Menikahi Anak Sopir

Menikahi Anak Sopir
BAB 82


__ADS_3

“Mamanya Arsen? Di mana mamanya Arsen sekarang, Ma? Orangnya bagaimana?” tanyaku antusias. Aku tidak banyak tahu tentang Arsen, bahkan nama lengkapnya pun aku tidak ingat.


“Dia itu orang yang sangat baik, Sayang. Tapi, mamanya Arsen sudah meninggal saat melahirkan Arsen,” jawab Mama yang kembali sedih.


“Kasihan sekali Arsen, dia tidak bisa mendapatkan kasih sayang ibu kandungnya,” ucapku sambil merenung membayangkan betapa kesepiannya Arsen yang tidak pernah mengenal sosok ibu kandungnya.


Mama langsung memelukku, kasih sayang seorang ibu memang luar biasa. Kehangatan tubuh Mama membuat jarak di antara kami benar-benar terhapuskan.


“Itu sebabnya, mama tidak ingin seperti mamanya Arsen. Mama tidak ingin pergi tanpa merasakan kasih sayang kalian.” Mama kembali terisak dalam pelukanku.


“Memangnya Mama mau ke mana?” tanyaku sambil mengusap punggung Mama, aku belajar ini dari Arsen, karena saat Arsen mengusap punggungku, rasanya begitu menenangkan.


“Mama nggak tau umur mama sampai kapan, Sayang.” Mama melepaskan tubuhnya dari pelukanku.


“Mama harus selalu sehat, Mama harus lihat anakku dan Arsen yang pasti akan menggemaskan.” Aku menghapus air mata kesedihan yang membasahi wajah cantik Mama.


“Pasti, Sayang. Mereka pasti akan menggemaskan seperti kamu,” kata Mama setelah wajahnya benar-benar bersih dari air mata.


“Tapi masih lama, Ma.” Aku teringat dengan kontra-sepsi yang telah terpasang di lenganku ini.


“Kenapa?” tanya Mama.


“Aku dan Arsen menundanya sampai aku lulus kuliah,” jawabku jujur.


“Tapi pesan mama kalau kamu udah lulus, jangan ditunda lagi ya. Karena saat waktu itu tiba, kalian harus sudah memiliki keturunan.” Mama mengusap rambutku.


“Saat apa, Ma?”


“Mama nggak bisa cerita ini sekarang Sayang. Mama harus bicara dulu dengan papamu. Oh ya, kamu kok bisa menikah sama Arsen, waktu kecil mama pikir kalian cuma main drama-drama aja, ternyata benar-benar menikah.” Kali ini tangan Mama berpindah mengusap pipi kananku.


“Semua ini gara-gara Papa yang berniat memasukkan aku ke pesantren dan melupakan kuliah, kalau aku memilih kuliah aku harus mau menikah, dan Mama tau apa yang aku lakukan?” tanyaku yang sedang mengadu pada Mama.


“Apa?” tanya Mama dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


“Aku kabur dari rumah Papa, dan tinggal di apartemen yang disewa Kakak. Sialnya, Papa malah menculikku dan langsung menikahkan aku dan Arsen hari itu juga.”


Aku mengingat kembali hari di mana aku tiba-tiba dinikahkan paksa oleh papaku sendiri.


“Oh ya. Papa kamu pintar sekali punya ide menculik putri kesayangannya.”


“Putri kesayangan apanya, putri yang terabaikan Ma.”


“Papa kamu itu sangat menyayangi kamu melebihi sayangnya ke kakakmu.”


“Mana ada Ma? Papa tiba-tiba menikahkan aku dengan anak sopirnya.


“Tapi sekarang kamu bahagia kan sama Arsen?” goda Mama.


“Bahagia banget, Ma,” jawabku malu-malu, lalu menghambur dalam pelukan Mama.


***


Mama mengajakku untuk makan malam di kafe yang dikelola Tante Sabila dan suaminya, kafe tempat Arsen dulu bekerja. Setelah Arsen pulang untuk mandi, kami bertiga segera berangkat menuju kafe.


Arsen seakan terpaksa menuruti wanita itu keluar dari kafe. Sementara itu, aku memilih duduk dengan Mama, sambil mengawasi apa yang dilakukan arsen dan wanita itu di balik kaca bagian depan kafe.


Apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa sepertinya mereka serius sekali. Wanita yang memakai seragam kafe itu penampilannya cukup cantik, rambutnya diikat ke belakang gaya kuncir kuda. Dari yang aku lihat, sepertinya Arsen sedang menjelaskan sesuatu.


Seorang pelayan datang menghampiriku dan Mama, tapi aku tidak fokus mendengarkan pelayang kafe yang menyerahkan buku menu itu. Fokusku hanya pada Arsen yang sedang bersama wanita itu.


Karena tidak tahan untuk mencari tahu apa yang mereka bicarakan, akhirnya aku menyusul mereka keluar.


Dengan sedikit rasa kesal, aku menghampiri mereka berdua. Sampai di pintu masuk, samar-samar aku bisa mendengar percakapan mereka.


“Apa aku kurang menarik di mata Kak Arsen? Sampai-sampai Kak Arsen harus berbohong dan mengatakan bahwa Kak Arsen sudah menikah!”


“Aku benar-benar tidak berbohong, istriku ada di dalam, kalau kamu mau aku bisa kenalkan sama kamu,” jawab Arsen yang terdengar frustasi.

__ADS_1


Aku berjalan mendekati mereka, Arsen yang berdiri membelakangiku mungkin tidak akan sadar jika aku berjalan ke arahnya. Saat aku semakin dekat dengan mereka, Arsen menoleh padaku, padahal seharusnya dia belum bisa menyadari kedatanganku.


“Kimmora!”


“Kok kamu tau sih aku nyamperin kamu?”


“Karena aku bisa mencium aroma tubuhmu yang sangat aku hafal.”


Aku tersenyum malu mendengar godaan Arsen.Namun perhatianku teralihkan karena wanita pelayan kafe itu memandangku sinis.


“Ada apa?” tanyaku pada wanita itu.


“Kamu siapa?”


“Aku istrinya Arsen.” Aku mengangkat tanganku yang terpasang cincin pernikahan pemberian Arsen. “Jadi, jangan berusaha menjadi pelakor!”


🌹🌹🌹


...Waduh, galaknya nggak berubah si Kikim. takut banget ya Non sama pelakor. Tenang, cukup aku istri kedua Bang Arsen, aku juga tidak akan menciptakan pelakor di antara kita 😂😂😂...


Hai gengs, yang masih setia sampai part ini. Aku cuma mau ngucapin terima kasih ke kalian untuk semua supportnya sampai detik ini.


Kenapa sih galau banget Thor?


Iya, semenjak cover diganti paksa sama admin, semangatku jadi turun drastis gengs.


Udah chat admin tapi dicuekin, rasanya sedih banget aku 😂😂😂


Jadi, maaf banget kalau kalian kecewa 🥲🥲


Entah kenapa cover baru yang aku nggak suka ini malah dipajang di beranda, kesel kan?


Babang Arsenku yang ganteng maksimal berubah jadi dewa (ah sudahlah….)

__ADS_1


Ritual jejaknya gengs jangan lupa, seperti biasa ya.


Sampai ketemu lagi 👋👋👋


__ADS_2