Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 82


__ADS_3

Arsen sepertinya sengaja pulang saat hari masih sangat sore. Hari ini, seharusnya ia sudah bisa berbuka puasa.Ia sendiri yang menghitung, dengan menandai warna merah pada kalender yang berlogo perusahaan Papa di kamar kami.


"Hari ini Daddy sama Mommy mau kangen-kangenan, Xavier nanti malam nggak boleh gangguin ya." Arsen berbicara dengan Xavier yang baru saja mandi. Sementara aku sedang merias diri usai mandi kilat baru saja.


Semenjak punya anak, aku tidak bisa lagi mandi dengan santai seperti dulu. Perasaan cemas dan tidak tenang membuatku memilih buru-buru mandi karena Xavier memang aku urus sendiri. Hanya sesekali aku menitipkan pada Oma saat aku harus meninggalkannya ke kamar mandi. Bahkan untuk makan dan mencuci baju pun aku harus mencuri-curi waktu saat Xavier tertidur.


"Kamu cantik banget, bikin aku makin pengen," kata Arsen saat aku mendekatinya dan Xavier yang langsung tersenyum setelah melihatku.


"Ih, tunggu nanti malamlah Dad, tuh Xavier aja lihatin kita terus gitu. Emang kamu mau kita begituan dilihatin Xavier?" Setelah mengatakannya, aku kembali fokus pada Xavier.


"Iya, iya Sayang. Pas hamil, kamu yang nggak sabaran,kenapa sekarang kamu yang betah nahannya?"


Aku tidak menanggapi ocehan Arsen, dan lebih memilih fokus pada Xavier. "Sayangnya Mommy, mau asi nggak?" tanyaku pada Xavier yang hanya tertawa, entah dia mengerti atau tidak tapi aku senang mengajaknya berbicara seperti ini.


"Daddy mau Mom." Arsen yang lebih antusias. "Aku sisanya Xavier aja nggak apa-apa udah kangen banget, lama nggak nyu*su," kata Arsen yang memelukku dari samping, sambil mere*mas kedua bukit kenyal yang sekarang menjadi sumber makanan anaknya itu.


"Daddy, ini punya Xavier. Daddy nggak boleh nakal ya." Aku meraih tubuh Xavier lalu memangkunya dan akhirnya menyu*sui Xavier di hadapan Arsen.


"Xavier jangan ketawa-ketawa, pamer banget deh anak daddy ni," kata Arsen yang langsung menciumi pipi Xavier.


"Jangan ganggu, biar dia kenyang, Dad." Aku menggeser posisi duduk supaya Arsen tidak lagi mencium pipi Xavier.

__ADS_1


"Kapan sih dia boleh keluar jalan-jalan?" tanya Arsen. Ia beranjak dari ranjang lalu membuka kemejanya.


Sejak pulang kerja, Arsen memang belum mandi dan masih memakai pakaiannya tadi pagi.


"Mungkin hari ini udah boleh, kan udah empat puluh hari. Yuk jalan-jalan, bosen juga di rumah terus," usulku.


Arsen mengerukan alis, seolah sedang berpikir, lalu ia berkata, "Boleh, tapi nanti malam buka puasa ya," balasnya yang langsung aku setujui.


Setelah melahirkan, aku memang belum melihat lolipop sama sekali, apalagi sampai merasakannya. Sejujurnya, aku juga merindukannya.


"Tapi, kalau sakit, tunda dulu ya," kataku yang membuat Arsen mengerucutkan bibirnya.


"Iya, deh."


Setelah melewati drama panjang dengan Oma, akhirnya aku dan Xavier bisa keluar rumah untuk pertama kalinya.


Arsen mengajak kami ke supermarket yang tak jauh dari rumah. Tujuannya karena kami ingin mengetes dulu, apakah Xavier nyaman jika bertemu banyak orang, dan ternyata dia tetap tenang di stroller. Dia sama sekali tidak rewel.


Aku memilih beberapa jenis buah, dan bahan makanan karena aku sering lapar setelah menyu*sui. Arsen yang mendorong stroller sedangkan aku mendorong troli belanja.


"Sayang, kamu nyium-nyium bau nggak enak gitu nggak sih?" tanya Arsen saat aku mengecek barang-barang yang ada dalam daftar belanjaku.

__ADS_1


"Bau apa?"


"Kayak bau nggak enak gitu."


Karena penasaran, aku mulai mengendus-endus. Sepertinya baunya berasal dari Xavier yang wajahnya terlihat tegang.


"Ya ampun, kayaknya dia buang air besar, Dad."


"Astaga, anak Daddy diajak belanja malah ...."


♥️♥️♥️


...Nah loh, bawa perlengkapan nggak tuh tadi Kim....


...Rempong emang kalau bawa bayi keluar 🤣🤣🤣...


...Daddy Arsen sama Mireya. Siapa Mireya? Cek di Istri Big Boss....


Selamat hari minggu. Jangan lupa jempolnya dipencet, biar aku makin baper terus makin lancar halunya 🤭🤭🤭


Sampai ketemu lagi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2