
Pagi pertamaku setelah kembali dari Jepang, dimulai dengan memandang wajah cantik yang masih terlelap dalam dekapanku. Kecantikannya benar-benar alami, tanpa riasan apapun dia tetap mengagumkan, apalagi saat polos tanpa selembar kain seperti ini. Ah, rasanya benar-benar beruntung memilikinya.
Aku masih ingat, saat dulu aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, bahkan aku sampai rela menunggu di luar gerbang sekolah, meskipun aku hanya bisa melihat wajah cantiknya di balik kaca mobil.
Bapakku bekerja sebagai sopir di rumah papanya, tapi karena trauma yang dia miliki, aku harus menjauh dari Kimmora, dan tidak lagi muncul di hadapannya.
Saat masuk SMA, aku memohon kepada Bapak untuk tinggal di ibu kota supaya aku bisa melihatnya dari kejauhan. Aku bekerja dengan keras saat aku tahu dia berpacaran dengan laki-laki kaya, sampai akhirnya aku harus menyerah dan menjauhinya saat aku sadar aku ini siapa.
Dua tahun aku berusaha melupakan Kimmora, dan mulai menjalin hubungan dengan wanita lain bernama Yumna. Yumna memang cantik, tapi tetap saja dia tidak bisa menggeser posisi Kimmora di hatiku. Dua tahun bersamanya, yang aku lakukan hanya berpura-pura mencintainya.
Aku memang sangat jahat, tapi dari awal Yumna tahu itu, bahwa wanita yang kucintai bukanlah dia. Hanya saja, dia tidak pernah tahu siapa orangnya, karena aku tidak pernah menceritakan tentang Kimmora pada siapapun.
Hingga suatu ketika, Pak Ardy, ayah kandung Kimmora datang menemuiku secara pribadi. Beliau tahu perasaanku pada Kimmora yang selama ini kupendam, dan entah karena angin apa, Pak Ardy memintaku untuk menikahi Kimmora putrinya.
Awalnya aku menolak, karena aku tahu Kimmora tidak mungkin menerimaku sebagai suami, meski aku sangat mencintai dia. Namun, pada akhirnya Pak Ardy berhasil meyakinkanku untuk setuju, dan akhirnya kami benar-benar menikah. Tentu saja, Kimmora memberikan syarat yang memberatkanku.
Di awal pernikahan kami memang sangat rumit. Kimmora secara terang-terangan mengakui hubungannya dengan sahabatku. Sebagai suami aku tentu sangat marah, tapi aku tidak pernah meluapkan emosiku padanya, karena aku sadar, Kimmora menikahiku juga karena terpaksa. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan bukan?
Seiring waktu, hubungan kami mulai membaik, mungkin karena seringnya kami bersama. Sampai akhirnya Kimmora bisa menerimaku sebagai suami dan membuatku semakin dalam mencintainya.
Saat ini, aku tidak peduli dengan yang lainnya, asalkan Kimmora bahagia, apapun akan kulakukan.
__ADS_1
****
"Oppa, hari ini antarkan aku ke kantor ya," rengeknya saat ia baru saja bersiap dengan pakaian formalnya.
Dia menggemaskan sekali dengan atasan merah muda lengan panjang, juga rok coklat di bawah lutut.
"Naik motor?" tanyaku berniat menggodanya.
"Oppa. Aku kan pakai rok."
"Makanya pakai celana, Sayang."
***
"Kamu kesiangan lagi, Kim?" tanya Oma yang sudah selesai makan, sementara Kimmy terlihat buru-buru menghabiskan makannya.
"Iya Oma. Biasalah, suamiku masih kangen, jadi lembur sampai lewat tengah malam," jawab Kimmy yang membuatku tersedak.
Pembicaraan yang mengarah ke ranjang saat di meja makan, bukankah itu cukup memalukan?
Yang lain langsung menatapku, sedangkan Kimmy sibuk mengambilkan air putih untukku. Rasa tidak nyaman di tenggorakan memang bisa hilang dengan guyuran air putih yang membasahi kerongkongan, membawa larut bulir-bulir nasi yang membuatku tersedak. Namun, yang namanya Oma kalau sudah membahas masalah ranjang, tidak akan bisa berhenti.
__ADS_1
"Jadi, kalian tadi malam lembur, berarti sudah mulai kejar setoran untuk punya anak dong?" tanya Oma yang membuatku ingin sekali menyembunyikan wajahku di bawah meja makan.
"Kita santai saja, Oma. Baru juga semalam, masih banyak malam-malam yang lain, iya kan, Oppa?" Kimmy beralih menatapku.
Papa, Mama dan Kak Darren terlihat menahan tawa mereka. Kimmy, Oma, sadarlah ini tidak seharusnya dibahas di meja makan.
πΉπΉπΉ
...Di bahasnya di kamar aja, iya kan Bang? Oma udah kasih kode minta cicit itu....
Hai gays, ada yang nungguin nggak?
Oh nggak ada ya udah π€£π€£π€£
Sengaja ya di awal kasih isi hatinya Abang Arsen, karena banyak yang nanyain soalnya π€£π€£π€£
Ya udah yang penting like, komen, hadiah dan vote nya ya jangan lupa.
Oh iya, mampir juga ke novelnya Bang Zayn sama Pak Kaisar ya, baru 8 bab sih, tapi nanti nyambung sama Arsen Kimmy juga. Kira-kira hubungan mereka seperti apa ya? Cek yuk, di novel Othor judulnya Istri Big Boss
Sampai ketemu lagi π€π€π€
__ADS_1