
Aku terpaku mendengar pertanyaan Papa pada Arsen mengenai trauma yang kumiliki. Aku sendiri tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Kimmora memiliki trauma? Apa yang sebenarnya terjadi?” Tante Sabila sepertinya juga tercengang dengan apa yang diucapkan Papa.
“Apa yang terjadi denganku, Arsen?” Aku menggoyangkan pundak Arsen yang selalu menjadi tempatku bersandar itu.
“Pa?” Arsen tak segera menjawab, ia malah memandang Papa seolah meminta persetujuan dari papaku itu.
Papa tampak berpikir cukup lama. Aku jadi gelisah menunggu jawaban dari Papa.
Hingga akhirnya, Papa buka suara setelah beberapa lama terdiam.
“Baiklah, mungkin memang sudah saatnya Kimmora tahu apa yang sebenarnya terjadi.”
Lalu Papa mulai menceritakan bagaimana masa kecilku, kata Papa aku sangat terobsesi menjadi seperti Mama. Mama yang cantik, Mama yang pintar dandan, Mama yang sangat anggun dan elegan, aku mencoba menirukan semua itu.
Akan tetapi, Papa bilang Mama tidak begitu menyukaiku. Menurut Papa semenjak melahirkan aku, Mama mengalami perubahan fisik yang begitu drastis. Tidak seperti saat melahirkan Kak Darren yang masih membuatnya ramping, Mama berubah menjadi gemuk setelah melahirkan aku.
__ADS_1
Mama dan Papa sering bertengkar, Mama menyalahkan Papa yang menginginkan seorang putri dari Mama, hingga akhirnya keinginan Papa terwujud dengan kelahiranku. Namun, semua itu membuat Mama jadi kehilangan kesempurnaan dirinya.
Mama berusaha keras untuk mengembalikan kesempurnaan fisiknya, bahkan mengabaikanku dan Kak Darren. Awalnya Papa memaklumi karena Mama dulunya seorang artis terkenal, yang setelah menikah karirnya menjadi redup, tapi lama-lama sikap Mama semakin keterlaluan. Hingga puncaknya, Mama meninggalkan rumah bersama pelatih fitnessnya.
Papa kemudian melanjutkan ceritanya, saat malam Mama meninggalkan rumah. Waktu itu usiaku baru menginjak enam tahun, aku berlari mengejar mobil Mama tanpa sepengetahuan orang rumah, kecuali Arsen yang ikut berlari mengejarku. Namun, nasib sial memang benar-benar sedang menimpaku saat itu, sebuah mobil melaju cepat dan menabrakku. Semenjak itu aku kehilangan memori masa kecilku.
Mendengar cerita Papa, aku hanya menangis dalam pelukan Arsen, laki-laki yang ternyata sudah kukenal semenjak kecil. Aku benar-benar tidak menyangka mamaku berperilaku seperti itu.
“Malam itu, langit sedang mendung hitam akan hujan, dan suara petir terus menyambar, saat kamu berlari di jalanan. Kamu begitu cepat berlari sampai aku kesulitan mengejarmu,” kata Arsen. “Aku sangat menyesal saat melihatmu tertabrak di depan mataku,” imbuhnya.
“Sabrina benar-benar bersikap seperti itu?” tanya Tante Sabila. Suaranya yang bergetar sudah membuatku yakin bahwa Tante Sabila juga menangis saat ini.
“Karena itulah, aku sangat menjaga Kimmora, lagi pula Sabrina lebih bahagia dengan kehidupannya sekarang.”
“Kalau saja dulu aku tidak sering mengunjungi Kimmora, mungkin sakit hati Sabrina tidak akan separah itu. Aku sangat ingat, dia pernah begitu membenciku karena aku memiliki tubuh yang sangat dia inginkan. Bodohnya, aku mengakui perasaan cintaku padamu, Mas, saat bertengkar dengan Sabrina. Maafkan aku yang menjadi penyebab keretakan rumah tangga kalian,” kata Tante Sabila yang cukup mengejutkan untukku.
“Tante menyukai suami saudara kembar Tante sendiri?” tanyaku pada Tante Sabila, setelah aku melepas pelukan dari tubuh Arsen.
__ADS_1
“Iya, Kimmora, dulu sebelum Papa dan Mama kamu menikah, Tante sudah menyukai papamu sejak lama," kata Tante Sabila.
Jadi, Mama meninggalkan Papa, salah satu alasannya adalah Tante Sabila.
“Saat melihatmu di kafe milik suami tante, tante sangat yakin kamu adalah Kimmora yang waktu kecil sering tante gendong."
Aku mengamati wajah Tante Sabila yang sangat cantik, pasti mama juga secantik itu. Sekarang, aku sudah tidak ada niat untuk mencari tahu di mana keberadaan Mama lagi.
...♥️♥️♥️M.A.S🚗🚗🚗...
...Nyesek banget hidupmu Kim, maafkan aku ya Kim. Kita mellow sebentar aja. Nyesek nggak sih gays?...
Ya sudahlah, aku up 2 bab aja, jangan banyak-banyak nanti gumoh.
Okay, ritual jejak dulu, Like, Komen, Hadiah, dan Vote.
Sampai jumpa minggu depan 👋👋👋
__ADS_1