Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
MAS2 BAB 6


__ADS_3

Aku bersyukur saat seorang laki-laki yang menjadi presiden direktur di perusahaan tempatku magang turun dari mobil mewahnya. Aku berharap laki-laki itu akan menyelamatkan Arsen dan Pak Kaisar dari perkelahian.


“Kaisar ada apa ini?’” tanya Pak Zayn saat menghampiri Arsen dan Pak Kaisar.


“Nggak ada apa-apa, Bos,” jawab Pak Kaisar dengan entengnya.


Suasana halte memang sepi, karena karyawan yang tadinya menunggu bus sudah pulang semua.


Arsen yang masih mencengkram kerah kemeja Pak Kaisar tentu saja tidak terima dengan jawaban Pak Kaisar itu.


“Dia sudah mengganggu istri saya.” Arsen melepaskan cengkramannya di kerah Pak Kaisar.


“Nggak ganggu, Bos. Cuma godain dikit,” jawab Pak Kaisar.


“Dasar bo doh! Jangan jadi pebinor, wanita masih banyak.” Pak Zayn meninju lengan Pak Kaisar.


“Sory Bos. Udah kalian pulang aja, saya tidak akan mengganggunya lagi," kata Pak Kaisar sambil memegang lengannya yang dipukul Pak Zayn, ia meringis kesakitan.


Aku merasa lega karena Arsen dan Pak Kaisar tidak akan adu jotos seperti kejadian Dion beberapa tahun lalu. Akan tetapi, saat Arsen akan meninggalkan bos dan anak buahnya itu, Pak Zayn menahan langkah Arsen.


“Kamu siapa? Kenapa rasanya saya pernah melihat wajah kamu, ya?” tanya Pak Zayn yang membuat Aren kembali menoleh.


“Saya Rafandra Arsenio.”


***


Di dalam mobil, Arsen terus saja mengomel panjang lebar. Dia bilang dia tidak suka Pak Kaisar. Pak Kaisar terlalu genit, Pak Kaisar tidak punya malu, dan banyak lagi yang ia sebutkan. Sementara aku hanya mendengarkan saja, apa yang menjadi isi hati Arsen.


“Bisa tidak kamu berhenti dari sana? Mungkin aku tidak bisa menjemputmu tepat waktu, dan aku tidak mau kamu dan dia berduaan seperti tadi,” celotehnya yang berkali-kali melihat ke arahku lalu ke arah jalanan.

__ADS_1


“Baiklah aku besok naik bus saja,’’ jawabku mengalah.


Saat ini arsen sedang emosi karena rasa cemburunya, bukankah lebih baik aku mengalah?


“Jangan! Aku malah nggak mau kamu desak-desakan sama laki-laki lain di dalam bus." Arsen menggertakkan giginya.


Semenjak pulang dari Jepang, Arsen memang terlihat aneh.


“Jadi, kamu maunya apa? Kenapa kamu jadi posesif sekali sih, Oppa?”


“Entahlah, semenjak di Jepang aku jadi sangat takut kehilangan kamu.”


***


Aku dan Arsen baru saja selesai mandi dan segera turun untuk makan malam. Papa, Mama, Kak Daren dan Oma sudah menunggu di meja makan. Kami pun segera bergabung dengan mereka.


Makan malam hari ini benar-benar lengkap, aku merasa semenjak menikah dengan Arsen, keluarga ini mulai menghangat lagi.


Setelah makan malam, Papa mengajak kami semua ke ruang keluarga. Sepertinya, Papa mau mengumumkan sesuatu yang penting.


"Pa, ada apa sih? Sakitnya Mama kambuh lagi?" tebakku saat kami sudah duduk di ruang keluarga tapi Papa masih belum mau bicara.


Mama pernah menjalani operasi pengangkatan ginjal, karena satu ginjal Mama sudah tidak berfungsi.


"Bukan Sayang. Jadi gini, Senin depan, Papa akan umumkan di kantor kalau Arsen akan menjadi direktur keuangan yang baru di perusahaan kita," kata Papa.


Apa? Direktur? Arsen akan menjadi direktur di perusahaan pusat?


"Tapi Pa, apa ini tidak berlebihan?" tanya Arsen yang sepertinya keberatan dengan keputusan Papa.

__ADS_1


"Tentu tidak, kita semua tahu bagaimana usaha kamu menangani masalah di Jepang, kalau tidak ada Darren, Papa pasti angkat kamu jadi presdir." Papa tersenyum bangga pada Arsen.


"Apa karena aku suaminya Kimmy?"


"Pasti bukanlah Arsen, Kimmy itu tidak ada harapan untuk memimpin perusahaan, dia bisa apa sih?" sahut Oma.


Wanita tua ini kenapa ikut menyahut sih, bukannya diam saja, sekalinya bicara selalu mempermalukanku.


"Oma! Oma jahat sekali sih sama aku."


Papa, Mama dan Kak Darren jadi tertawa karena celetukan Oma itu.


"Hari selasa Papa akan adakan pesta kecil-kecilan untuk kamu. Bagaimana, kamu setuju, 'kan?"


Arsen terdiam sesaat.


"Aku mau saja sih Pa kalau untuk membantu perusahaan, tapi untuk pesta rasanya tidak perlu Pa."


"Sudahlah Arsen, kerja keras kamu selama di Jepang juga patut di apresiasi, dan pesta kecil ini wujud apresiasi buat kamu," kata Kak Darren yang kemudian menepuk pundak Arsen.


"Kita akan undang beberapa kolega juga Arsen, karena mereka juga penasaran sama kamu."


🌹🌹🌹


...Ow ow, apakah kolega itu termasuk ….?...


...Ah sudahlah, besok aja hari senin masih lama 🤣🤣🤣...


Tinggalkan Like, Komen, Hadiah dan Vote nya ya..

__ADS_1


Sampai ketemu lagi 😘😘


__ADS_2