
Usai sarapan, Arsen mengantarku ke kantor dengan mobil, tapi yang membuatku heran, dia hanya diam sedari tadi. Padahal sebelum sarapan kami masih bercanda dan mengobrol biasa. Kenapa dia?
"Oppa, kamu kenapa?"
"Hah? Kenapa gimana?" Arsen masih belum mengerti arah pembicaraanku.
"Kenapa diam aja dari tadi?"
"Aku lagi mikirin kata-kata Oma, soal anak, Sayang," jawab Arsen.
Anak? Kenapa dengan anak? Apa Arsen juga sudah menginginkan anak? Kuliahku bahkan belum selesai.
"Apa kita harus melepasnya sekarang?" tanyaku sambil menunjuk lenganku yang beberapa tahun lalu sengaja dipasangi alat kontra-sepsi.
Walau bagaimanapun Arsen lebih berhak jika dia menginginkan sekarang.
"Selesaikan kuliahmu dulu, Sayang. Soal anak aku tunggu kamu siap." Arsen mengusap kepalaku. "Aku pikir, apa kita sudah siap ya, bahkan rumah kita masih belum selesai dibangun."
Di ulang tahunku yang ke 19 memang Arsen memberikan kejutan ulang tahun berupa tanah yang ia beli, dan tanah itu sekarang sedang dibangun rumah impian kami.Β
"Kalau kamu udah pengen punya anak, kamu bilang aku ya."
"Iya, Sayang. Kalau sekarang aku pengennya bikinnya aja."
"Dasar kamu mesum."
***
Akhirnya kami sampai di kantor tempatku magang. Arsen hanya mengantarku sampai depan pintu masuk, tidak sampai ke depan lobi, karena aku masih tidak ingin diketahui banyak orang bahwa aku anak orang kaya yang sedang magang di perusahaan lain.
__ADS_1
Seperti biasa, kerja di perusahaan besar, apalagi mahasiswa magang sepertiku, kerjanya cuma disuruh ini itu oleh pegawai tetap di sini, tapi setidaknya ada banyak ilmu dan pengalaman yang kudapat di sini.
Seharian kerja yang kebanyakan disuruh ke sana ke sini, akhirnya sampai juga di jam pulang kantor. Arsen sudah janji akan menjemputku di halte, sehingga aku memutuskan untuk menunggu sampai ia datang.
Saat masih menunggu Arsen, hate sudah sepi karena bus baru saja pergi membawa para karyawan itu. Aku asik berkirim pesan dengan Nana dan Dara sampai aku tidak menyadari kedatangan Pak Kaisar yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku.
"Nunggu cowok kemarin ya?" Pak Kaisar memilih duduk di sampingku, sedangkan mobil mewahnya diparkir sempurna di depan halte.
"Iya, Pak Kaisar ngapain di sini?" Aku menggeser duduk menjadi agak jauh darinya.
"Nemenin kamu lah, Kim." Pak Kaisar ikut menggeser duduk lebih dekat denganku.
"Nggak perlu Pak, lagian saya udah punya suami." Aku memutuskan untuk berdiri daripada terus diikuti Pak Kaisar.
Risih juga sih rasanya kalau didekati laki-laki begini, meskipun Pak Kaisar juga ganteng, tapi bagiku Arsen jauh lebih ganteng, dan dia suamiku.
Duh, ini orang kenapa sih? Sudah tahu aku mempunyai suami, kenapa malah semakin berani?
Aku terus mengabaikan Pak Kaisar yang terus berceloteh, mengatakan aku cantik, aku menarik, dia suka aku, dia cinta aku. Benar-benar membuatku ingin kabur dari sini. Kenapa juga tidak ada taksi yang lewat.
Aku sudah tidak lagi memperdulikan ocehannya, mataku tiba-tiba mengenali mobil merah yang masih jauh dari hadapanku, itu pasti Arsen. Akhirnya aku bisa selamat dari Pak Kaisar.
Mobiku yang dibawa Arsen berhenti tepat di depanku, kemudian Arsen turun dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil untukku.
"Kenapa dia di sini?" tanya Arsen sebelum aku masuk ke mobil.
"Nggak tau, udah ayo kita pulang," jawabku.
"Hati-hati ya, Kim." Pak Kaisar melambaikan tangan padaku.
__ADS_1
Namun, Arsen malah menghampiri Pak Kaisar dan membuatku tidak jadi masuk ke mobil.
"Sudah saya bilang, jangan dekati kimmy, dia istriku," kata Arsen dengan nada marah.
"Em, memang kalau suka sama istri orang itu nggak boleh ya?"
Mendengar kata-kata Pak Kaisar, Arsen langsung mencengkram kerah kemeja yang dipakai Pak Kaisar. "Jangan dekati istri saya." Arsen sudah mengepalkan tangannya di udara.
Tepat pada saat itu sebuah mobil berhenti dan ternyata Pak Zayn yang keluar dari mobil.
"Kaisar, ada apa ini?" Pak Zayn menghampiri dua laki-laki yang tengah bersitegang itu.
"Bilang sama dia, jangan ganggu istri orang." Arsen melepas cengkraman tangannya di kemeja Pak Kaisar.
πΉπΉπΉ
...Duh jangan berantem Arsen, Kimmy juga nggak mau kok sama si Kai....
...Kai, jangan nakal deh, pulang sana, di sini kamu bikin rusuh aja, bikin abang Arsenku emosi kan!...
Hai guys, maaf telat dan up nya cuma 1 bab, othor lagi nggak enak badan, kepala kliyengan nggak bisa mikir berat.
Jangan curigaan sama Othor, si Kai bukan pebinor. Cuma agak nakal aja godain istri orang, nanti biar dinasehati abang Zayn ya..
Novel ini nggak ada pelakor/pebinor, karena otak suci Othor nggak tegaan kalau bikin begituan π€£π€£π€£
Okey, ritual jejaknya jangan lupa, Like + Komen + Hadiah + Vote.
Sampai ketemu lagi, doain othor sehat ya gays πππ
__ADS_1