
“Dia kan wanita yang di kafe numpahin minuman aku,” ujarku saat melihat wajah wanita yang wajahnya masih sembab karena air mata.
Wanita itu menangis di ruangan Papa, tetapi apa yang membuatnya menangis?
“Kimmy ayo kita bicara di luar.” Papa menarik lengan kananku sedikit kasar.
“Kimmora Calista Ardiansyah.” Wanita itu menyebutkan nama lengkapku, membuatku menghentikan langkah lalu melepaskan tangan Papa dari tanganku.
Aku berjalan mendekati wanita itu, siapa dia sebenarnya? Dari mana dia tahu nama lengkapku?
Aku memperhatikan wanita yang semakin terisak itu. Seingatku aku tidak pernah bertemu dengannya, apalagi sampai berkenalan.
“Anda siapa?” tanyaku sambil terus berjalan pelan mendekatinya.
“Kimmora, kamu ke sini mau bicara apa sama papa?” tanya Papa yang berdiri di
belakangku.
“Nyonya, saya tanya Anda siapa? Bagaimana Anda tahu nama lengkap saya?” Aku berhenti tepat di hadapan wanita ini, tapi reaksinya yang ditunjukkan hanya diam dan semakin terisak.
“Kimmora dia bukan siapa-siapa.” Papa menarik kembali lengan kananku.
“Kenapa? Dia siapa?” Aku menatap manik mata coklat yang selalu membuatku kesal ini.
Papa tidak mau melepaskan cengkramannya di lenganku, tapi Papa kini berteriak memanggil sekretarisnya. “Panggilkan Arsen kemari!” perintah Papa saat sekretarisnya dengan cepat membuka pintu ruangan Papa.
“Pergilah dan jangan pernah kembali! Kedatanganmu hanya akan menyakiti Kimmora!” perintah Papa pada wanita itu.
__ADS_1
“Papa stop! Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa wanita ini? Apa dia mamaku?” tanyaku dengan mata yang terus melotot kepada Papa, lalu aku kembali melepaskan cengkraman Papa di lenganku.
“Aku memang bukan mama kandungmu, tapi aku bisa memberitahumu di mana dia sekarang,” kata wanita itu.
Aku tertegun mendengar penuturan wanita itu. Mama. Aku bisa menemukan Mama.
“Sabila!” bentak Papa.
Wanita yang sepertinya bernama Sabila itu mengusap air matanya.
“Di mana mamaku, Nyonya?”
Wanita itu berjalan mendekatiku. Tangannya terangkat lalu mengusap pipiku, ia kembali menangis. Perlakuannya semakin membuat aku bingung.
“Kalau kamu ingin tahu wajah mamamu, lihat tante! Dia dan tante memiliki wajah yang sama.” Wanita yang mengaku menjadi tanteku itu lalu memelukku.
Namun, fakta baru yang aku dengar dari Papa membuatku bergetar hebat. Apakah benar Mama meninggalkanku demi laki-laki lain?
“Kimmora, mama kamu sekarang ada di Surabaya. Baru beberapa bulan ini, dia pindah ke sana. Sebelumnya mama kamu tinggal di Amerika.” Tante Sabila mengurai pelukannya lalu menangkup wajahku dengan kedua tangannya.
“Bersama pria itu,” sahut Papa. “Sabila, aku sudah tahu semua tentang dia. Anak-anakku tidak butuh wanita sepertinya.”
“Ya aku tahu, tapi Sabrina tetaplah mama kandung Kimmora dan Darren, itu yang harus kamu ingat, Mas.”
Tepat pada saat Tante Sabila menyelesaikan kalimatnya, aku kembali dikejutkan dengan suara di belakangku.
“Kim, Pa,” sapa laki-laki yang sangat kuhapal suaranya.
__ADS_1
Aku menoleh untuk melihatnya. Kulihat Arsen sudah berdiri di ambang pintu.
“Arsen. Mamaku akan ketemu, Arsen.” Aku menghambur di pelukan Arsen. Pelukan dari suamiku memang selalu membuatku merasa nyaman.
Aku tak ingin melihat Papa ataupun Tante Sabila. Aku ingin bersembunyi di pelukan Arsen. Beruntungnya, Arsen langsung membalas pelukanku. Ia mengusap punggungku, menyalurkan rasa nyaman yang memang sangat aku butuhkan saat ini.
“Semua ini memang salahku, Mas.”
Aku masih bisa mendengar suara Tante Sabila walaupun aku bersembunyi di dada bidang Arsen.
“Maaf, Pa. Sebaiknya kita bicara sambil duduk saja,” kata Arsen yang masih memelukku. “Ayo kita duduk dulu, Kim!” Arsen menuntunku untuk duduk di sofa. Lalu, Papa dan Tante Sabila juga ikut menyusul.
“Arsen, kamu tahu kan Kimmora memiliki trauma di masa lalu yang membuatnya kehilangan semua ingatannya di masa kecil,” kata Papa yang duduk di sisi kanan sofa, berhadapan dengan Tante Sabila.
Arsen mengangguk paham, lalu mendekapku kembali. “Aku tahu, Pa,” jawabnya.
“Kimmora memiliki trauma? Apa yang sebenarnya terjadi?”
...♥️♥️♥️M.A.S🚗🚗🚗...
...Penasaran? Apa yang terjadi? Yang nebak dia emaknya Kimminah, selamat kalian kena prank!...
Mohon maaf telat updatenya Geng, ini dari semalam jam 12 udah up, tapi nggak lolos² 😭😭😭 mengsedih gengs.
Aku akan up lagi tapi harus ninggalin jejak ya.
Like, Komen, hadiah dan Vote. Nggak bosan-bosan aku ingetin Gengs 😄😄😄
__ADS_1
Okay Scroll bawah Yuk.