Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 104


__ADS_3

Pagi yang cerah mengawali hari kami seperti biasa. Aku menyiapkan semua keperluan Arsen saja, karena sekarang sudah ada Mbak Dian yang mengurusi keperluan Xavier. Bayi sepuluh bulan itu masih tidur bersama mommy daddynya karena aku dan Arsen memang sengaja ingin tidur bersama anak kami.


Aku menyerahkan Xavier untuk diurus Mbak Dia setelah pria kecil itu bangun tidur, lalu aku menyiapkan sarapan untuk Arsen karena dia memang lebih suka makan masakanku.


Usai sarapan, seperti rencana Arsen, kami akan berlibur selama dua hari di pantai yang telah Arsen siapkan.


Ada rasa tidak tega saat akan pergi tanpa Xavier, aku pasti akan merindukan tingkah lucunya di sana.


"Udah, nggak usah cemas, ada kita semua yang jagain Xavier, kalian nikmati aja liburan kalian. Kabari kalau ada apa-apa," kata Mama saat aku masih enggan melepaskan Xavier dari gendongan.


"Titip Xavier ya Ma." Aku akhirnya mengalah dan memberikan Xavier pada omanya. "Xavi, mommy tinggal dulu ya, baik-baik sama Oma, jangan bikin masalah!" Aku mencium kening dan pipi gembul Xavier yang kini ada dalam gendongan Mama.


"Iya. Pokoknya kamu happy-happy aja di sana."


"Kita pergi dulu Ma. Dadah Xavier."


...****************...


"Kamu senang kan bisa liburan?" tanya Arsen saat mobil kami sudah meninggalkan rumah.


"Seneng lah, tapi aku kepikiran sama Xavier," jawabku. Aku menunduk dan menatap foto Xavier yang menjadi wallpaper di ponselku.


"Kapan-kapan kita ajak Xavier juga. Untuk saat ini kita berdua dulu. Karena aku mau kamu benar-benar menikmati liburan kita," kata Arsen.

__ADS_1


Aku mengangguk dan menatap jendela, menatap deretan toko yang bergerak cepat seiring dengan laju mobil yang dikemudikan Arsen. Ini pertama kalinya aku meninggalkan Xavier, perasaanku sungguh tidak tega karena semenjak kelahirannya kami tidak pernah berpisah sehari pun.


"Mau mampir ke minimarket nggak?" tanya Arsen yang membuatku menoleh dan menatapnya. "Aku beliin kinderjoy."


Aku tertawa mendengar kata-kata Arsen itu. Ternyata sampai sekarang dia masih kesukaanku.


Kami mampir di minimarket sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.


"Kamu tahu nggak, kenapa aku ajak kamu liburan?" tanya Arsen.


Aku menyuapi Arsen roti rasa coklat yang kami beli di minimarket tadi.


"Kenapa?"


"Karena aku kangen berduaan sama kamu. Lima tahun kita nikah, tiga tahun LDR, dan langsung punya Xavier rasanya aku bener-bener kangen berduaan sama kamu," jawab Arsen yang terdengar jujur.


"Jaddi, ceritanya kamu nyulik aku dari Xavier gitu, Dad?"


"Iya, apalagi kita akan bertambah anak, pasti sangat sulit waktu berdua kita selain malam hari. Kamu nggak marah 'kan?"


Meskipun sebenarnya apa yang dikatakan Arsen terdengar egois, tapi aku juga tidak bisa menyalahkannya. Aku tetap menghargai keujuran dan usahanya.


"Nggak kok, kenapa marah? Sepertinya aku memang butuh liburan, dan kita butuh pacaran." Aku kembali menyuapkan sepotong roti yang kami maka berdua. Kalau saja Arsen tidak rutin olahraga, aku yakin perutnya juga aka sama buncitnya denganku saat ini.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Kimmora."


...****************...


Kami telah sampai di villa yang sudah dipesan oleh Arsen, Sebuh villa dengan dua kamar tidur ini cukup nyaman untuk kami tinggali selama dua hari ke depan.


Setelah mendapat kunci villa, Arsen langsung menyuruhku beristirahat di kamar, karena perjalanan dua setengah jam itu cukup melelahkan bagiku.


"Tidurlah, aku akan membuatkan makan siang untukmu," kata Arsen setelah ia membantuku rebahan di kamar.


"Kamu mau masak?" tanyaku.


"Hem. Aku sudah menyuruh mereka menyiapkan keperluannya, dua hari ini aku akan menjadikanmu ratu, dan aku akan menjadi pelayanmu." Arsen mengedipkan matanya dengan genit.


❀❀❀


Kok aku nggak diajak ya sama Oppa Sen sen 😭😭😭


Oh iya lupa, aku dah nikah sama Mas Kai πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ


Aku nggak minta apapun sama kalian gaess, cukup sayangi aku dan jangan tinggalin aku aja πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ


Eh, minta jempolnya dikit boleh kan ya..

__ADS_1


__ADS_2