Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Case close


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️


•••


Saat ini Cicil, Albert, Riki dan Edy sedang berada di kantor polisi. Kegaduhan yang dibuat oleh ibu-ibu dan anak SMA benar-benar membuat ricuh sampai membuat viral. Bahkan masuk ke akun instagram gosip artis Lambe melambe lalambean, dengan highlight youtuber terkenal baku hantam dengan pengusaha sukses asal Inggris.


Youtuber itu tak lain dan tak bukan Edy Edrosh, channel youtube, twitter dan Instagram Edy yang semuanya sudah centang biru. Membuat dirinya menjadi terkenal, hingga berita ini diketahui hampir satu kadipaten Jakarta dan sekitarnya.


Cicil saat ini sedang di visum karena wajahnya memar-memar parah. Riki yang melihat wajah Cicil yang bengkak dan rambut Cicil yang rontok parah akibat di hajar Albert hanya bisa menahan amarahnya. Andai bukan di kantor polisi sudah habis Albert dihajar Riki.


Keadaan Albert? Wah jangan ditanya, bukan hanya memar yang didapat, saat ini tubuh dan penampilannya sudah tak karu-karuan. Mukanya habis di hajar ibu-ibu yang kesal karena waktu berbelanjanya hancur karena gerobak sayurnya ditabrak. Saat ini hanya ada satu kata untuk Albert Connor, MENGENASKAN.


Semua ibu-ibu, anak SMA dan tukang sayur sudah di minta untuk pulang dan melanjutkan aktifitasnya, sedang tukang sayur sudah di beri kompensasi oleh Albert.


“Mbak, sudah saya photo yah, photonya mau Mbak save juga?” tanya Polwan yang membantu Cicil untuk memvisum memar-memar yang ada ditubuhnya.


“Boleh, Bu,” jawab Cicil lemah.


Polwan tersebut langsung mengirimkan photo-photo Cicil lewat pesan chat.


“Sudah yah, Mbak,” ujar Polwan tersebut kemudian meninggalkan Cicil sendirian diruangan itu.


Cicil menatap wajahnya di cermin yang ada dihadapannya. Astaga, tragis sekali hidupnya. Tidak pernah terbayangkan oleh dirinya, kalau dia bisa dijadikan samsak hidup oleh seoranb lelaki. Hidupnya kenapa jadi jungkir balik begini, apakah ini karma buruk miliknya? Kalau iya, cepat akhiri ini semua, dia benar-benar minta ampun atas segala kelakuan bejatnya dimasa lalu.


“Neng...” panggil Riki.


“Aa,” jawab Cicil lemah sambil tersenyum, saat tersenyum Cicil merasakan rasa sakit diarea mulutnya.


“Astaga, Neng. Sampai kaya gini, si Albert minta Aa tonjok,” ujar Riki sambil mengelus wajah Cicil yang lebam-lebam.


“Nggak usah Aa, libet urusannya,” tiba-tiba cara bicara Cicil berubah cadel.


Riki langsung mengangkat dagu Cicil pelan dan meminta Cicil membuka mulutnya dan saat Riki melihat bagian dalam mulut Cicil, Riki langsung mengumpat.


“BANGSAT SI ALBERT...!!” Riki langsung beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari ruangan tanpa bisa Cicil cegah.


“Aa Liki,” teriak Cicil langsung berdiri kemudian berlari mengejar Riki.

__ADS_1


Riki yang sudah diliputi amarah langsung berjalan ketempat Albert sedang di tanyai pertanyaan oleh polisi.


Saat Riki melihat Albert yang sedang duduk, dengan cepat Riki melayangkan pukulannya dan mengenain bagian pipi kanan Albert.


BUG....


Albert yang tidak siap menerima serangan dan juga kelelahan karena habis di hajar Ibu-Ibu beringas, langsung oleng ke kiri. Albert terpelanting ke kiri, badannya dengan mulus langsung tersungkur ke lantai kantor polisi yang dingin.


“BANGSAT...!!! BERANI KAMU MUKUL PACAR SAYA...!!!” bentak Riki sambil menendang berkali perut Albert dengan ganas.


Melihat hal tersebut Cicil langsung berlari mendekati Riki yang ngamuk. Beberapa polisi langsung berusaha untuk memisahkan Riki yang sedang menendang Albert.


Albert yang tidak siap kewalahan saat menerima tendangan dari Riki. Tangannya spontan melindungi bagian kepalanya.


Tiga polisi berusaha untuk memisahkan Riki namun nihil, Riki benar-benar marah, tendangan demi tendangan Albert terima dari Riki.


“Ohok...” tendangan terakhir Riki mengenai ulu hati Albert, Albert langsung terbatuk dan mengejang.


Polisi langsung menarik Albert untuk menjauh dari jangkauan tendangan Riki. Riki benar-benar menggila 3 orang polisi tidak bisa menahan amukkan Riki. Sumpah serapah mengalir lancar dari mulut Riki.


Cicil yang takut Riki membunuh Albert dan masuk penjara atau terjerat pasal hukum apapun langsung memeluk Riki dari depan, untungnya Riki tidak sedang melakukan tendangan pada Albert.


“Aa udah, udah. Neng mohon stop, Aa,” pinta Cicil sambil memeluk Riki erat.


“Aa... udah, kalau Aa masuk penjala, Neng sama siapa? Neng udah nggak punya siapa-siapa, kalau Aa masuk penjala atau lebih palahnya mati, aku sama siapa!?” Isah Cicil.


Perkataan Cicil langsung membuat Riki menghentikan tendangannya pada Albert, apa yang dikatan Cicil ada benarnya. Kalau dia masuk bui siapa yang bakal urus Cicil, Cicil sudah melepaskan segalanya untuk menjadi kekasihnya.


Riki mencoba menenangkan dirinya sambil memeluk Cicil, Cicil dengan cepat mengeratkan pelukkannya takut Riki menendang kembali Albert.


Riki kemudian diminta duduk dikursi oleh polisi yang tadi mencoba memisahkan Riki dan Albert. Albert yang saat ini makin nelangsa langsung diminta untuk duduk di kursi.


Albert menatap dengan tatapan benci saat melihat Cicil yang memeluk Riki dengan erat. Rasanya Albert ingin menarik Cicil dan menyekapnya di penthouse miliknya.


“Jadi ini masalahnya mau gimana?” tanya seorang polisi yang duduk sambil menatap Riki, Cicil dan Albert.


“Saya mau Albert masuk penjara, ini liat pacar saya sampai sobek bagian dalam mulutnya karena dipukuli oleh bule nggak punya otak itu,” ujar Riki.


“Oke jadi Mbak Cicil mau mengajukan tuntutan?” tanya polisi itu.


Cicil diam, dia sebenarnya tidak mau mengajukan tuntutan apapun, bila Cicil mengajukan tuntutan mau tidak mau polisi-polisi tersebut pasti akan menghubung Papih. Cicil benar-benar tidak mau menemui Papih, karena sekalinya menemui Papih Cicil pasti akan dipaksa pulang oleh Papih.

__ADS_1


“Saya tidak akan menuntut apapun, asalkan mereka juga tidak menuntut,” ujar Albert tiba-tiba.


“Eh... elo kagak berhak nuntut aku sama Cicil, saksi banyak. Kamu mukulin Cicil, Ibu-ibu, Kang sayur, Kang galon sama anak-anak SMA tadi bisa menjadi saksinya,” ujar Riki sambil menantap tajam Albert.


“Tapi Pak Riki tadi memukuli Pak Albert tanpa sebab, saksinya yah kita-kita ini,” terang polisi yang duduk dipojokkan ruangan.


Albert hanya tersenyum dan kemudian berkata, “Pokoknya saya tidak akan menuntut apapun andai mereka tidak menuntut saya.”


“Kami....”


“Saya nggak nuntut apa-apa, case close. Saya capek mau pulang,” potong Cicil sambil menatap Albert dengan perasaan jijik.


Albert tersenyum senang, sepertinya Cicil masih mencintai dirinya. Buktinya dia tidak menuntut apapun.


“Neng, kok gitu sih, dia harus....”


“Kalau aku nuntut Albelt, polisi bakal nelpon Papih. Nanti aku dipaksa pulang, aku nggak mau,” pekik Cicil sambil menatap Riki dengan tatapan Puppy eyes andalannya.


Riki langsung menghela napasnya, apa yang dikatakan Cicil benar. Pasti Papih Cicil akan datang dan urusan akan lebih runyam lagi.


“Ya udah terserah, Neng,” jawab Riki pasrah, “tapi, kamu udah diphoto ‘kan, buat kalau nanti ada apa-apa photonya bisa jadi bukti?”


“Udah, Aa,” jawab Cicil sambil menunjukkan photo-photonya.


“Jadi gimana?” tanya Polisi berperawakan besar.


“Case close, kita nggak nuntut apa-apa,” ujar Riki.


“Kamu....”


“Saya juga nggak nuntut apa-apa,” ujar Albert sambil tersenyum riang menatap Cicil.


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2