
“Mana Richie?” tanya Cicil pada Riki yang berjalan kearahnya sambil membawa semangkok popcorn.
“Tidur, tadi aku tidurin. Aku kasih susu yang kamu simpen di kulkas.” Riki berkata merebahkan kepalanya di paha Cicil.
Cicil langsung mengusap-usap rambut Riki yang tebal. Sedangkan matanya tidak beralih dari siaran tv yang sedang menyiarkan berita terkini, Cicil merasakan wajah Riki yang bergerak-gerak di pahanya menggelitik setiap jengkal pahanya. Hidung Riki yang mancung benar-benar memberikan sensasi yang menggelitik bagian paha Cicil.
“Aa geli,” ucap Cicil sambil mengecup pipi Riki pelan.
“Hahaha ... biarin, abis paha kamu enak empuk, mulus.” Riki menggigit paha Cicil saking geramnya. Spontan Cicil menjerit sambil menggerakkan pahanya, kepala Riki mau tidak mau memantul.
“Sakit Aa, astaga kenapa kamu jadi geraman gini?” tanya Cicil sambil memukul bahu Riki pelan.
Riki tersenyum, menyenangkan menjahili istrinya ini. Bahagia rasanya melihat senyuman istrinya yang tampak manis dan memabukkan.
“Neng,” panggil Riki sambil mengusap hidung Cicil pelan dengan jari telunjuknya.
“Yupz ... apa suamiku yang baik hati, yang tiap malem udah mau gantiin aku ngurus Richie?” tanya Cicil sambil menggerak-gerakkan kepalanya kekanan dan ke kiri.
Riki bukan laki-laki yang tidur tak bergerak seperti mayat saat Richie bangun dan merengek. Riki akan langsung bangun dan menggendong Richie dan mengajaknya bermain bila Richie merengek atau Cicil meminta tolong untuk menggendong Richie.
“Nanti setelah masa nifas kamu abis, aku mau ngajak kamu kesuatu tempat. Mau ikut?” tanya Riki.
Cicil memasukkan beberapa potong popcorn kedalam mulutnya. “Eh ... mau kemana? Mau ajak aku kemana?”
“Nggak jauh-jauh, ke sekitaran sini lah, belum mampu aku ajak kamu ke luar negeri. Tapi, tempatnya Aa jamin kamu bakal seneng banget,” ucap Riki sambil menyelusupkan wajahnya kenperut Cicil menghirup wangi baju Cicil.
“Kemana?” tanya Cicil semangat.
“Rahasia, pokoknya kamu bakal suka aja. Mau ikut? Ah ... lebih tepatnya, mau percaya sama Aa?” tanya Riki.
“Percaya nggak yah?” goda Cicil sambil menatap Riki.
“Mau, mau Aa ajak kamu ke tempat indah?” bujuk Riki lagi sambil menelusupkan tangannya kebagian dalam pipinya.
“Indah banget?” tanya Cicil.
“Banget, mau?”ucap Riki sambil menarik rambut Cicil yang sudah mulai memanjang, memintanya untuk mendekati untuk melabuhkan bibir ranumnya yanh hangat ke bibirnya.
“Mau, tapi aku mau—“
Ucapan Cicil terpotong karena Riki sudah mendorong dengan halus bagian tengkuk Cicil yang membuat Cicil melabuhkan bibirnya dengan sempurna di bibir Riki yang kenyal, mengigitnya pelan, mengesapnya dengan gerakan erotis yang mampu membuat tiap jengkal tubuh Riki dan Cicil meraung untuk meminta lebih, sampai ....
“Salah satu anggota dewan pusat bernama Ahyar Suhendar saat ini sedang tertangkap tangan KPK dan sedang dalam proses pemeriksaan di Gedung KPK sebelum diserahkan pada pihak kepolisian Indonesia.”
Saat mendengar suara wartawan tersebut mau tidak mau Riki dan Cicil menghentikan kemesraannya. Cicil langsung menegakkan badannya, sedangkan Riki langsung bangkit dari tidurnya.
__ADS_1
Jempol Cicil langsung menekan tombol volume di remotenya dengan cepat, berusaha untuk mendengarkan berita tersebut lebih keras lagi.
“Ahyar Suhendar beserta pengacaranya Sinclair, saat ini sedang diperiksa oleh pihak KPK. Kami sudah menerima laporan bahwa Ahyar beserta pengacaranya tertangkap tangan saat akan melakukan tindakan black mail atau pemerasan pada salah satu perusahaan penerbangan asing yang memiliki kantor cabang di Indonesia. Perusahaan tersebut berinisial AA yang saat ini dikelola oleh keluarga berkembangsaan Belgia.”
“Perusahaan tersebut menolak untuk melakukan penandatanganan jual beli beberapa buah pesawat komersil bekas dengan harga fantastis. Masalahnya dikarenakan permintaan keuntungan yang sangat besar yang diminta oleh Ahyar Suhendar yang dapat merugikan negara hingga mencapa 40 triliun rupiah.”
Cicil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, rasa haru langsung menyelimuti dirinya. Ayahnya berhasil melakukan rencananya, tak sia-sia dirinya dan Riki kemarin mendatangi Juan dan Iis di rumahnya untuk meminta bantuan. Juan dengan senang hati membantu mereka, semua Juan lakukan karena memandang Abah yang selalu baik pada Iis dan dirinya.
“Aa, rencananya berhasil,” ucap Cicil sambil memeluk Riki dan menciumi pipi Riki dengan cepat.
“Iya, astaga sepertinya mulai sekarang Aa harus banyak berbuat baik seperti Abah.” Riki berkata sambil memeluk Cicil.
“Iya, Abah emang rada miring otaknya. Kadang aku suka nggak ngerti sama pola pikirnya yang terkadang membuat kepala aku harus berpikir berkali-kali maksud dan tujuan dari semua rencanannya.” Cicil berkata sambil menatapa siaran berita yang menunjukkan keluarga Ahyar yang datang untuk menjenguknya.
“Tapi, semua yang dilakukan dan dikatakannya semuanya benar,” lanjut Cicil.
“Iya, Abah selalu menggunakan prinsip tabur tuai. Apa yang ditabur itulah yanh dituai, makanya Abah suka berbuat baik sama siapapun dan mulai sekarang Aa bakal ngelakuin kaya gitu.” Riki berkata sambil tersenyum.
“Kenapa?”
“Aa punya Richie, gimana kalau umur Aa nggak panjang? Aa takut kalau Aa nggak baik, nggak bakal ada yang bantuin Richie kalau dia kesulitan,” ucap Richie.
“Aa ... nggak boleh ninggalin Neng.”
“Umur nggak ada yang tau, Neng. Makanya mulai sekarang kita harus baik sama orang. Kita nggak tau esok harinya orang itu bakal jadi apa dan semaju apa.” Riki mengingatkan Cicil.
“Mau kemana kamu?” tanya Riki yang bingung melihat kelakuan Cicil yang berjalan kearah meja.
“Sebagai awalan kita berbuat baik, gimana kalau kita berbuat baik dulu sama Rozak?” tanya Cicil pada Riki sambil mengambil berkas yang di fax-an oleh Jeff.
“Apa? Nolongin dia apaan? Pusing aku sama hidup dia itu, susah bener mau nikah. Ada aja halangannya,” ucap Riki sambil menepuk pahanya membersihkan remahan pop corn yang menempel.
“Makanya kita tolongin dia semoga cepet nikah sama Nama,” ucap Cicil.
“Caranya? Sekarang aja bapaknya masuk bui, astaga makin susah hidup Rozak tuh. Dia kayanya pas lahir di kutuk sama mantan-mantan Abah,” kekeh Riki.
“Eh ... emang mantan Abah banyak?” tanya Cicil sambil kembali duduk di samping Riki dan memberikan berkasnya.
“Banyak banget, mantan playboy cap kapal selam Abah tuh, mantannya kalau dikumpulin tuh ruangan restoran di bawah bisa penuh,” ucap Riki sambil membaca berkas yang diberikan oleh Cicil.
“Eh ... kok bisa? Anak-anaknya pada setia loh,” ucap Cicil sangsi bila kelakuan mertuanya seperti itu. Liat, anak-anaknya Taca setia sama Adipati, Rozak move on aja susah bener ampe punya motto akan kutunggi janda Iis. Sampai akhirnya menemukan Nama dan move on.
Sedangkan, Riki ah ... suami kesayangannya ini benar-benar memupuk cintanya pada dirinya, walau berkali-kali meninggalkan Cicil. Tapi, Riki akhirnya kembali dan berjuang untuk berada disamping Cicil.
“Nggak tau,” ucap Riki sambil menggulung kertasnya sudah dibacanya kemudian mengetuk kepala Cicil dengan gulunga kertas tersebut.
__ADS_1
“Eh kok di gulung kertasnya. Itu kertas keramat yang bisa menyelamatkan kehidupan merana Rozak yang belum pernah menggerayangi Nama hingga tuntas,” kekeh Cicil.
“Astaga menggerayangi sampai tuntas dong, emang dia ngegerayangi sampai apa?”tanya Riki sambil mengambil handphonenya untuk menghubungi Rozak.
“Palingan sekitar Dada atau bisa gesek-gesekkan kali,” tebak Cicil.
“Gesek-gesekkan gimana?” Riki berpikir keras maksud arti bergesekkan itu seperti apa. Dia benar-benar tidak paham, oke ... Riki tidak munafik dia pernah bercumbu atau bermain sampai wilayah dada. Tapi, apa coba bergesakkan apa yang digesek?
“Astaga, Aa belum pernah coba gesek-gesekkan?” tanya Cicil.
“Apaan sih gesek-gesekkan? Apa yang di gesek?” tanya Riki bingung.
“Aduh ... kasian kamu belum pernah gesek-gesek, mau nyoba gesek-gesek?” tanya Cicil sambil menggigit kuping Riki.
“Gimana caranya?”
“Nanti pas stay vocation kita gesek-gesek yah. Mau?”
Riki hanya bisa menggelengkan kepalanya, sudahlah kalau soal hang seperti iniz istrinya ini jagonya. Riki hanya bisa pasrah dan menikmatinya. “Iya, nanti kita coba gesek-gesekkan itu. Penasaran Aa tuh.”
“Bag—“
“Tapi, Aa mau nelpon Rozak dulu yah. Kasian adik Aa itu butuh kepastian,” potong Riki sambil mendekatkan handphonenya kekupingnya dan menelepon Rozak.
Pada dering keempat terdengar suara Rozak.
“Iya kenapa Aa?”
Riki tersenyum sebelum berkata, sebuah kata yang membuat Rozak bingung.
“Hai, Riki ....”
“Iya?” tanya Riki bingung ada apa Kakaknya ini meneleponnya disaat dirinya dan Nama sedang pusing melihat berita di TV.
“Welcome to the club.”
“Lah!?”
••••
Apa coba .... apa yang welcome to the club. Hilih Riki Trina perbuatan yang kamu lakukan pda pembaca Gallon itu jaat 🤣🤣🤭
Terima kasih untuk buket bunganya dan kopi tubruknya pembaca zhayang. Aku padamu, sini aku peluk satu-satu.
Yang belum ditunggu sampai kopinya dari warna item jadi pink dan bunganya dari setangkai jadi sepuluh tangkai. 🤣🤣🤣🤣🤣 *Ngarep mode on.
__ADS_1
XOXO GALLON yang HOBI KELON 🤣🤣