Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 28


__ADS_3

Alamat yang diberikan Pak Zayn ternyata dekat dengan rumah kami, sehingga tidak memakan waktu lama, kami sudah sampai di alamat itu. Seorang satpam menghampiri kami dan menanyakan tujuan kedatangan kami.


Kemudian, satpam tadi masuk ke rumah untuk bertanya pada pemiliknya, dan tak lama ia keluar lalu menyuruh kami untuk masuk karena Pak Zayn sudah menunggu.


Kami masuk ke halaman rumah besar yang sangat mewah. Deretan mobil mewah terparkir di halaman rumah ini. Apakah ini rumah Pak Zayn?


“Kalau nanti di dalam aku sudah tidak terkendali, tolong kamu ingetin aku ya, Sayang,” kata Arsen sambil memegang tanganku sebelum masuk.


Aku mengangguk, lalu kami masuk ke rumah mewah yang sepertinya rumah milik Pak Zayn.


Saat sampai di ruang tamu, Pak Kaisar langsung menyambut kedatangan kami.


“Pak Zayn sudah menunggu,” kata Pak Kaisar.


“Sebenarnya ada apa? Bukankah kita sudah berdamai?” tanya Arsen pada Pak Kaisar yang terlihat khawatir. Wajahnya penuh dengan bekas memar kebiruan, hasil dari tangan dingin Arsen tadi malam.


“Kita bicara di dalam saja. Ayo cepatlah!” Pak Kaisar langsung masuk tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Aku dan Arsen masih bergandengan tangan sambil berjalan memasuki bagian utama rumah mewah ini. Beberapa guci besar dan antik berjajar menghiasi rumah megah ini.


Kami terus berjalan mengikuti langkah kaki Pak Kaisar. Saat sampai di sebuah ruangan yang sepertinya menjadi ruang keluarga ini, kami disambut oleh cukup banyak orang yang sedang menatap kami. Ada Pak Zayn dan istrinya, Pak Raffi dan istrinya, lalu Dion dan entah siapa lagi mereka.


Sepertinya ini bukan rumah Pak Zayn! Apa ini rumah keluarga Pak Raffi? Untuk apa Pak Zayn meminta Arsen datang ke sini?


“Selamat datang Pak Raffa dan Kimmora.” Pak Zayn berdiri menyambut kami.


Aku semakin mengeratkan genggaman tangan kami, aku benar-benar gugup saat ini. Arsen menatapku dan berbisik, "Tenanglah! Ada aku."


“Maaf ada apa ini Pak Zayn? Saya ke sini mau bahas masalah Kaisar dan juga …."


Kenapa Pak Zayn mengatakan keluarga, apa Pak Zayn tahu kalau Arsen juga bagian dari keluarga ini?


Pak Raffi berdiri dan menghampiri kami, dan diikuti oleh istrinya.


"Semuanya, ini Raffandra putraku," kata Pak Raffi sambil memeluk pundak Arsen.

__ADS_1


"Ayo kita duduk dulu, Nak. Kita ngobrol dulu." Istri Pak Raffi menuntunku untuk duduk di sofa bersamanya, sedangkan Arsen duduk bersebelahan dengan Pak Raffi.


Mendadak aku menjadi sangat gugup dengan situasi ini, apa mereka sudah tahu? Apa Arsen akan diterima dengan baik oleh keluarga ini?


"Jadi, Arsen anaknya Om Raffi? Bagaimana bisa?" tanya Dion yang terlihat sangat terkejut. Mungkin ia benar-benar tidak menyangka jika Arsen sahabatnya, ternyata adalah saudara sepupunya sendiri.


"Iya, dia bagian dari keluarga Mahendra, sepupu kamu juga, Dion," jawab Pak Raffi.


"Apa Kakak yakin?" tanya Laki-laki yang sepertinya adik Pak Raffi, mungkin beliau adalah papanya Dion.


"Dia sangat mirip dengan almarhum ayahku," kata laki-laki yang paling tua di sini. Sontak saja semua mata tertuju padanya.


♥️♥️♥️


^^^Nah nah nah,, kayaknya si Kakek sudah mengaku nih 🥰🥰^^^


...Bagi kembang sama kopinya dong 🥲🥲...

__ADS_1


Jangan lupa jempol sama komennya ya 😘😘😘


Sampai ketemu lagi 🥰🥰🥰


__ADS_2