
"Emang lo udah putus dari Randy." Aku ingat betul pacar terakhirnya bernama Randy, temannya si Bimo pacar Dara.
“Udah hampir satu bulan, makanya aku terima aja waktu mami mau kenalin sama anak temennya, eh nggak taunya malah Kak Darren,” jawab Nana.
Nana memang cantik, tapi untuk menjadi saudara ipar, rasanya hidupku akan semakin rumit. Walaupun Nana adalah sahabat terbaikku.
“Gue nggak mau ya, punya saudara ipar kayak lo. Lo sama Oma 'kan satu aliran.” Aku mengangkat satu sudut bibirku untuk mengejeknya.
“Kim.” Mama menyentuh lututku. “Nana, sampaikan terima kasih tante ya ke mama." Mama tersenyum ramah pada Nana, aku tahu Mama menyukai Nana dari tatapannya itu.
Yang aku heran, kenapa Mama bisa berinisiatif mengenalkan Kak Darren yang penyayang dengan Nana yang sama bawelnya dengan Oma.
"Mama kok bisa sih kenal sama maminya Nana," celetukku sambil menautkan alis.
"Dikenalin sama Tante Sabila, Sayang. Kan mereka sesama pengusaha resto," kata Mama.
Oh, pantas saja, Maminya Nana memang memiliki usaha restoran, masuk aal juga sih kalau mereka saling kenal.
Aku harus berbicara berdua dengan Nana, dia harus menjelaskan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Kak Darren. Kalau terus di rumah, gadis bawel ini pasti akan menunjukkan sisi imutnya daripada wujud aslinya yang menyebalkan.
"Ma, aku mau pergi bentar sama Nana, ya." Aku memberi kode pada Nana agar ia mau aku ajak pergi sekarang.
__ADS_1
"Iya Sayang. Have fun!"
Aku menarik paksa tangan Nana setelah berpamitan dengan Mama.
***
Kami akhirnya pergi menggunakan mobil Nana, aku juga menghubungi Dara untuk bertemu sekalian.
Nana menyetir mobil sambil menceritakan kisah makan malamnya semalam bersama Kak Darren. Benar-benar deh, Kak Darren bahkan sampai memintaku mewakilinya di acara ulang tahun perusahaan Om David demi bertemu Nana.
Lalu, setelah tahu wanita yang dikenalkan dengannya adalah Nana, apa Kak Darren mau melanjutkan hubungan mereka. Aku akan mengoreknya nanti dari Kak Darren, tapi sekarang aku harus mendapatkan jawaban dulu dari Markonah ini.
"Na, lo sama kakak gue nggak ada hubungan lebih 'kan sebelumnya?" tanyaku sedikit curiga.
"Gue juga baru tahu kalau yang dikenalin ke gue itu abang lo, soalnya Mami nggak mau kasih fotonya ke gue. Kalau gue tau ya pasti gue tolaklah!" jawabnya berapi-api.
Aku menatap wajah Nana yang sedang serius dengan jalanan beraspal di depannya.
"Maksudnya kakak gue nggak pantes buat lo gitu? Enak aja lo!" Aku mencebik kesal dengan Nana. Meskipun dia cantik, tapi Kak Darren juga ganteng dan keren. Kenapa kalau dia tahu Kak Darren yang dikenalkan dengannya, ia malah menolak.
"Ih, bukan gitu maksud gue, gue cuma agak canggung aja kalau sama Kak Darren."
__ADS_1
"Awas aja kalau lo nyakitin hati abang gue satu-satunya," ancamku pada Nana yang kini memarkirkan mobilnya di depan kafe.
***
Dara datang tak berapa lama setelah aku dan Nana sampai, tanpa menunggu terlalu lama.
"Burung Dara, lo tau nggak gue sama Kimminah mau jadi saudara ipar," kata Nana yang kemudian aku hadiahi dengan toyoran.
"Enak aja, belum tentu abang gue mau sama lo," protesku tak terima.
Nana kemudian menunjukkan isi chatnya dengan Kak Darren.
Hah? Mereka sudah seakrab itu? Apa Kak Darren benar-benar mau dengan Nana?
🌹🌹🌹
...Udah sih Kim, restuin aja si abang sama Nana, daripada abang sama Yumna loh 😅😅😅...
Pastikan untuk tinggalkan like ya gengs, coba lihat, bab 1 berapa likeny, sama bab 101 ini.. jauh nggak bedanya?
Yuk coba cek lagi, kali aja ada yang kelewat belum di like 😅😅😅
__ADS_1
Aku up lagi ya, kalau khilaf. Kalau langsung sadar ga enggak 🤣🤣🤣
Sampai ketemu lagi 😘😘😘