Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 63


__ADS_3

Wanita pemilik cabai ini ternyata adalah teman arisan Mama Nisa, sedangkan suaminya adalah teman masa muda Papa. Pada akhirnya aku diizinkan untuk memetik buah cabai itu, dan Arsen tidak jadi mengeluarkan uang lima juta hanya untuk membeli cabai.


Beberapa buah cabai berhasil kupetik, dan bentuknya benar-benar menggemaskan. Arsen menemaniku memetik langsung cabe yang kata Tante Liana bernama red peter ini dari pohonnya. Sedangkan Papa dan Mama ngobrol santai sambil memperhatikanku yang sibuk memetik cabe bersama Arsen.


"Lolipop dulu pas kamu masih kecil apa bentuknya juga seperti ini?" tanyaku yang membuat Arsen mengerutkan dahinya.


"Aku udah nebak, dari tadi kamu tertarik sama cabe ini karena bentuknya yang mirip lolipop kan?" Arsen balik bertanya.


Aku memukul lengannya pelan sambil tersenyum-senyum.


"Iya jelaslah, makanya aku tanya, pas kecil dulu apa lolipop juga begini bentuknya?"


"Ya kayak cabe biasa, kan belum disunat." Arsen mengacak rambutku.


"Ih ...."


Arsen tersenyum lalu mengajakku bergabung bersama Mama Papa yang duduk di teras bersama pemilik rumah.


"Sudah selesai memakainya?" tanya Papa Raffi.


"Sudah Pa, sudah habis tinggal yang masih muda aja." Aku menunjukkan pada mereka cabai yang berhasil aku petik.


Papa dan temannya terlihat kaget, mungkin mereka tidak mengira kalau cabai yang aku inginkan bentuknya sangat aneh.


"Mama punya tanaman kayak gini?" tanya laki-laki pemilik rumah pada istrinya.


"Dikasih Lusi, Pa. Ada juga yang belum berbuah," jawab wanita bernama Liana itu.


Aku dan Arsen ikut duduk bersama mereka untuk mengobrol. Ternyata, suami Tante Liana ini dulunya teman kuliah Papa, dan Papa juga pernah membantu bisnis mereka.

__ADS_1


Tanpa terasa, kami mengobrol cukup lama, dan tiba saatnya kami untuk pamit pulang. Tante Liana memberiku dua bibit cabai untuk ditanam di rumah, satu berjenis sama dengan yang tadi aku petik, dan satu lagi sudah berbuah dengan warna yang unik seperti pelangi.


*


*


*


"Kalian joging lama sekali," seru Oma saat kami memasuki rumah. "Loh, Pak Raffi, Bu Nisa juga datang."


"Iya, Nyonya. Tadinya kami berkunjung sambil mengantar bolu buatan mamanya Arsen, kesukaan Kimmy," ucap Papa yang kemudian menyalami Oma.


"Masuk dulu yuk Pak Raffi, Bu Nisa. Lastri, bikin minum ya!" perintah Oma sambil berjalan ke dapur.


"Silakan duduk Pa, Ma," ucapku sambil duduk di sofa keluarga.


Papa dan Mama lalu duduk bersamaku, sementara Arsen sibuk membawa tanaman cabe pemberian Tante Liana.


"Aku metik ini Oma." Aku menunjukkan cabai unik hasilku memetik tadi. "Lucu ya Oma."


"Astaga, ini kamu ngidam apa doyan? Amit-amit jabang bayi." Oma mengelus-elus perutku. "Dedek kalau sudah lahir jangan me*sum kayak Mommy Daddy ya."


Papa Raffi dan Mama Nisa tertawa mendengar ocehan Oma.


"Oma, ini tu namanya unik, jangan bikin malu aku di depan mertuaku Oma," ucapku sambil mencebik.


"Kim, emangnya mau kamu apakan cabai itu?" tanya Mama Nisa.


"Em, nanti aja, Ma. Sekarang aku mau puas-puasin dulu pegangnya."

__ADS_1


*


*


*


Mama dan Papa sudah pulang karena ada urusan. Aku dan Arsen juga Oma baru saja selesai makan siang.


"Wah, Lastri bikin tahu gorengnya enak banget, cocol sambal kecap enak ini, Las," kata Oma sambil berlalu ke dapur. "Kim, cabe kamu Oma ulek ya, boleh nggak?"


"Jangan!" cegahku sambil berteriak. "Aku mau lihat Kak Arsen makan cabe ini sama tahu goreng."


"Uhuk uhuk uhuk." Arsen tersedak air saat minum.


"Pelan-pelan dong, Dad." Aku mengisi gelas Arsen yang telah kosong dengan air putih.


"Sayang, kamu cuma bercanda kan nyuruh aku makan itu?" tanya Arsen dengan tatapan protes.


"Seriuslah, kenapa? Kamu keberatan?"


Kata Tante Liana, cabai ini sangat pedas. Apa Arsen keberatan karena rasanya yang sangat pedas? Atau jangan-jangan dia membayangkan lolipopnya saat memakan cabai unik itu?


♥️♥️♥️


...Kebayang lolipopnya lah Kim, tega banget nyuruh Oppa makan begituan 🤣🤣🤣...


...Sabar ya Oppa, demi Baby cabe 🤣🤣...


Jangan lupa ritualnya, kalau lupa, aku suruh gantiin Arsen makan cabe loh 🤭🤭🤭

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2