
Pagi yang sangat sibuk bagi Kimmora, ibu dari tiga balita yang sangat lucu. Pagi ini memang berbeda dengan pagi sebelum-sebelumnya, karena hari ini, hari pertama sekolah untuk putra pertamanya, Xavier. Bocah lima tahun itu akan memulai pendidikannya pagi ini.
Kimmora mondar-mandir menyiapkan tas, dan bekal untuk Xavier, juga harus fokus mengawasi si kembar Yukina dan Zalina yang sedang makan.
"Mommy, tolong bantu pakai kaos kaki," ucap pria kecil yang tengah duduk di sofa ruang tengah, mengamati punggung ibunya yang sedari tadi belum menatapnya.
"Sebentar ya, Sayang." Kimmora menjawab tanpa memandang wajah putranya.
Sang ayah yang mendengar suara minta tolong dari putranya, langsung mendekat.
"Mommy masih sibuk, sama daddy aja sini," tawar Arsen yang mengerti putranya sedang kesal.
"No, sama Mommy aja," tolak Xavier yang tidak melepaskan pandangan dari sang ibu.
"Mau sama Mommy tapi terlambat sekolah, atau sama Daddy aja?" bujuk Arsen yang tidak mau menyerah begitu saja. Ia tahu istrinya sedang kerepotan, sedangkan sang putra belum memahaminya.
Xavier mengalihkan perhatian dari punggung momynya, ia menatap ayahnya yang sedang berjongkok di hadapannya.
"Ya udah, tapi jangan kebalik ya Dad," ucap Xavier yang akhirnya menurut.
Arsen tersenyum karena Xavier mau menurut, ia mengusap kepala sang putra yang sudah disisir rapi.
__ADS_1
***
Setelah Arsen berangkat ke kafe, Kimmora mengantar putranya ke sekolah, tentu saja si kembar cantik juga ikut mengantar sang kakak.
"Mommy, Alina mau cekulah," kata Zalina yang duduk di belakang bersama kembarannya Yukina.
"Alina sama Yuki nggak sekolah, di rumah aja masak-masakan," sahut Xavier.
"Kakak nakal, kakak jelek," balas Zalina.
"Stop, stop, stop! Xavier jangan nakal, jangan gangguin Alina terus," potong Kimmora yang tidak ingin mendengar pertengkaran putra putrinya.
"Sorry, Mommy," jawab Xavier.
"Oke Mommy ciap." Zalina mengangkat tangannya, menirukan gerakan hormat. "Yuki, aku mau makan banak, kamu juga ya, bial kita besal tama-tama telus cekulah baleng," kata Zalina yang belum bisa berbicara dengan jelas.
"Alina, walaupun aku nggak makan banyak, kita tetep sekolah bareng, kan kita umurnya sama," jawab Yukina.
"Emang iya Mom?"
"Iya, Sayang," jawab Kimmora yang tetap fokus menyetir.
__ADS_1
"Enggak, nanti Yuki tahun depan, Alina tahun depannya lagi, karena Alina yang paling kecil," sahut Xavier.
"Kakak jahat," teriak Alina yang diiringi dengan suara tangisannya.
Sebagai kakak, Xavier memang sangat jahil dengan adiknya terutama dengan Zalina, karena dia sangat cengeng dan lebih cerewet dibandingkan Yukina.
...****************...
"Mommy, jangan pergi!" rengek Xavier saat Kimmora hanya mengantarnya sampai depan kelas.
"Xavier kan harus sekolah sendiri, mommy tunggu di luar ya," kata Kimmora sembari mengusap pundak putranya.
"Tapi Mommy janji ya, tunggu Xavi, jangan pergi!" kata Xavier yang masih belum rela berpisah dengan ibunya walaupun itu karena sekolah.
"Ayo Xavier sini sama Bunda, kita nyanyi dulu yuk, mommynya tunggu di luar ya," kata guru Xavier berusaha ikut membujuknya.
"Ayo Xavier sama Bunda, Xavier kan jagoan mommy yang pinter," bujuk Kimmora.
Akhirnya, Xavier mau masuk ke kelasnya setelah dibujuk berkali-kali.
β€β€β€
__ADS_1
Hai, aku kembali update sesuai janjiku. Mohon maaf nggak pakai POV kimmy, biar enak aja ceritanya, karena aku fokus ke anak-anak mereka ya π₯°π₯°π₯° Semoga selalu suka π€π€π€.Jangan lupa jempolnya π₯°π₯°