Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
I love you Albert Connor


__ADS_3

Albert benar-benar pusing, kepalanya berdenging parah. Dia saat ini sudah menggunakan pakaian tahanan. Pakaian berwarna orange itu akan menjadi pakaiannya selama beberapa hari? Bulan? Tahun? Entahlah, hanya tuhan yang tau.


Saat ini Albert sedang berbaring di kasur miliknya. Tanpa, Albert sadari ada beberapa napi yang bediri disekeliling Albert.


“Apa?” tanya Albert sambil duduk di sisi ranjangnya.


“Kamu masuk sini gara-gara merkosa orang?” tanya salah satu napi.


Albert hanya bisa menghela napasnya, ternyata benar kata orang-orang siapa yang masuk kesana karena melecehkan wanita bisa habis di gebukki.


“Iya,” jawab Albert tenang, rasanya dia sudah tidak peduli kalau dirinya dipukuli siapapun juga. Rasa sakitnya sama.


Bug...


Satu pukulan mendarat di perut Albert. Albert hanya tersenyum merasakan pukulannya, beberapa orang langsung mendaratkan pukulannya ke seluruh bagian tubuh Albert.


Albert hanya menutup matanya dan menarik napasnya dalam-dalam mencoba menikmati satu demi satu pukulan yang mengenai dirinya. Selang beberapa waktu Albert hanya tertawa, tertawa sangat keras.


“HAHAHAAA.....” Albert tertawa seperti orang kerasukan, tawanya sangat keras membuat para napi yang memukulinya berjalan mundur ke belakang.


“Wah gila ini orang.”


“Digebukkin malah ketawa, nggak beres ini orang. Udahlah tinggalin aja, kurang waras kayanya,” ucap salah satu napi yang tampak seperti ketuanya.


Para napi itu pun meninggalkan Albert yang terus tertawa terbahak-bahak sambil mengkerutkan tubuhnya. Albert tertawa bukan karena bahagia. Dia detik ini sedang menertawakan hidupnya yang hancur.


Hidupnya hancur, hanya karena obsesinya pada Cicil Bouw. Wanita yang sangat dia cintai dengan cara yang salah. Wanita yang mampu menaikkan birahinya sampai ke puncak, hanya lewat kedipan matanya.


Albert langsung terduduk sambil menatap lurus kedepan. Pikirannya melayang, kesadarannya terambil alih. Albert seperti terserap kedunianya sendiri. Dunia khayalan buatannya, dunia yang akan selalu memberinya kebahagiaan.


“Albert... sayang, kamu kenapa sayang?”


Suara seorang wanita terdengar di samping Albert. Dengan cepat Albert menengokkan kepalanya, napasnya tercekat saat melihat wanita disampingnya.


“Baby, Baby. Kamu ningalin aku Baby, kamu nikah sama Riki. Kamu ninggalin aku, kamu nggak patuh sama aku,” rengek Albert sampai menggapai-gapai badan Cicil.


“Nggak Sayang, aku disini. Aku nggak nikah sama siapa-siapa. Aku cinta sama kamu, aku nikahnya sama kamu sayang. Aku cinta kamu. Kamu kenapa, sini aku peluk,yah,” ucap Cicil sambil menarik kepala Albert ke paha Albert.


Albert menatap Cicil tidak percaya, Cicil miliknya telah kembali. Cicil kesayanganya. Cicil miliknya, Cicil yang selalu memeluknya dan mencium tiap jengkal tubuhnya. Cicil miliknya.


“Jangan tinggalin aku lagi Baby, kamu jangan nakal. Jangan bikin aku marah lagi, kamu tau kan hukumannya apa kalau bikin aku marah?” tanya Albert sambil menciumi tangan Cicil.


“Iya, Sayang. Aku nggak bakal bikin kamu marah, aku sayang sama kamu. Aku cinta kamu Albert,” ucap Cicil sambil mencium bibir Albert, Albert merasakan rasa dingin di bibirnya. Tapi, Albert tidak peduli dengan itu semua. Albert menikmati sensasi dingin di mulutnya.

__ADS_1


Cranggg...


Terdengar suara pintu jeruji besi di buka, sipir penjara kebingungan saat melihat Albert yang menciumi lantai penjara.


“He.. itu tahanan baru kenapa?” tanya Sipir penjara pada salah satu tahanan yang duduk di pojokkan.


“Nggak tau, Pak. Gila kali, tadi di pukulin aja bukannya minta ampun malah ketawa-ketawa sendiri.” ucap tahanan itu.


Salah satu sipir penjara berjalan kearah Albert, dahinya menyerngit saat melihat Albert makin liar menciumi lantai. Tanpa sadar sipir tersebut menggaruk kepalanya pelan.


“To, kayanya ini orang hilang akal atau stress deh.”ucap Sipir itu sambil memanggil rekan kerjanya yang ada dibelakang badannya yang bernama Tole.


Tole berjalan mendekati Albert kebingungan, “Pak... Pak.”


Albert sama sekali tidak bereaksi dengan panggilan Tole. Tole yang kesal diabaikan oleh Albert akhirnya menggoyangkan badan Albert beberapa kali. Berharap untuk menyadarkan Albert.


“Pak, woi... lantai itu masa dicium. Pak, Pak...” panggil Tole gemas. Tole menarik-narik badan Albert memisahkan Albert dengan lantai.


Albert yang merasa dirinya ditarik, mengerjapkan matanya beberapa kali.


Plash...


Sosok Cicil langsung menghilang dari hadapannya. Albert langsung panik saat mendapati Cicil tidak ada di hadapannya. Dengan cepat Albert berdiri.


“Mana Cicil?” tanya Albert pada Tole.


“Sape Cicil?” tanya Tole dengan aksen betawi yang sangat kental.


Albert melihat sekitarnya, rasa takut dan bingung langsung menyergap dirinya. Tadi, Cicil ada disana memeluknya dan menciumnya dengan penuh nafsu. Sekarang, mana? Kemana Cicil?


“Pak, mana Cicil?” teriak Albert sambil mencengkram kerah baju Tole.


Tole yang kaget saat kerah bajunya di cengkram langsung mendorong badan Albert. Kondisi badan Albert yang ringkih langsung membuat Albert terduduk dilantai.


“Bapak kenapa? Bapak mau saya masukkan ke sel pengasingan?” ancam Tole sambil membenarkan kerah bajunya kesal.


Albert sama sekali tidak takut dengan ancaman Tole. Detik ini dia sedang mencari Cicil, Cicil kelasihnya yang tersenyum pada dirinya, patuh, mencintainya, menyayanginya, menerima saat dirinya mendisiplinkannya, cantik, manis, dan menggairahkan dirinya.


“Cicil mana Cicil?” teriak Albert sambil berputar-putar di tempat.


“Cicil siapa sih?” tanya Tole bingung.


“Mungkin Cicil itu orang yang dia perkosa di Yogyakarta. Yang beritanya booming banget, Pak,” ucap salah satu tahanan yang sedang asik menggorek kupingnya.

__ADS_1


Tole langsung bertatapan dengan rekannya. Sepertinya dia harus melaporkannya ke kepala rutan, kalau Albert Connor sudah hilang akal.


“To, kayanya kita harus laporin ini, parah sih.” Rekan Tole langsung pergi keluar ruangan.


“Kalian pas gebukkin nggak keras banget ‘kan?” tanya Tole khawatir kalau tahanan lainnya memukuli Albert sangat keras sampai Albert menjadi hilang Akal.


“Nggaklah, Pak. Batas wajar, liat bonyok aja nggak,” ucap tahanan yang tadi menggorek kupingnya, tangannya menunjuk Albert yang saat ini sudah duduk di ranjangnya dengan tatapan kebingungan.


“Terus, kenapa dia bisa gitu?” tanya Tole bingung.


“Emang gila kali, Pak. Udahlah, Pak ntar juga sadar lagi,” ucap tahanan itu lagi santai.


Tole hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil pergi meninggalkan semua tahanan yang ada. Tak lupa dia mengunci pintu ruangan tersebut, meninggalkan Albert bersama ke empt tahanan tersebut diruangan tertutup.


“Cicil, Baby,” bisik Albert sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Albert masih mencari Cicil. Disela kebingungannya Albert memejamkan matanya, saat memejamkan matanya Albert merasakan ada yang mencium dan mengigit kupingnya pelan.


“Baby?” ucap Albert sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan mendapati Cicil yang menggunakan kameja putih miliknya dan menatapnya penuh cinta.


“Iya, Sayang?” ucap Cicil sambil duduh di paha Albert dan mengalungkan kepalanya di leher Albert.


“Kamu darimana? Kenapa pergi ninggalin aku?” tanya Albert sambil mengelus bagian samping Cicil.


“Sorry, Albert. Sipir penjaranya galak, aku takut. Jadi, aku pergi. Tapi, sekarang aku udah disini, Sayang,” ucap Cicil sambil tersenyum manis pada Albert.


Albert langsung memeluk Cicil erat membenamkan kepalanya di dada Cicil, bagian tubuh favoritenya. “Baby, do you love me?”


(Sayang, apa kamu mencintai diriku?)


Cicil melepaskan pelukkannya dan menatap Albert dalam. “I love you, Albert Connor.”


(Aku cinta kamu, Albert Connor)


Albert langsung tersenyum menatap Cicil, Cicil miliknya, Cicil kekasihnya yang sangat dia cintai. Obsesinya. Cicil yang mencintainya, di dalam khayalannya.


•••


Dorr...


Kaka Gallon ingatkan, itu bukan Cicil asli yah. Ya kali Cicil bisa masuk ke penjara, emang Cicil sejenis roh halus. 🙈


Yupz, Albert mulai berhalusinasi. Saking Cinta dan obsesinya pada Cicil membuat Albert benar-benar kehilangan akalnya.


Karma baik akan mendatangi orang baik dan karma buruk akan mendatangi orang jahat.

__ADS_1


Jangan lupa di teken tombol likenya pake pinggul, di sebarkan pointnya untuk Kaka Gallon, di berikannya koin untuk Kaka Gallon, dan disumbangkan votenya untuk Kaka Gallon (mulai nggak jelas dah beneran 🤣)


XOXO GALLON


__ADS_2