Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 114


__ADS_3

Siang ini, aku dan bayi-bayiku sudah diizinkan pulang setelah kami dinyatakan sehat. Xavier sudah menyambut di teras rumah saat mobil kami sampai.


"Mommie, mommie." Ia berlari sampai Mbak Dian yang mengasuhnya kewalahan.


"Anak Mommie, pinternya. Yuk masuk yuk," ajakku sambil menggandeng tangannya yang mungil.


"Mommie baby, mommie baby," teriaknya seraya menunjuk adik-adiknya yang ada di gendongan babby sitter. Aku dan Arsen memang sudah sepakat untuk meminta bantuan baby sitter setelah melihat reaksi Xavier yang sangat posesif.


"Baby adiknya Xavier, sekarang panggilnya Kakak Xavier, jangan nakal sama adik-adik baby ya," balasku sambil menuntun langkah kecilnya.


"Yes Mommie." Xavier mengangguk patuh.


Akhirnya, kami duduk di ruang tengah yang cukup luas untuk menampung seluruh keluarga. Beberapa teman dan kerabat mulai berdatangan untuk menengok bayi kembarku. Si kembar tiga, Leonel, Valencia dan Elleana juga datang menengok saudar mereka, rumah terasa ramai dengan suara bayi-bayi yang saling bersahutan dengan tangisan twins baby.


"Siapa namanya Kim?" tanya Dera yang baru beberapa bulan menjadi ibu.


"Siapa Dad?" Aku balik bertanya pada Arsen yang duduk di sampingku.


"Namanya, Yukina dan Zalina. Semoga anakku cuma tiga aja, Xavier, Yukina, dan Zalina," kata Arsen. Ia mencium puncak kepalaku setelah mengatakannya.


"Anak tiga romantisnya tetep ya, Kak," komentar Dera.


"Harus, romantis itu nggak masalah anak berapa, umur berapa, kalau bisa romantis tiap hari malah bagus kan?"


Ya, begitulah Arsen yang selalu ingin menunjukkan rasa cintanya di setiap waktu.


...****************...

__ADS_1


Waktu tidak akan bisa berputar kembali, begitu pun dengan wajah menggemaskan ketiga anak kami yang mungkin akan berubah ketika dewasa nanti. Untuk itulah, aku dan Arsen sengaja memanggil fotografer profesional untuk mengabadikan potret kami berlima, terutama ketiga buah hati kami.


Si kembar yang tidur lelap lebih mudah diatur daripada Xavier yang sedang aktif-aktifnya. Butuh perjuangan dan rayuan maut untuk bisa membujuk Xavier supaya mau dekat dengan kedua adiknya, apalagi jika berpose sendirian.


"Udah biarin aja, dia maunya gimana, kayaknya Xavier emang nggak suka difoto," kata Arsen.


"Ya udah deh, hari ini cukup ini aja fotonya, kapan-kapan kita foto lagi, oke Xavie." Aku menangkap tubuh Xavier dan memangkunya.


"No no no." Ia menggeleng cepat, benar-benar tidak mau difoto.


"Oke, mommie fotonya sama baby twins aja, Xavier sama Daddy, mau?"


"No no no." Lagi-lagi ia menggeleng tidak mau.


Kalau sudah begini, aku pun menyerah dan membiarkan Xavier, nanti saat dia sudah tenang, baru aku akan berusaha membujuknya lagi.


...****************...


"Kenapa?" Arsen tiba-tiba merangkulku, lalu menghapus air mataku.


"Nggak nyangka aja, sekarang kita udah semakin tua, anak kita udah tiga." Aku menyandarkan tubuh pada Arsen. Tetesan air masih keluar dari mataku.


"Kita menua bersama, bahagia bersama, sedih bersama, hanya maut yang akan memisahkan kita, Sayang." Arsen mengeratkan pelukannya.


"Aku tahu, sampai kapan pun, tidak akan ada yang bisa mengalahkan cinta kita, selamanya aku ingin menjadi istrimu."


"Kamu akan menjadi istriku selamanya, cinta sejatiku selamanya."

__ADS_1


"Terima kasih, karena kamu sudah hadir dan merubahku menjadi lebih baik."


Arsen melepaskan pelukannya dariku. "Semua manusia bisa berubah itu karena hatinya, kamu berubah bukan karena aku, tapi karena memang kamu wanita baik, Sayang."


"Benarkah?"


"Tentu saja, makanya aku mencintai kamu," kata Arsen. Ia mencubit pipiku, membuyarkan suasana haru yang baru saja kami ciptakan.


"Ih, Oppa."


"Kamu udah selesai kan? Kapan aku bisa buka puasa?" tanyanya.


"Dari kemarin juga udah bisa sebenarnya," jawabku.


"Loh, kok kamu nggak bilang-bilang sih?"


"Sengaja biar kamu makin tahan puasanya."


"Awas ya kamu Mom, aku akan buat kamu menjerit minta ampun pokoknya." Arsen mulai menciumi leherku dengan paksa, membuatku geli dan terus tertawa, untung saja kedua bayi kami tidak terganggu.


Begitulah, kisahku yang menikahi anak sopir papa. Karena dia, aku merasakan sempurnanya menjadi wanita. Aku mencintaimu, Rafandra Arsenio.


❤❤❤TAMAT❤❤❤


Sampai ketemu di judul selanjutnya, jangan lupa mampir ke novel baruku judulnya AYRAFKA. Insya Allah nanti ada give away juga di sana.


Terima kasih semuanya, untuk dukungan yang luar biasa selama ini, sampai detik ini. Sarangeo.

__ADS_1


Jangan hapus dulu dari rak favorite, karena Insya Allah aku kasih ekstra part, kalau masih ada yang mau baca sih, part Xavier SD mungkin ya 😍😍😍


__ADS_2