
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️
•••
“Eh Lele, ya kali kita mau bikin rumah di Bantar Gebang, Bantar Gebang itu tempat pembuangan sampah akhir, tau,” ujar Laura sambil menyikut Edy.
“Nggak papa, kali-kali beda dari yang lain atuh, Laura,” ujar Edy, rasanya saat ini perasaan Edy sedang berbunga-bunga. Gimana nggak, Laura pasrah dirangkul Edy sepanjang jalan, mencium wangi aroma tubuh Laura benar-benar membuat Edy jumpalitan saking senangnya.
“Yah tapi ngak di Bantar Gebang juga, Lele...!?” ujar Laura kesal.
Edy dengan cepat mengambil belanjaan Laura dari tangannya, tangan Edy benar-benar tidak bergeser sesentipun dari bahu Laura. Laura bahkan terlihat nyaman dengan itu semua. Bagi orang yang melihat mereka berdua pasti menyangka mereka adalah pasangan kekasih.
“Nah, ketemu lagi,” ujar Samuel sambil menunjuk Edy dan Laura bergantian.
“Eh... iya ketemu,” ujar Laura kikuk, astaga Laura benar-benar belum melupakan Samuel. Argh... rasanya Laura ingin mendorong upil firaun yang sedang bergelantungan manja di tangan Samuel, kemudian mencakarnya lalu melemparnya ke bulan.
“Kalian kayanya lengket amat yah, kalian teh pacaran? Bukan anak sama Bapak ‘kan?” tanya Edy polos sambil menunjuk Samuel dan Ines bergantian.
Ines yang mendengar perkatan Edy langsung mengerucutkan mulutnya. Dengan cepat dia memeluk pinggang Samuel. Laura yang melihat Ines yang memegang pinggang Samuel merasa panas. Dengan cepat dia memeluk Edy dan menepuk pantat Edy.
Edy yang kaget langsung berteriak, “Ehh... Laura nakal yah,” ujar Edy sambil menggerak-gerakkan mulutnya kekanan dan kekiri mirip pak Raden.
Laura hanya bisa menyesali perbuatannya, kelakuan Edy benar-benar menjatuhkan dirinya. Bandingkan seorang Edy Edros sang siluman lele dengan Samuel yang muka dan badannya mirip dengan dewi Yunani. Perbedaan Samuel dan Edy sangat jauh, persamaannya mereka adalah Edy dan Samuel adalah mahluk hidup yang bernapas, nggak lebih.
“Hahahaa... kamu bisa aja Leleku sayang,” ujar Laura sambil mencubit kedua pipi Edy dengan gemas-gemas geli. Laura masih geli dengan jenggotnya tuhan...!?
Edy langsung tersenyum bahagia saat Laura mengatakan sayang pada dirinya. Hatinya tiba-tiba berbunga-bunga, walau mungkin bunganya bunga rafflesia arnoldii atau bunga bangkai. Malang banget nasibmu Edy.
“Iya, kan kita jodoh. JO-DOH,” ujar Edy sambil memberikan tanda cinta dengan tangannya.
“Hahahaa...” Laura berusaha tertawa, walau Laura yakin 100% tawanya extra garing. Laura dengan cepat berusaha menurunkan tangan Edy dengan cepat sambil menepuk-nepuk bahu Edy keras-keras sampai Edy meringis.
“Wah, kalian cocok yah, sama-sama nggak jelas. Om-om sama Tante-tante pas...” cibir Inez sambil mendelikkan matanya.
Astaga, ini upil anoa minta di robah jadi embrio lagi kayanya. Enak aja aku tante-tante, monyong..!!
“Hei, kamu gadis cilik bau kencur, jangan ngomong gitu. Gini-gini juga Edy ini udah punya rumah mewah hasil jadi youtuber,” ujar Edy sambil menggoyang-goyangkan jarinya didepan wajah Inez.
__ADS_1
“Oh yah semewah apa? Kalau Samuel rumahnya ada banyak. Dimana-mana,” ujar Inez sambil menjulurkan lidahnya.
Ayolah, siapa yang tidak tau Samuel, anak pemilik jaringan hotel yang bekerja sama dengan keluarga Hilton. Hartanya banyak dan dimana-mana, sampai pacarnya juga banyak dan dimana-mana. Uwow sekali anda Samuel.
“Wah sama rumah saya juga mewah tau,” ujar Edy sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Laura langsung merasa penasaran, laura benar-benar tidak tau sekaya apa Edy, kalau kayanya sebelas duabelas sama Samuel mungkin nanti kalau mereka berpacaran. Laura akan merengek pada Edy agar melakukan operasi plastik dan merubah wajahnya menjadi Song Joong-Ki aktor korea yang sedang hype banget saat ini, sang duda keren. Win-win solution.
“Semewah apa?” tantang Inez sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
“Kamu tau....”
“Apa?” tanya Inez penasaran.
“Dirumah saya ada....”
“Apa?” tanya Inez makin penasaran.
“Dirumah saya ada TANGGA..!!”
Laura yang tadinya juga penasaran dengan Edy, rasanya ingin menendang Edy detik itu juga. Apa istimewanya rumah yang ada tangganya!? Rumah miliknya juga ada tangga..!!?
“Apa bagusnya?” tanya Inez kesal.
“Pas gimana, Lele?” tanya Laura bingung.
“Pas lah, kita udah membangun rumah tangga. Rumahnya ada tangganya juga ada. Jadi, pas,” ujar Edy sambil mengacungkan kedua jempolnya dihadapan Laura, detik itu juga Laura langsung menendang tulang kering Edy dengan keras.
“Aduh....”
Edy berteriak sambil mengelur tulang keringnya, sakitnya bukan main tendangan Laura. Pedih.
“Terserah lo deh, dasar Lele..!?” ujar Laura sambil berjalan menjauhi Edy, Ines dan Samuel sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Edy benar-benar menghancurkan segala-galanya.
“Lah, Neng emang kenyataannya gitu, kalau kita mau bikin rumah tangga, Edy udah siapin rumah sama tangganya, woiii Laura..!!!” teriak Edy sambil mengejar Laura yang sudah berbelok kekiri.
“Sam, itu orang kenapa sih? Nggak jelas,” ujar Ines sambil memutar bola matanya.
Samuel hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku mantan pacarnya itu. Entah kenapa, rasanya ada perasaan penasaran didalam diri Samuel dan Laura tampak sangat menarik dengan pakaiannya yang sederhana. Samuel hanya tersenyum kemudian menarik Ines mendekat ke tubuhnya.
“Biarin aja, mungkin mereka lagi kasmaran, kaya kita,” ujar Samuel.
__ADS_1
Ines hanya bisa menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti Samuel.
•••
“Laura kenapa?” tanya Cicil bingung saat sedang mengambil beberapa benda yang sangat-sangat dibutuhkan dalam rencana Cicil untuk mengambil surat perjanjian Riki besok.
“Gue sumpah yah, pengen gue kutuk si Edy jadi siluman lele. Jayusnya nggak nahan..!?” teriak Laura sambil mengacak-ngacak rambutnya kesal. Saking kesalnya Laura sampai berguling-guling di lantai.
“Ya ampun, Laura kotor. Berdiri napa?” ujar Cicil sambil menarik tangan Laura.
“Kesel gue sama itu Lele,” teriak Laura lagi.
“Awas loh, Laura. Kamu kesel-kesel nanti malah jatuh cinta, celaka loh,” ujar Cicil sambil tertawa ngakak.
“Nggak, nggak mungkin. Aku buta kalau aku jatuh cinta sama Lele kaya dia. Nggak mungkin...!?” desis Laura lagi sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Awas loh, ada malaikat lewat. Nanti kamu yang ngejar-ngejar Edy, gawat loh,” ledek Cicil sambil tersenyum simpul.
“Nggak mau, orang jayus kaya gitu, nggak pokoknya nggak. Aku nggak bisa bayangin itu jangutnya gesek-gesek leher aku, oh my god. TIDAK...!!!!!?” jerit Laura lagi sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai kesal.
“Laura kenapa Neng? Kerasukan siluman lele?” tanya Riki sambil memberikan baju piama bentuk hewan-hewan lucu dan satu buah baju princess kedalam keranjang.
“Dia lagi mengingkari perasaannya, pokoknya dia bilang kalau dia nggak cinta Edy,” ujar Cicil.
“Padahal?” tanya Riki bingung.
“Padahal yah nggak tau sih, tapi biasanya yang benci banget kaya gini. Bisa-bisa jadi cinta beneran,” kekeh Cicil sambil mengelus punggung Riki pelan.
“Nggak kebayang kalau mereka nikah, Neng,” ujar Riki.
“Heboh...” ujar Riki dan Cicil berbarengan, mendengar mereka mengatakan hal yang sama membuat Riki dan Cicil tertawa pelan.
•••
Awas Laura cinta beneran nanti, celaka 🤣🤣🤣🤣
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon