Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 24


__ADS_3

POV Kimmy


Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya memang tak pernah ada batasannya. Itulah yang kulihat saat ini. Meskipun Arsen bukanlah anak kandung wanita ini, tapi kasih sayangnya yang tulus bisa dengan mudah aku rasakan. Sebagai wanita, tentu saja aku bisa merasakan atmosfer ruangan yang berubah setelah wanita memeluk suamiku.


Aku ikut menangis saat wanita yang menjadi ibu sambung Arsen itu menangis sambil memeluk tubuh Arsen. Mereka seperti sepasang ibu dan anak yang baru bertemu setelah terpisah lama. Bahkan Arsen juga membalas pelukan wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


Cukup lama larut dalam hangatnya pelukan seorang putra, wanita yang juga tengah berbahagia karena putrinya telah menjadi seorang istri itu, akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Arsen.


Beliau mengajak Arsen untuk duduk, dan kami semua kembali duduk, Arsen duduk di antara aku dan ibu sambungnya.


"Papa kenapa tidak mencarinya sampai dia sebesar ini, Pa?" tanya wanita itu pada suaminya. Tangannya tidak melepaskan genggamannya pada tangan Arsen.


"Papa dulu sudah mengirim orang untuk mencari tahu keberadaan Aliya, karena setelah perceraian itu dia seperti menghilang ditelan bumi. Tapi, semua orang suruhan papa tidak ada satupun yang berhasil menemukan Aliya. Sampai akhirnya kami tidak sengaja bertemu, dan Aliya mengaku sudah menikah lagi. Bodohnya Papa tidak mencari tahu kebenarannya karena yang papa inginkan hanya kebahagiaan Aliya." Pak Raffi yang sedari tadi ikut larut dalam keharuan akhirnya kembali meneteskan air matanya.


"Maafkan mama ya, kalau mama tahu papamu sudah menikah dengan mamamu, mama pasti akan menolak perjodohan itu, tapi mama juga baru tahu setelah kami menikah. Tolong maafkan mama." Wanita itu ikut menangis, seakan ikut menyesali apa yang telah suaminya perbuat di masa lalu.


"Tolong jangan menangis, ini bukan salah siapa-siapa. Apapun yang terjadi semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya saja," kata Arsen yang kemudian merangkul tubuh wanita itu.


Aku benar-benar kagum dengan apa yang Arsen katakan, ia benar-benar berhati baik. Mungkin kalau aku yang ada di posisinya saat ini, aku tidak akan dengan mudah memaafkan mereka.


Aku ikut memeluk tubuh Arsen yang kemudian membalas pelukanku, mengusap punggungku dan mengecup kepalaku.

__ADS_1


"Apa dia istrimu?" tanya wanita itu setelah berhasil menenangkan dirinya.


"Iya, Nyonya. Ini Kimmora istriku," kata Arsen sambil menatapku.


"Jangan panggil seperti itu, aku mamamu juga." Wanita itu memukul tangan Arsen dengan pelan.


Arsen hanya tersenyum, lalu aku dan wanita yang kini menjadi ibu mertuaku itu akhirnya bersalaman di hadapan Arsen. Beliau juga mengusap tanganku dengan kasih sayang.


"Papa dengar, kalian akan mengadakan resepsi pernikahan, benarkah itu Raffa?" tanya Pak Raffi.


"Iya, dua minggu lagi acaranya," jawab Arsen yang masih terlihat kaku untuk berbicara santai dengan Pak Raffi.


"Oh ya, selamat ya untuk kalian. Mama Papa boleh datang kan?" tanya wanita itu yang dijawab anggukan oleh Arsen. "Apa kalian sudah ada rencana honeymoon?" Kali ini beliau bertanya padaku.


Aku kembali menatap istri Pak Raffi ini, lalu menggeleng pelan sambil tersenyum malu.


"Biar mama yang siapkan ya, mau ke luar negeri atau ke mana?" tanya istri Pak Raffi yang terlalu bersemangat.


"Em, sebenarnya saya masih ada banyak pekerjaan di kantor, dan Kimmora juga masih kuliah, jadi kami …." Arsen tidak melanjutkan kata-katanya saat Pak Raffi memotong ucapannya.


"Dalam negeri saja Ma, ke Bali dua atau tiga hari sepertinya cocok," sahut Pak Raffi.

__ADS_1


"Tapi …."


"Ayolah Raffa, pekerjaan bisa ditinggal, kuliah bisa izin, tapi momen honeymoon setelah menikah itu akan berbeda rasanya. Jangan seperti Dera dan Zayn yang sama-sama keras kepala." Tatapan Pak Raffi seakan memohon dengan tulus pada Arsen.


Akhirnya Arsen kembali mengusap kepalaku. "Kamu mau?"


Aku langsung mengangguk setuju. Mana bisa sih aku menolak liburan?


"Baiklah!" kata Arsen yang membuat semua orang di kamar hotel ini tersenyum bahagia.


Lega rasanya, aku pikir malam ini akan menjadi malam suram yang membuat Arsen marah dan hilang kendali seperti tadi saat memukul Pak Kaisar. Nyatanya Arsen benar-benar pemaaf dan berjiwa besar. Aku jadi semakin mencintainya.


🌹🌹🌹


...Pak Raffi, tiketnya 3 loh, jangan lupa aku juga istrinya Arsen, meskipun istri kedua yang tidak terlihat 🀭🀭🀭...


Kalian senang, kesal, marah atau gimana nih sama mereka?


Ritualnya jangan lupa. Seperti biasa ya.


yang punya kembang sama kopi sini dong bagi aku πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2