Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 112


__ADS_3

Ruangan bersalin yang sama, saat aku melahirkan Xavier. Rasa sakit yang terasa, masih bisa aku tahan, tapi rasa khawatir Arsen tidak bisa ia sembunyikan.


"Kamu kuat nggak, Sayang? Kamu belum makan sama sekali," kata Arsen. Ia mengusap kepalaku dengan ekspresi bingung.


Aku hanya mengangguk, sambil mengatur napas dan menahan rasa sakit yang semakin menyiksa. Meskipun Dokter Nayla mengizinkan aku untuk makan dulu, tapi di saat seperti ini, sudah tidak ada rasa lapar lagi, yang ada hanya rasa sakit, takut, dan tegang.


Beberapa saat setelah itu, rasa sakitnya semakin sering, dan semakin sakit. Arsen terus menguatkanku sambil mengusap punggungku yang terasa panas.


"Saya periksa lagi ya." Suara Dokter Nayla kembali terdengar.


Kembali, Dokter Nayla memasukkan jarinya ke dalam area pribadiku. Setelah itu kulihat dia mengintruksi perawat untuk bersiap. Sepertinya bayiku akan segera lahir.


"Sayang, kamu harus kuat mengejannya, supaya anak-anak kita cepat lahir ya," kata Arsen.


Aku diinstruksi untuk mengambil posisi yang paling nyaman. Lalu, seperti kelahiran pertama dulu, aku diberi aba-aba untuk mengatur napas.


Setiap kali rasa sakit itu datang, ada genggaman tangan yang menopang kekuatanku semakin bertambah.


"Meskipun mereka semua perempuan, kamu tetap yang paling cantik di hatiku," kata Arsen di sela-sela aku mengambil napas.


Dalam kesakitan begini, bisa-bisanya dia tetap bersikap romantis.


Dokter Nayla kembali menginteruksi, genggamanku pada tangan Arsen semakin erat saat Dokter Nayla menginteruksi untuk mendorong.


Rasa sakit dan panas menjalar di bagian pribadiku, aku yakin seratus persen bahwa kepala bayiku sudah hampir keluar.


"Satu, dua, tiga, dorong!"

__ADS_1


Aku mengejan sekuat tenaga, sampai akhirnya bayi pertamaku lahir. Rasa lega sangat kurasakan saat mendengar tangisannya yang pertama. Bayi perempuan itu diletakkan di dadaku, untuk beberapa menit.


"Cantiknya, anak Daddy," kata Arsen sebelum bayi kami diambil untuk dibersihkan.


Aku kembali merasakan sakit lagi, dan Dokter Nayla kembali menginteruksi untuk mengatur napas.


Beberapa menit kemudian, bayi keduaku lahir, dan Dokter Nayla meletakkannya di atas dadaku.


"Wajahnya sama ya, Dok?" tanya Arsen.


Dokter Nayla hanya tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja, mereka kan kembar identik, seperti hasil USG dulu."


Setelah aku dibersihkan, bayiku juga sudah dibersihkan, kami menempati ruangan VVIP yang kami pesan.


Mama yang datang bersama Papa langsung heboh. "Ya ampun, kalian ini. Nggak mau kabari orang tua, bisa lahiran sendiri? Arsen kamu kenapa nggak telfon mama?"


"Ma, udah deh, mama berisik banget, bikin cucu-cucu kita kaget tuh," kata Papa yang lebih asik memandangi bayi kembarku yang terlelap di box khusus.


"Masih di jalan kayaknya, Sayang.


Tadi pas aku telfon, Xavier masih makan. Kamu makan juga ya," kata Arsen. Ia mengambil nasi, lalu menyendoknya untuk disuapkan padaku.


"Iya, Dad. Aku laper banget."


"Wajarlah, Sayang. Kamu belum makan sama sekali."


Sesuap demi sesuap Arsen terus menyuapiku. Tiba-tiba, suara teriakan yang khas itu membuat kedua ujung bibirku tertarik.

__ADS_1


"No, no, no." Xavier berteriak sambil berlari.


"Xavier." Aku merentangkan tangan untuk menyambut kedatangan bocah kecil yang tampan itu.


"No, no Mommie," teriak Xavier.


Arsen pun menghentikan suapannya.


"Xavie, jangan teriak-teriak, ada baby itu." Arsen menggendong Xavier.


"Aduh, adiknya Xavier udah lahir," kata Mama Nisa yang datang bersama Xavier dan Mbak Dian.


"Kim, kayaknya dia haus," kata Mama yang menyerahkan bayiku untuk menyu*su.


"No, no, no. Mommie no, baby no!" Xavier berteriak saat adiknya menyu*su, membuat bayi lainnya yang kini ada di gendongan Mama Nisa ikut menangis.


"Xavier, jangan teriak," kata Arsen. Sementara Xavier semakin histeris, dan menangis. Kaki tangannya tidak mau diam, dan terus bergerak menendang-nendang.


"Mommie, mommie."


"Kayaknya Xavier cemburu sama adik-adiknya, Kim," kata Mama.


Aku sendiri bingung karena saat masih di perut, Xavier sepertinya sangat menyayangi adik-adiknya, entah kenapa sekarang dia jadi histeris begini.


❀❀❀


Xavier, jangan nakal ya! Xavier tetep yang paling ganteng kok.

__ADS_1


Kata Daddy, yang paling cantik tetep mommy kimmy dong 😍😍😍


Jangan lupa jempolnya 😘😘😘


__ADS_2