Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 31


__ADS_3

Bocil Skip dulu ya!!! Sampai tanda bintang ***


Kamar hotel yang mewah, aroma bunga mawar juga lampu yang sengaja dimatikan oleh Arsen, menambah lengkapnya keromantisan malam ini. Walaupun ini bukan malam pertama kami, tapi ini adalah malam yang indah setelah kami menggelar pesta pernikahan.


Arsen sudah berhasil merebahkan tubuhku dan melepas gaun pengantin yang kupakai. Dengan bibirnya ia terus menciumiku, menghisap bibir bawahku dengan rakus. Satu tangannya menahan berat tubuhnya, sedangkan satu tangan yang lain mere*mas bukitku yang masih terbalut bra.


Arsen lalu melepaskan pakaiannya satu per satu, hingga tak tersisa satu pun. Ya, Arsen sudah polos tak terbalut apapun, sedangkan aku masih mengenakan bra dan kain segitiga.


Lalu, Arsen melepaskan pengait braku dan membuangnya seperti biasa, menyisakan celana segitiga yang membungkus lembah surga kesukaannya. Arsen terus menciumi wajahku, sampai ciuman itu semakin turun dan berhenti di leherku dan menghisapnya.


Puas bermain di leher, ciuman Arsen semakin turun dan kembali berhenti di bukit kembarku, ia kemudian memainkan puncak bukitnya dengan lidahnya, terkadang menghisapnya seakan ia adalah bayi yang kehausan.


Tangan Arsen tak tinggal diam, ia terus bekerja dengan mere*mas bukitku. Aku merasakan lolipop Arsen yang menusuk-nusuk pintu surga di balik satu-satunya kain yang masih melekat di tubuhku.


Cukup lama Arsen bertahan di posisi yang menyiksaku ini. Sampai akhirnya, aku mendorong tubuhnya yang membuatnya terbaring di sampingku. Aku langsung menyerang bibirnya, sambil melepaskan kain segitiga itu dari tubuhku. Setelah berhasil, aku menuntun lolipop Arsen memasuki pintu surga.


Perlahan tapi, lolipop itu masuk sepenuhnya ke dalam milikku. Benda besar dan panjang itu memenuhi lubang surgaku, sampai rasanya menembus dinding pertahananku.


Samar-samar kulihat mata Arsen yang merem melek saat lolipopnya dicengkram kuat oleh otot-ototku. Saat merasa sudah rileks, aku menggerakkan pinggulku naik turun, berputar dan semua gerakan yang membuatku merasakan nikmat.


Kedua tangan Arsen bergerak mere*mas dan sesekali menghisap bukitku yang bergoyang seirama dengan gerakan pinggulku. Arsen membantu dengan mendorong lolipopnya dari bawah, membuatku merasa lolipopnya mentok menabrak rahimku.

__ADS_1


Aku semakin mempercepat gerakanku saat merasa akan meledak dan otot-otot ke*wanitaan itu semakin memeluk erat lolipop Arsen, dan akhirnya aku benar-benar meledak di nirwana.


Arsen akhirnya membalik tubuhku, tanpa melepaskan lolipopnya dari surga kesukaannya.


Arsen kembali memompa tubuhku dengan sangat cepat, sampai akhirnya ia menyemburkan benih-benih kehidupan di dalam rahimku.


Peluh di dahi Arsen menetes dan mengenai keningku. Napasnya tersengal-sengal, tapi ia tersenyum puas. Kemudian, ia mencium bibirku, dan berbisik di telingaku, "Terima kasih, kamu hebat dan selalu memuaskanku."


Aku mengusap rambutnya dengan sayang. "Aku mau lagi," bisikku sambil menjilati telinganya.


*


*


*


Aku terbangun di pagi yang sangat indah. Beberapa kelopak mawar menghiasi rambutku yang tergerai. Semakin sempurna dengan tangan kekar yang melingkar di perutku. Tubuh yang sama polosnya denganku itu terlihat sempurna dengan lengan kekarnya yang masih sama dengan yang pertama kali kulihat empat tahun lalu.


Aku berbalik badan untuk melihatnya yang masih terlelap di alam mimpi. Dia pasti lelah karena terus bekerja semalaman, dan beberapa kali menyiramkan benihnya di rahimku. Lihatlah rambut acak-acakan itu, semakin menyempurnakan setiap pagiku.


Aku mengusap wajahnya yang bersih tanpa jerawat, padahal ia tidak pernah menggunakan skincare apapun selain sabun muka, tetap saja ia selalu tampan.

__ADS_1


Arsen membuka matanya dengan pelan, ia pasti masih sangat mengantuk, tapi istrinya yang cantik ini malah mengganggu tidurnya dengan menusuk-nusuk jari di pipinya.


"Pagi, Sayang," kata Arsen dengan mata yang masih berusaha untuk bangun.


"Pagi juga, aku lapar." Aku merengek, meminta belas kasih pada suamiku yang mungkin masih mengumpulkan kesadarannya.


"Tinggal telpon aja, Sayang," jawabnya malas dan memilih tidur lagi.


"Nggak mau, aku maunya ayam kecap buatan Bi Sri."


"Ibu kan nggak di sini, lagian kita pulangnya masih nanti siang."


"Aku nggak mau, aku maunya sekarang Sayang, aku laper banget pengen makan ayam kecap."


"Iya iya Sayang. Manja banget sih kamu."


♥️♥️♥️


...Manja sama suami nggak papa kali Bang....


Jangan protes ya yang nggak suka adegan lolipop, kasian yang lain demo terus minta lolipop.

__ADS_1


Oke, ritualnya tetep jangan lupa ya seperti biasa.


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2