Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 48


__ADS_3

Arsen sudah berangkat ke kantor bersama Papa dan Kak Darren yang sudah mulai berjalan normal. Sedangkan aku di rumah bersama Mama dan Oma yang sibuk bergantian mengawasiku.


Sebenarnya, ada keuntungannya juga mereka berdua memperhatikanku dengan berlebihan seperti saat ini. Mama sudah menyiapkan camilan untukku, Oma juga tidak marah saat aku tidak mencuci piring setelah makan.


"Ma, aku mau jalan-jalan ke mal, boleh ya. Aku bosen banget di rumah, Ma." Aku meminta izin pada Mama karena Arsen pasti tidak akan mengizinkanku.


Aku benar-benar bosan di rumah terus. Rasanya aku sudah merindukan suasana ramai dan bertemu banyak orang.


"Sama siapa? Mama mau ada arisan loh, sama Oma aja, gimana?" Mama memberiku pilihan yang tidak mungkin aku pilih.


Masa iya, jalan-jalan ke mal sama Oma sih. Memalukan sekali!


"Daripada sama Oma, mending sama Nana aja, Ma. Nanti baru diajak sekali putaran, Oma udah nggak kuat jalan, malah merepotkan." Saat ini Oma sedang tidak ada di sampingku.


"Ya udah, kamu telepon Nana dulu, suruh dia ke sini," jawab Mama yang akhirnya menjadi tiketku keluar dari rumah.


"Oke, Ma." Kemudian aku mengirimkan pesan pada Nana untuk menjemputku di rumah.


Keberuntunganku hari ini sedang tinggi sepertinya, buktinya Nana langsung menyetujui dan langsung jalan ke rumahku. Aku pun bersiap-siap untuk menyambut hari bebasku.


Setelah mandi dan bersiap-siap, aku menunggu Nana di ruang keluarga, dan mendengarkan ocehan Oma yang tidak ikhlas aku keluar rumah. Untung saja, Mama mau membelaku, meski akhirnya aku harus izin dulu pada Arsen.


Tak lama, Gadis Cerewet itu pun datang. “Kim, lo nggak apa-apa keluar, emang Kak Arsen udah ngijinin?” tanya Nana saat masuk ke rumah keluarga. Mama dan Oma juga ada di sampingku.


“Udah, nggak apa-apa, yang penting kita nanti harus hati-hati,” jawabku sambil berdiri dan mengajaknya pergi. “Aku berangkat dulu, Ma.”


Mama tersenyum, sedangkan Oma masih menggerutu.


*


*

__ADS_1


*


Aku dan Nana akhirnya sampai di mal saat jam makan siang, dan tentu saja suasananya sangat ramai.


Aku dan Nana sudah ada janji dengan sahabatku Dara. Gadis itu sedang patah hati sekarang karena pacarnya menikah dengan wanita yang dijodohkan orang tuanya secara tiba-tiba.


Dara sudah menunggu kami di restoran ayam cepat saji, lalu aku dan Nana pun menghampirinya.


“Dara,” sapaku.


“Kim.” Gadis itu langsung menghambur dalam pelukanku. Pasti saat ini dia sangat membutuhkan sahabat-sahabatnya.


“Tenang, Dar, lo nggak sendirian. Gue yakin Tuhan pasti akan memberikan laki-laki yang terbaik buat lo.” Aku membalas pelukan Dara.


“Dar, nanti kita cuci mata, siapa tahu ketemu sama yang cocok buat kamu, ya kan,” kata Nana dengan santainya.


“Lo pikir bisa segampang itu, Na. Emangnya lo, bisa dengan gampangnya suka sama Kak Darren,” sahut Dara tidak terima.


Kemudian, kami memesan makanan dan kembali saling berbagi cerita.


“Kimmora.”Tiba-tiba seseorang memanggil namaku.


Secara refleks aku menoleh padanya. Pak Kaisar kenapa dia di sini?


“Boleh gabung nggak?” tanya Pak Kaisar padaku.


Nana mengangguk, diikuti Dara yang juga tidak berkedip saat melihat Pak Kaisar.


“Pak Kaisar ngapain di sini?” tanyaku waspada, kalau Arsen tahu, bisa-bisa mereka kembali babak belur seperti malam itu.


“Aku tadi habis ngecek-ngecek aja, mewakili Pak Zayn, terus lihat kamu jadi ingat aku belum makan. Kamu jangan panggil aku ‘pak’ dong, aku masih seumuran suamimu kok,” jawab Pak Kaisar.

__ADS_1


“Kim, dia siapa?” tanya Dara yang kini tidak lagi terlihat bersedih.


“Hai, aku Kaisar, temannya Kimmora.” Pak Kaisar berkenalan dengan Nana dan Dera.


Sejak kapan aku menjadi temanya?


“Oh, ya. Ngomong-ngomong ada yang jomblo nggak?” tanya Pak Kaisar pada dua sahabatku.


“Aku jomblo,” jawab Dara.


“Aku ….”


“Apa? Mau aku laporin Kak Darren?” tanyaku setengah mengancam.


“Aku udah punya calon suami.” Nana melanjutkan ucapannya yang tadi aku potong.


“Kalau begitu, yang jomblo cuma Dara ya? Boleh dong aku jadi pacar kamu biar kita sama-sama nggak  jomblo lagi.”


Apa? Terang-terangan sekali Pak Kaisar ini. Apa hubungan itu bisa dirajut semudah itu?


♥️♥️♥️


...Othor mau comblangin Kaisar sama Dara. Dara loh ya, bukan Dera. Dara ini sahabatnya Kimmy, ingat kan?...


...Cocok nggak kira-kira, biar Kai nggak JoNes lagi. Ntar ketuker nggak ya, sama istri bosnya? 😅😅😅...


Aku udah up 2 bab ya. Walaupun pendek 😅😅


Tinggalkan jejaknya jangan lupa🥰🥰


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2