Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Sampah?


__ADS_3

Cicil berjalan disebelah Riki, tangannya tidak dibiarkan lepas sedetikpun, oleh suaminya itu. “Aa, Neng mau pipis.”


Riki menghentikan langkahnya dan melirik ke kiri dan ke kanan, mencari kamar mandi. Entah kenapa, Cicil jadi hobi kekamar mandi. Entah sudah keberapa kali Cicil kek kamar mandi hari ini.


“Aa, disana kamar mandinya, ayo. Aku udah nggak kuat ini,” ucap Cicil sambil mengepitkan pahanya. Cicil benar-benar ingin kekamar mandi.


“Ya udah kita kesana, aku nunggu didepan, yah. Kalau ada apa-apa kamu teriak, yah,” ucap Riki sambil mengecup punggung tangan Cicil.


“Iya, bentar doang pipis,” ucap Cicil sambil berlarik masuk kedalam kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi Cicil langsung melesat kesalah satu bilik dikamar mandi. Setelah, tuntas menyelesaikan urusannya. Cicil hendak keluar dari bilik kamar mandi, tapi tangannya tertahan saat mendengar suara cekikikan beberapa orang.


“Liat nggak yang diluar tadi,” ucap suara yang cempreng.


“Ah, iya. Emang kenapa? Ganteng yah,” ucap wanita dengan suara berat.


Cicil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Jangan-jangan yang dibicarakan mereka berdua adalah suaminya.


“Iya, ganteng. Tapi, dia itukan Riki Trina.”


“Hah... masa?” Wanita dengan suara berat berkata dengan intonasi suara kaget. Ternyata mereka bertemu dengan orang yang sedang di gosipkan satu Indonesia.


Cicil terdiam saat kedua wanita itu membicarakan Riki suaminya. Kasus mereka memang sedang menjadi buah bibir, latar belakang dirinya membuat semua orang kepo dengan kasusnya.


Zraassst...


Terdengar suara air mengalir dari kran air.


“Gila, kalau gue jadi si Riki, gue ceraiin istri gue.” ucap wanita bersuara cempreng.


“Hilih, jahat lo. Istrinya diperkosa, dipaksa tau...”


“Tapi, istrinya udah nggak perawan pas nikah sama si Riki.” Wanita bersuara cempreng itu benar-benar bersemangat bergosip tentang Cicil dan Riki.


“Tau dari mana lo? Smsan lo sama Cicil?” tanya wanita bersuara berat.


“Ih, sahabat gue kan dulu kerja di hotel bintang 7 di kawasan bundaran HI. Cicil tuh, dulu sama mantannya sering kesana, bahkan sama banyaklah. Gampangan, kasian gue sama lakinya, dapet sama bekasan orang.”


Deg...


Jantung Cicil berdetak keras, rasa sakit langsung terasa di dadanya. Bekas? Serendah itukah dirinya. Apakah seorang wanita hanya di nilai dari keperawanannya saja, setelah perawannya hilang, lalu dia dianggap apa. Sampah?


Apakah hilang keperawanan berarti hilang segala-galanya? Apakah hilang keperawanan membuat Cicil berubah menjadi monster pemakan manusia?


Cicil sudah tau dirinya salah, Cicil sudah mengakui semuanya. Bahkan disetiap doanya, dia selalu memohon ampun untuk itu semua. Riki membimbing Cicil dengan sabar, membawa ke jalan yang lebih baik. Menyadarkannya, hidup itu bukan hanya dunia. Tapi, ada akhirat. Di setiap doanya, di setiap sujudnya, Cicil selalu memohon ampun atas semuanya. Apakah itu tidak cukup?

__ADS_1


Kenapa masih ada manusia-manusia yang terus menghujatnya. Apakah tobatnya masih belum cukup untuk menghapus semua dosanya? Stigma masyarakat benar-benar mencabik-cabik Cicil. Cicil ingin berteriak, kalian tidak tau imanku, kalian tidak tau apa yang telah aku lakukan, kalian tidak tau doa-doaku dan tobatku. Hanya aku dan tuhanku yang tau. Kalian tidak berhak menilaiku, kalian siapa?


“Hah? Kasian banget suaminya dapet bekasan orang. Bener kata kamu mending ceraiin perempuan kaya gitu, mungkin dia diperkosa juga gara-gara dianya aja yang kegatelan,” kekeh wanita bersuara cempreng.


Kriet...


Terdengar suara pintu terbuka dan menutup, menandakan kedua wanita tersebut keluar dari kamar mandi. Dengan langkah gontai Cicil keluar dari bilik kamar mandi.


Dengan cepat Cicil membuka kran air, suara air menyamarkan suara isak tangisnya. Dicipratkannya air ke muka Cicil beberapa kali. Sakit ternyata mendengar hujatan seseorang, mereka bilang Cicil yang kegatelan makanya Albert perkosa dia, sinting. Mana ada perempuan waras yang suka di perkosa.


Argh.... rasanya Cicil ingin kembali ke rumah kontrakan mereka di Yogyakarta, dia ingin tenang disana. Tidak ada orang yang menghujatnya disana, orang-orang rasanya selalu tersenyum pada Riki dan Cicil.


Tok... tok...


Cicil mendengar suara ketukan di pintu, tak berapa lama dibalik pintu muncul kepala Riki. Riki yang khawatir mengapa Cicil tidak keluar-keluar dari kamar mandi, akhirnya memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar mandi perempuan.


“Neng, sayang udah?” tanya Riki saat melihat Cicil yang sedang mengelap mukanya dengan tissue.


“Udah, Neng sakit perut tadi,” dusta Cicil, tidak mungkin Cicil jujur dengan apa yang baru saja Cicil alami.


Riki merasakan hal yang tidak bisa pada istrinya. “Kamu kenapa? Dua orang yang tadi keluar dari kamar mandi ngomong apa?”


Cicil langsung terdiam sambil menatap manik mata Riki, kenapa Riki bisa tau. Apakah Riki punya indra ke enam?


“Kamu diapain sama mereka?” tanya Riki sambil menggenggam tangan Cicil dan menciumnya pelan.


“Nggak, nggak apa-apa, udah yuk. Yang lain udah nunggu di resto kan?” Cicil menarik tangan Riki.


Saat Cicil melangkahkan kakinya, Cicil merasakan badannya ditarik oleh Riki. Dengan sekali tarikkan, Riki langsung memeluk Cicil. Membenamkan wajah Istrinya ke dadanya.


“Kalau mau nangis, nangis aja di dada, Aa.” Riki berbisik pelan sambil menciumi pucuk kepala Cicil.


Cicil langsung terdiam, napasnya tiba-tiba tercekat. Butiran-butiran air mata langsung bergulir keluar dari mata Cicil. Tuhan, terima kasih sudah memberikan suami sepeka Riki. Terima kasih.


Cengkraman tangan Cicil dibagian belakang baju Riki sangat dia rasakan. Tanpa, perlu tau apa yang dikatakan kedua wanita kurang ajar yang tadi keluar dari kamar mandi sambil meliriknya dan tertawa-tawa. Riki tau, kalau apa yang mereka bicarakan membuat istrinya sangat sakit hati.


“Neng, Aa boleh tau mereka ngomong apa?” tanya Riki pelan.


Cicil hanya menggelengkan kepalanya, Cicil menolak untuk mengungkapkan apa yang kedua wanita tersebut bicarakan. Cicil takut, bila Cicil mengatakan semuanya, Riki akan merubah pikirannya dan tiba-tiba meninggalkannya. Dia bisa gila kalau tidak ada lagi yang memeluknya, menciumnya, mencintainya dan menyayanginya seperti Riki.


“Ya udah, Aa nggak bakal maksa,” ucap Riki pelan sambil mengusap-ngusap punggung Cicil.


“Aa, Neng sampah yah?”


“Hah? Sampah gimana?” tanya Riki kaget, siapa yang berani bilang istrinya ini sampah.

__ADS_1


“Neng udah nggak perawan lagi pas nikah sama, Aa. Neng pantes diperkosa Albert, Neng nggak pantes buat Aa?”


“Kamu ngomong apa sih?” bentak Riki sambil mengguncang badan Cicil kesal. “Kalau ngomong tuh dipikir dulu, bisa nggak?”


Cicil menggigit bagiam bawah bibirnya, suara tangisan terdengar di kuping Riki. Riki tau dia terlalu keras pada Cicil yang manja. Tapi, Riki tidak mau Cicil berpikir dirinya tidak berharga. Cicil berharga.


“Maaf.”


“Neng, Aa mohon sama kamu. Jangan pernah mikir kaya gitu lagi. Siapa yang bilang kamu sampah?” tanya Riki kesal, “cewe-cewe tadi?”


Cicil menganggukkan kepalanya pelan sambil mengusap hidungnya yang basah. “Iya, mereka bilang aku sampah, Aa nggak pantes dapetin cewe bekasan kay...”


Riki langsung mencium bibir Cicil pelan, mengesap bagian bawah bibir Cicil. “Kamu bukan barang. Aku udah bilang aku nih nikah sama Cicil Bouw as a person.”


“...”


“Neng, setelah kita nikah sekarang nih. Banyak yang harus kita urus, kita pikirin. Semuanya itu, jauh lebih penting dari pada mikirin kegadisan kamu. Yang terpenting, aku nerima kamu apa adanya. Mungkin, bagi pria lain di luar sana kegadisan itu penting. Tapi, Aa nggak mempermasalahkan itu semua. Karena, Aa tau jauh di lubuk hati Neng yang paling dalam.” Riki menunjuk bagian dada Cicil dengan jari telunjuknya.


“Aa tau, Kamu udah tobat. Kamu udah menjadi Cicil yang jauh lebih baik. Kamu, udah nyesel. Iya kan?”


Cicil dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan cepat. Sumpah demi apapun, Cicil menyesal untuk tidak menjaga kegadisannya, dia menyesal tuhan. Maafkan Cicil.


Air mata Cicil keluar dengan derasnya, Cicil langsung memeluk Riki dengan erat. Tangisnya pecah.


“Neng, kita sama-sama yah. Kita harus berhasil, kita harus saling sayang dan cinta sampai kapanpun. Mau kita dikasih cobaan seperti apapun, kita harus terus bareng. Aa nggak bisa hidup tanpa Neng.”


“Neng juga nggak bisa hidup tanpa Aa, nggak bisa.”


Dua insan itu saling berpelukkan di toilet bandara, berusaha saling menguatkan. Tanpa tau, cobaan gila apa lagi yang akan menghantam mereka. Sanggupkah mereka menghadapinya atau tuhan punya cara gila untuk menguji cinta mereka?


•••


Kegadisan seorang wanita sangatlah penting. Jagalah dan persembahkan bagi lelaki yang memang sudah halal bagimu.


Tapi, jika kau sudah kehilangannya sebelum menikah, jangan pernah merasa sedih dan berkecil hati. Kamu bukanlah sampah dan tidak berguna. Percayalah satu hal, tuhan sedang mengujimu dan akan mempertemukanmu dengan lelaki yang kamu “butuhkan”.


Jangan berkecil hati, kita manusia pernah berbuat salah dan kita bisa memperbaikkinya. Bersimpuhlah dan meminta ampunan di setiap doa-doamu. Karena, tuhan maha pengampun.


Silahkan menghujat cerita ini, penuhi kolom komentar dengan ketidak puasan akan cerita ini. Tapi, terus ikuti cerita ini, kenapa?


Karena Kaka Gallon sudah menyiapkan cerita indah kian manis untuk pasangan manis ini.


*bab ini untuk seseorang yang pernah menjerit dan menangis kebingungan karena telah kehilangan dan ditinggalkan. See.. lo sekarang nemuin yang mau menerima lo kan. Time will tell.


XOXO GALLON

__ADS_1


__ADS_2