Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 60


__ADS_3

“Bukan Dok, maksud kami, kami ingin menunda memiliki anak.”


Dokter Nayla memandangku dan Arsen bergantian.


"Emm, kontra-sepsi itu ada dampaknya bagi kesuburan, jika nanti benar-benar yakin menunda kehamilan, pemulihan kesuburan juga akan terganggu dan akan memakan waktu, tidak bisa langsung kembali normal setelah memutuskan berhenti," jelas Dokter Nayla.


Aku sudah sangat yakin untuk menundanya, lagi pula siapa yang akan mengurusi bayi sambil kuliah. Tidak, apapun yang terjadi, aku tidak akan berubah pikiran.


"Kami tetap akan menundanya, Dok. Kami belum siap dengan anak, karena kami masih sangat muda. Kami takut nanti anak kami tidak akan terawat. Jadi, bisakah kami menunda kehamilan untuk saat ini?"


Arsen memandangku, jemari tangannya meraih tangan kananku.


"Tolong beri kami saran yang terbaik, setidaknya untuk empat tahun yang akan datang kami akan menundanya dulu." Arsen ikut bersuara.


Rasanya cukup lega saat Arsen ikut meyakinkan dokter itu bahwa kami memang belum berencana memiliki anak.


Kemudian, Dokter Nayla menjelaskan berbagai jenis kontra-sepsi, efek samping dan juga pengaruhnya pada kesuburan.


"Jadi, bagaimana?" tanya Dokter Nayla.


Aku dan Arsen saling pandang, aku sudah memiliki pandangan, mana yang aku pilih dan menurutku efektif, tapi Arsen pasti punya pilihannya sendiri.


"Kalau IUD pemulihan kesuburan lebih cepat ya, Dok?" tanya Arsen.


Kenapa dia memilih itu, Dokter Nayla bilang kan akan berpengaruh dengan menstruasi yang bisa saja lebih menyakitkan. Arsen tidak tahu sih bagaimana sakitnya menstruasi.

__ADS_1


"Benar, Pak. Namun, beberapa suami mengeluhkan tidak nyaman saat berhubungan karena alatnya terpasang di rahim." Dokter Nayla menunjukkan gambar-gambar tentang kontra-sepsi IUD.


Raut wajah Arsen seketika berubah, dia memandangku dengan tatapan yang sulit aku artikan. Mungkin saja dia tidak ingin merasakan ketidaknyamanan yang dimaksud oleh Dokter Nayla.


"Kalau susuk itu dipasang di lengan, 'kan Dok?" tanyaku. Aku lebih tertarik dengan jenis ini.


"Benar, tapi itu juga bersifat hormonal, bisa berpengaruh dengan mood, berat badan, dan setelah lepas juga akan butuh waktu untuk pemulihan kesuburan," jelas Dokter Nayla.


"Apa saya akan semakin cantik jika memakai susuk?" Aku melebarkan mata dan juga menarik senyumku lebih lebar.


Membayangkan wajahku yang akan semakin cantik karena susuk, pasti Arsen akan semakin tergila-gila denganku.


"Kimmy, itu bukan susuk yang seperti itu," bisik Arsen.


Laki-laki itu menggenggam tanganku dengan erat, membuatku memandangnya dengan tatapan kesal. Membuyarkan imajinasiku saja!


Aku memang sangat cantik, dan Dokter Nayla itu satu dari sekian banyak wanita yang mengatakan aku cantik. Kalau laki-laki sudah tidak bisa kuingat berapa banyaknya.


"Ya, walaupun tidak menambah kecantikan saya, saya pilih itu saja," kataku. "Menurutmu bagaimana, Oppa?" Aku memandang wajah Arsen yang juga sedang memandangku.


"Terserah kamu saja, kalau aku yang penting enak."


Aku tersenyum mendengar jawaban Arsen, dan akhirnya Dokter Nayla melakukan beberapa tes kesehatan untukku, termasuk tes kehamilan juga.


Setelah semuanya aman, Dokter Nayla mulai melakukan prosedurnya. Aku membaringkan tubuhku di atas brankar, sedangkan Arsen dengan setia menemani di sampingku. Aku melihat gerak gerik Dokter Nayla yang dibantu oleh perawat sedang mempersiapkan segala peralatannya.

__ADS_1


Aku memejamkan mataku saat dokter itu menyuntikkan obat bi*us ke lengan kiriku, aku sedikit mengernyit sakit saat Dokter Nayla memberi jalan untuk memasukkan dua buah tabung plastik sebesar batang korek api yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan.


Setelah memastikan dua tabung plastik itu terpasang dengan sempurna, Dokter Nayla menutupnya dengan kasa dan plastik perekat kecil supaya tidak ada sedikitpun celah yang bisa dimasuki air, dan bekasnya segera mengering.


Setelah semua prosedur pemasangan selesai, aku diperbolehkan pulang dan diminta kembali tiga hari lagi, tapi Dokter Nayla tetap menyarankan untuk memakai pengaman sampai mendapatkan menstruasi berikutnya.


“Setelah masa berlakunya habis, kamu nggak usah pasang lagi ya, aku nggak tega lihatnya,” kata Arsen saat kami sudah berada dalam perjalanan pulang ke rumah Papa.


“Kalau lihat begitu saja kamu nggak tega, terus gimana kalau nanti aku hamil lalu melahirkan, Oppa?”


Beberapa hari lalu aku sempat mencari tahu di internet apa saja yang dialami wanita hamil, dan bagaimana rasanya melahirkan. Itu sebabnya aku semakin yakin untuk menunda kehamilan sebelum aku benar-benar siap.


🌹🌹🌹


...Uh, Bang Arsen kan ngertinya cuma enak pas bikinnya aja Kim 😅😅😅...


Hai hai, Othor sholehah yang paling polos se NT ini balik lagi, dilarang protes.


Okay, aku baca sebagian komentar kalian yang minta Kimmy hamil, sepertinya harus sabar ya, karena Othor mau fokus dengan teka teki Kimmy dan Arsen, masih Othor korek-korek ini ke Babang Arsen, Kan Othor istri keduanya. Dilarang sirik!


Jadi, Gengs, sayang-sayangnya Kimmy, ikuti saja ya alur yang Othor buat, kalau hamil sekarang, besok tamat. Emangnya mau?


Yaudah sekian ceramah singkat dari Othor. Yang nunggu ehem-ehem, nanti ya setelah lolos kontrak, So aku minta doa dan dukungan dari kalian semua.


Jangan lupa Ritual Jejaknya, Like, Komen, Hadiah, dan Vote.

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 👋👋👋 , otewe ngetik bab 61, mau upload hari ini juga. Tungguin ya.


__ADS_2