawabku sambil menyingkirkan paper bag berisi jajanan itu dari mejaku.

__ADS_1


🌹🌹🌹


...Jaran siapa nih yang jalannya ngesot. ehh 🀭🀭...



Hai hai Othor balik lagi, kali ini dengan kejutan.


Buat kalian yang udah Nethink alias Negatif Thinking sama othor, tuh udah ada penjelasannya ya diatas 🀭🀭


Jadi, udah paham kan kalau Kenneth cuma perpaduan alias kolaborasi.


Kalau kalian penasaran sama Kenneth, bisa langsung cek di pencarian ya judulnya "Dosen Cantik Milik Presdir" karya Author KAY_21


Terima kasih untuk semua suportnya, sekali lagi maafkan Othor yang selalu minta ini itu sama kalian 🀭🀭🀭


Bentar lagi kita akan memasuki mesin waktu, terbang jauh ke masa depan, siap ya. Beberapa saat lagi kok.

__ADS_1


Ritual Jejaknya jangan lupa Like, Komen, Hadiah, dan Vote


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2