
Setelah bertemu dan menikmati lolipop hingga keluarlah apa yang seharusnya dikeluarkan, kami sama-sama lemas. Masalahnya, Arsen tidak mau hanya sekali melakukan, ia mengajakku berkali-kali terbang. Untung saja, Xavier tidak rewel, hanya menangis minta asi lalu tidur lagi.
Sialnya, karena terlalu lama bermain, kami tidur saat tengah malam telah lewat. Sedangkan Xavier sudah membangunkan kami dengan suara gerutuannya.
"Xavier, jam berapa sih udah bangun aja, Daddy masih ngantuk ni," sahut Arsen yang kini berbalik posisi ganti membelakangi Xavier.
Xavier terus bergerak-gerak. Karena tidak tega, akhirnya aku bangun dan mengajaknya bicara. Sebenarnya mataku masih sangat lengket, badanku pegal-pegal dan masih ingin tidur, tapi Xavier ....
"Sayangnya, Mommy. Kenapa sudah bangun? Mau enen?" tanyaku yang tentu saja tidak dijawab olehnya.
"Aku mau," sahut Arsen yang kembali membalik posisinya.
"Ih Daddy. Tidur lagi sana, katanya masih ngantuk!"
"Habisnya Xavier sama Mommy pasti bersik, Daddy kan jadi nggak bisa tidur." Arsen bangkit lalu mencium pipi gembul Xavier. "Tau nggak, Daddy udah buka puasa." Arsen tertawa gemas lalu kembali menciumi pipi Xavier.
"Ih, apa sih, Dad. Kayak gitu kok diceritain Xavier," omelku sambil mencubit pinggangnya.
"Mommy sekarang galak deh, persis emak-emak," kata Arsen.
Aku tersenyum geli mendengar kata 'emak-emak' yang dilontarkan Arsen. Apa dia lupa kalau aku sekarang memang sudah menjadi emak-emak setelah melahirkan Xavier.
"Emang kalau emak-emak kenapa? Kamu nggak suka?" tanyaku dengan galak.
"Suka kok, malah makin sempit sekarang." Arsen mengedip-kedipkan matanya dengan genit.
Aku makin melotot tapi Arsen sigap meraih bantal untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
Xavier yang melihat tingkah absurd orang tuanya, malah tertawa bahagia, seolah pertengkaran kami adalah kebahagiaan baginya.
Mendengar tawa Xavier, aku tidak jadi mengganggu Arsen. Malah lebih memilih fokus dengan bayi satu setengah bulan itu.
"Xavier jangan dengerin omongan Daddy tadi ya. Xavier dengerin Mommy aja."
"Sayang, kita tadi malam nggak pakai pengaman, kira-kira kamu bisa hamil nggak ya?" tanya Arsen sambil berbisik.
"Em, kalau kata Dokter Nayla sih, selama aku belum datang bulan lagi, dan aku menyu*sui rutin setiap empat jam sekali, katanya sih masih aman." Aku meraih Xavier dalam pangkuanku, lalu membuka kancing piyama dan mulai menyu*sui Xavier.
Sebenarnya aku lupa, terakhir aku menyu*sui Xavier tujuh jam yang lalu, sedangkan kata Dokter Nayla tidak boleh menyusui lewat enam jam saat malam.
"Oh, masih aman ya. Syukur deh, kita program lagi kalau Xavier udah setahun ya," kata Arsen.
"Ih, Daddy apaan sih, belum ada dua bulan lahiran, masa iya lahiran lagi. Emangnya aku mesin."
"Ya nggak gitu, kan katanya mau bikin yang cantik kayak kamu."
Saat ini, usia Xavier sudah tiga bulan, dia sudah semakin aktif dan mulai pintar diajak ngobrol. Dia mulai menyahut saat diajak bicara walau suaranya belum jelas.
Hari ini, karena ada acara kumpul-kumpul di rumah Papa Raffi, akhirnya aku dan Xavier diajak ke rumah mertua sama Arsen. Xavier sangat senang naik mobil, terlihat dari suara tawanya yang tidak berhenti setiap kali naik mobil.
Mobil sampai di rumah Papa Raffi, dan Mama Nisa langsung mengambil alih Xavier dariku.
"Xavier, Oma kangen." Mama Nisa membawa Xavier menemui Mireya, anak Yumna dan Dion.
Sementara itu, aku lebih memilih menghampiri Dera yang melamun sendirian.
__ADS_1
"Ra, ngelamun aja sih," sapaku pada adik iparku itu.
"Eh, Kimmy. Iya, capek nih habis ngikutin Mireya yang merangkak ke mana-mana," jawabnya.
Aku tahu, dia pasti sedih karena belum juga hamil, di usia pernikahannya yang sudah menginjak angka satu tahun.
"Kasih aku resep dong biar bisa cepet hamil," kata Dera dengan senyum yang dipaksakan.
"Aduh, resep apa ya. Kamu udah cek kesuburan?" tanyaku.
"Udah, tapi kami sama-sama sehat."
"Sebenernya, ini entah mitos atau fakta aku nggak tau ya, tapi boleh sih kalau kamu mau coba. Setelah aku lepas kontra-sepsi, sebenarnya aku selalu masak toge buat Arsen. Coba deh, nanti kamu browsing-browsing," saranku sambil berbisik-bisik.
"Serius?"
Aku mengangguk yakin. "Kamu coba aja!"
♥️♥️♥️
...Kim, togenya berhasil loh, Bay Toge udah terdeteksi sama Dokter Nayla 😍😍...
Jangan bingung ya, alurnya Big Boss emang agak cepet, karena tadi aku triple up😍😍
Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote nya 😍😍😍
Sampai ketemu lagi 😘😘😘
__ADS_1