Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 66


__ADS_3

Aku sudah meninggalkan kafe tempat kami makan es krim bersama Nana. Gadis itu mendadak jadi menyebalkan saat mencurigai dan Arsen yang pernah menjadi mantan pacar Dion dan Yumna.


"Kim, please dong maafin gue!" Nana berteriak sambil berlari mengejarku yang sudah menuruni eskalator.


"Kim, lo beneran marah sama gue?" tanya Nana yang kini sudah berdiri di sampingku.


Aku menatap ke bawah, ada beberapa pengunjung mal yang sedang mengantri untuk membeli minuman es khas Thailand. Rasanya lebih menyenangkan melihat mereka daripada melihat Nana yang menyebalkan.


Sebenarnya bukan marah atau benci, tapi lebih ke perasaan kecewa yang saat ini aku rasakan untuk sahabatku itu. Ah, mungkin aku memang ingin sendiri dulu.


"Kim, jangan gini dong, masa lo gitu aja ngambek sih!"


"Gue mau pulang sendiri Na, lo jangan ikutin gue," cegah ku saat kami turun dari tangga berjalan itu.


"Kalau ada apa-apa sama lo, gue yang disalahin sama suami dan keluarga lo Kim! Gue anter pulang ya, setelah itu terserah deh kalau lo mau marah lagi sama gue!" kata Nana yang membuatku menurut. Berjalan menuju mobil Nana, karena aku sudah lama tidak membawa mobil sendiri.


Sampai di parkiran, aku berusaha membuka mobil yang kemudian membunyikan alarmnya. Seketika beberapa orang menoleh padaku yang kini menata kesal pada sahabatku yang masih berjalan di belakangku.


"Kayaknya bad mood bikin lo nggak sabaran ya, Kim." Nana membukakan pintu mobil yang sudah tidak terkunci itu.


Aku tidak mengacuhkan ocehannya, dan melenggang masuk ke mobil, duduk diam memakai sabuk pengaman. Nana berputar lalu duduk di belakang kemudi, dan menjalankan mobilnya.


"Lo nggak pengen cilok depan SMA kita dulu, Kim? Kemaren gue lewat dan beli, rasanya masih enak banget loh!" kata Nana yang masih tidak kupedulikan.


Dia memang sangat tahu, kalau aku sangat menyukai jajanan itu saat kami sekolah.


"Pas nikahan gue, katanya Seza pulang juga. Pasti asik ya, kalau kita liburan berempat sama pasangan kita?" Nana terus saja mengoceh meski ku abaikan.

__ADS_1


Seza itu sahabat kami yang melanjutkan kuliah di California. Sudah sangat lama kami tidak bertemu. Namun, apa si Markonah ini lupa? Saat ia menikah pasti aku sudah hamil tua, mau liburan ke mana coba?


Selama perjalanan, Nana terus saja bercerita. Banyak sekali yang ia bicarakan, tanpa satu pun yang kujawab. Aku memang begini kalau sudah ngambek dengannya, palingan sehari dua hari aku juga sudah biasa. Hanya saja, saat ini aku malas bicara dengan Nana.


Mobil berhenti di depan gerbang rumahku. Terlihat Oma yang sedang menyiram tanaman palem di halaman luar rumah.


"Makasih." Aku langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari Nana.


"Oma, apa kabar?" Nana ikut turun lalu menghampiri Oma.


"Eh, Markonah, masuk yuk!" kata Oma menyambut calon cucu menantunya.


Mobil Arsen masuk ke halaman rumah. Jam segini tumben sekali dia sudah pulang.


"Tumben Arsen udah pulang?" kata Oma.


"Pas banget kamu udah pulang," kata Arsen yang kemudian merangkul pinggangku dan mengecup kepalaku.


"Masuk yuk aku capek!"


"Itu ada Nana."


"Biarin aja."


Kami pun masuk rumah, Nana dan Oma duduk di ruang keluarga, sedangkan aku langsung menarik tubuh Arsen untuk masuk ke dalam kamar.


"Kenapa? Kalian berantem ya?" tebak Arsen setelah menutup pintu kamar.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk lalu memeluknya. Menghirup aroma tubuh Arsen saat pulang kerja, membuatku merasa seperti kecanduan.


"Kenapa sih Sayang?"


"Nggak papa, males aja sama dia. Kok kamu pulang cepet, tumben!" Aku mengganti topik pembicaraan karena malas menceritakan apa yang terjadi antara aku dan Nana di mal tadi.


"Iya, Sayang. Besok aku harus ke Bali buat kunjungan rutin ke resort sama papa," kata Arsen.


"Aku ikut ya?"


"Sayang, aku cuma bentar kok, dua hari doang, lusa udah di rumah. Kamu nanti kecapean, kasihan Baby kita." Arsen mengusap perutku yang langsung merespon dengan gerakannya. Kemudian Arsen berdiri dengan lututnya tepat di hadapan perutku. "Anak Daddy di rumah sama Mommy ya, jagain Mommy. Nanti Daddy tengokin boleh nggak?" Arsen menatapku dari bawah.


Aku hanya tersenyum dan mengangguk.


♥️♥️♥️


...Si Kikim iya iya aja sih, jual mahal kek Kim 🤣🤣🤣...


Selamat sore.


Jangan lupa jempolnya diangkat semua.


Kalau komennya rame nanti malam aku up lagi, spesial nganu-nganu. Tapi nggak janji sih 🤭🤭🤭


Jangan lupa ritualnya. WAJIB!


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2