Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 53


__ADS_3

Hari yang telah kami tentukan akhirnya tiba. Acara pindahan ke rumah baru akan diadakan hari ini. Mama dan Tante Sabila sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Bingkisan, dan juga hidangan sudah disiapkan.


Aku dan Arsen memang sengaja mengundang anak yatim dan panti asuhan untuk meramaikan acara syukuran hari ini. Tetangga kanan kiri juga sudah kami undang.


Seorang Ustaz yang cukup terkenal, sengaja Papa undang untuk memberikan ceramah dan doa, supaya rumah baru kami mendapatkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.


Acara berlangsung sederhana, tidak ada ritual adat istiadat apapun, karena kami hanya melakukan pengajian dan syukuran biasa. Selama lebih dari dua jam, akhirnya acara pun berakhir dengan pembagian santunan untuk anak yatim dan panti, yang telah kami siapkan sebelumnya.


Semua tamu dan undangan sudah beranjak meninggalkan rumah kami. Kini, tersisa keluarga besar dari keluarga Mahendra dan juga keluarga Ardiansyah. Sayangnya, Bi Sri dan Pak Aji tidak bisa datang untuk melengkapi kebahagiaan kami.


Para wanita mulai berkeliling untuk melihat-lihat isi rumah yang nanti malam akan mulai ditinggali ini. Mama, Mama Nisa, Tante Sabila, dan Oma, semuanya antusias dengan pilihan warna dan juga desain interior yang aku dan Arsen pilih. Oma bahkan sudah menentukan kamar mana yang akan ditempatinya nanti.


Ya, Oma memang mengikutiku pindah rumah bersama Arsen. Alasannya, untuk menjaga dan mengawasi kehamilanku.


"Kamar kamu luas juga ya Kim," kata Oma saat memasuki kamar pribadi yang akan aku tempati bersama Arsen.


"Iya, Oma. Rencananya kalau udah ada baby, kita mau tambah ranjang bayi juga nanti," jawabku menunjuk tempat kosong yang aku siapkan untuk menjadi tempat tidur anakku nanti.


"Kamu biarin anak kamu tidur sendiri?" tanya Oma dengan nada sinis.


"Ya, kalau siang ditinggal masak atau ditinggal ngapain gitu Oma, kan nggak takut jatuh."


"Oh, kirain malam juga kamu biarin tidur sendiri."


"Ya, kalau Mommy Daddy nya lagi kangen-kangenan ya bisa jadi sih, Oma."

__ADS_1


"Heh, jangan lupa, habis lahiran puasa."


"Iya iya Oma, empat puluh hari kan?"


"Iya, bisa kuat nggak kamu?"


"Kok aku?"


"Kan kamu yang suka ngebet sama Arsen."


"Oma, malu-maluin deh."


"Kan kenyataannya gitu."


*


*


*


"Tuan Erick, kapan kira-kira Arsen bisa terbebas dari perusahaan Anda? Sebenarnya kami sudah berkali-kali meminta Arsen untuk mengelola bisnis resort dan perhotelan milik keluarga kami, tapi sepertinya Arsen terlalu sibuk di perusahaan Tuan Erick, ya." Kakek tiba-tiba membahas hal serius ini lagi.


Sedangkan papaku, menatap tidak suka pada Kakek. Apakah Papa tersinggung dengan kata-kata Kakek?


"Maksudnya bagaimana ya?" tanya Papa yang kini menegakkan posisi duduknya. Seakan bersiap untuk adu mulut dengan Kakek.

__ADS_1


"Ya, sepertinya Tuan ingin memanfaatkan Arsen untuk kepentingan perusahaan Ardy Grup." Kakek tersenyum, tapi seolah sedang mengejek Papa.


"Em, maaf Kek, sepertinya Kakek salah paham!" Arsen mencoba menengahi dua laki-laki yang bersiap untuk berperang itu.


"Salah paham bagaimana? Kamu darah daging keluarga Mahendra, seharusnya kamu membantu perusahaan bukan hanya mau jadi pesuruhnya mertuamu," kata Kakek yang membuat wajah Arsen dan juga Papa menjadi merah padam.


"Pa, jangan bicara seperti itu!" kata Papa Raffi kepada Kakek.


"Begitulah kalau darah Mahendra bercampur dengan darah wanita yang tidak jelas."


"Kakek berhenti, jangan pernah menghina mamaku!"


Aku meraih tangan Arsen yang sudah mengepalkan tangannya.


"Tidak ingatkah Anda yang dulu membuangnya, memisahkan anak dari ayahnya, istri dari suaminya. Wajar saja Arsen tidak mau membantu kalian!" kata Papa yang sudah berapi-api.


"Jadi, kamu dendam dengan keluarga Mahendra? Sehingga kamu menolak permintaan kami untuk mengelola bisnis kami?" Kakek berdiri dan menunjuk pada Arsen yang masih duduk di sampingku.


♥️♥️♥️


Ah, tidak aku jadi deg deg an gini 🤧🤧


Kenapa si Kakek jadi begitu? Ada apa ya? Hemm ….


Jangan lupa ritualnya.

__ADS_1


Tegang dikit lah ya, biar nggak mulus terus kayak pipinya Kimmy 😅😅


Sampai ketemu lagi 😘😘😘


__ADS_2