Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
You’re amazing...


__ADS_3

Sepanjang jalan Riki benar-benar harus memfokuskan diri ke arah jalan dan menenangkan Cicil yang membuat kepalanya pecah. Bagaimana tidak sepanjang jalan Cicil menciumi setiap jengkal wajah Riki dan tangannya bergeriliya dibagian pribadi Riki.


“Neng, astaga.” Ini sudah ke sepuluh kali, Riki memperingatkan Cicil. Riki benar-benar dibuat kesal sekaligus nafsu dengan kelakuan Cicil.


“Apa, ih... Neng salah apa?” tanya Cicil sambil menggigiti kuping Riki, hembusan napas Cicil benar-benar membuat Riki meremang.


“Sabar atuh, ini belum sampe,” ucap Riki sambil membelokkan mobilnya kedalam hotel.


Hotel yang diberikan oleh Taca adalah salah satu hotel bintang lima yanh bersatu dengan salah satu mall terbesar di kota Bandung. Hotel itu benar-benar tampak megah. Riki langsung masuk kedalam basement dan memarkirkan mobilnya dengan cepat.


Saat turun Cicil bukannya membantu Riki dengan tas yang lumayan banyak. Cicil malah bergelendotan di lengan Riki. Sesekali bagian belakang pinggulnya diremas oleh Cicil. “Astaga Neng, ini bantuin dulu ih.”


Cicil terkekeh mendengar perkataan Riki, dengan cepat Cicil mengambil salah satu koper yang dibawa oleh Riki. Riki dan Cicil pun langsung masuk kedalam lift yang akan mengantar mereka ke lobby hotel.


“Aa, Neng mau pipis. Aa duluan aja,” ucap Cicil sambil berlari meninggalkan Riki bersama barang-barang milik mereka dan seorang bellboy yang akan membantu Riki membawa semua barang-barang yang ada.


Riki hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istrinya itu. “Astaga, punya istri kelakuan....” Senyum manis langsung berkembang di bibir Riki saat mengatakan Cicil adalah istrinya. Sampai detik ini, dia tidak pernah menyangka akan memiliki istri bernama Cicil Bouw. Wanita yang selalu menjadi impiannya, wanita yang selalu menghangatkan mimpi-mimpi penuh hasrat milik Riki. Detik ini, semuanya bisa menjadi nyata.


•••


Setelah selesai dengan bellboy dan segala-segalanya. Akhirnya Riki memutuskan untuk mandi. Apa yang dilakukan oleh Cicil pada dirinya di mobil membuat Riki merasa dia memerlukan mandi detik ini juga. Mungkin, sambil menunggu Cicil, Riki bisa membersihkan dirinya.


Riki yang sudah selesai mandi dan hanya berbalut handuk akhirnya keluar dari dalam kamar mandi. Saat membuka pintu kamarnya dia mendengar suara ketukan pintu. Dengan cepat Riki mengintip dari lubang intip di pintu. Riki melihat Cicil yang sedang tersenyum.


Tanpa berpikir apa-apa dan merasa sudah menikah dengan Cicil, Riki membuka pintu kamarnya. Saat membuka pintu kamarnya, Riki langsung melihat Cicil yang menatapnya dengan tatapan tercengang.

__ADS_1


“Neng?” tanya Riki sambil menatap Cicil.


Cicil berjuang menelan salivanya, selama mereka berpacaran Cicil belum pernah melihat Riki bertelanjang dada, oke mereka pernah akan melakukan transfusi darah putih, tapi Cicil tidak pernah melihat bagian dada Riki.


Demi apapun, Riki tidak memiliki perut six pact. Badan Riki biasa saja. Tapi, tatapan mata Cicil terkunci pada bagian bawah perutnya, V line di perut Riki benar-benar membuat otak mesum Cicil meronta, membayangkan apa yang ada diujungnya, membayangkan sesuatu yang tadi Cicil kulum, membayangkan sesuatu yang ada di balik handuknya.


“Neng?” panggil Riki sambil melambaikan tangannya di depan wajah Cicil yang menatap dirinya dengan tatapan bernafsu.


Cicil mengangkat wajahnya, dengan cepat Cicil mendorong badan Riki kedalam kamar. Riki yang kaget karena di dorong oleh Cicil hanya bisa memundurkan langkahnya.


“Neng, ada....”


Riki sama sekali tidak bisa melanjutkan perkataannya, mulutnya sudah dibungkam oleh Cicil. Cicil dengan liarnya mencium bibir Riki, menggigit bagian bawah bibir Riki sambil menutup pintu kamar dan mendorong badan Riki sampai menghantam dinding kamar. Entah sejak kapan Cicil berubah menjadi seorang wanita multitasking yang mampu melakukan berbagai macam pekerjaan sekaligus.


Tangan Cicil dengan sekali sentak menarik handuk milik Riki, membebaskan milik Riki. Tanpa, ampun Cicil menelusupkan lidahnya kebagian dalam mulut Riki, menggelitik bagian dalam mulut suaminya.


Hasrat Riki langsung melonjak saat merasakan genggaman tangan Cicil di bagian pribadinya. Tangan mungil Cicil mampu membuat Riki melambung, dengan lincah jempol tangan Cicil mengelus bagian kepala milik pribadi Riki, sontak membuat Riki menahan erangannya sendiri.


Riki benar-benar di buat semaput oleh Cicil, gelombang hasrat benar-benar membuat Riki akhirnya harus menahan pelepasannya sendiri. Entah kenapa, egonya memaksanya untuk tidak kalah dari Cicil.


Dengan cepat Riki mengangkat badan Cicil, Cicil yang seperti tidak mau membebani Riki langsung membelitkan kakinya kepinggang Riki tanpa melepaskan pangutannya. Dengan cepat Riki menidurkan Cicil di kasur hotel memenjarakan tubuh Cicil dengan tubuhnya, ditariknya summer dress milik Cicil kebawah, entah sudah Cicil rencanakan atau apa, tapi dalam waktu kurang dari dua menit sudah tidak ada satu benangpun menutupi tubuhnya.


Tangan Riki langsung meremas salah satu bukit kembar milik Cicil, jempol Riki yang kasar menggusap bagian puncaknya. Cicil langsung tersentak saat merasakan sensasi sentuhan dari Riki. Cicil membutuhkan Riki, dia membutuhkan Riki sekarang juga, Cicil membutuhkan Riki didalam dirinya.


“Aa, Neng ma...”

__ADS_1


“Sabar,” ucap Riki di sela-sela ciuman yang mereka lakukan, dengan cepat Riki mengecupi setiap jengkal tubuh Cicil, membuat Cicil melambung hanya dengan kecupan-kecupan yang diberikan Riki disekujur tubuhnya. Desahan langsung keluar dari mulut Cicil setelah merasakan benda yang sangat lembut menyeruak dibagian pribadinya, Riki benar-benar memperlakukannya dengan sangat lembut, Riki bukan hanya membuat dirinya melambung tinggi, Riki membuat dirinya merasa dibutuhkan.


Cicil ingat dia masih mengenakan sepatu high hels miliknya. Tapi, Cicil tidak peduli bila hak sepatunya menancap dengan kerasnya di kasur karena deburan hasrat yang diberikan oleh Riki pada dirinya.


Saat Cicil hampir merasakan pelepasannya, tiba-tiba Riki menghentikan semuanya. Hampir saja Cicil mengucapkan protes pada Riki. Tapi, sedetik kemudian Cicil merasakan benda yang lebih keras dan liat memesuki dirinya. Otomatis desahan keluar dari mulut Cicil.


Cicil menggila saat Riki menghentaknya dengan ritme yang tidak pernah Cicil rasakan dari laki-laki manapun yang pernah menyentuhnya. Ritme yang mampu membuat Cicil melayang, Ritme yang membuat Cicil langsung merasakan sesuatu yang membuatnya melentingkan tubuhnya dan menggoyangkan pinggulnya mengikuti ritme yang ada.


Riki tiba-tiba membalikan tubuh Cicil, Cicil kaget saat tubuhnya dibalikkan oleh Riki. Dengan, Capat Cicil menahan bobot tubuhnya dengan kedua tangannya. Napas Riki di tengkuk Cicil membuat tubuh Cicil bergetar hebat.


“Aa...” Cicil kembali mendesah saat dirinya kembali di masuki oleh Riki, lagi Riki membuat Cicil melayang ke langit ketujuh. Dengan, posisi tersebut Riki dengan leluasa mengcengkram salah satu bukit kembar Cicil, membuat Cicil mengigit selimut di bawahnya untuk menahan jeritannya sendiri. Riki benar-benar diluar perkiraan Cicil, Riki benar-benar bisa mengimbangi Cicil. Cicil benar-benar dibuat bertekuk lutut.


Detik demi detik berganti. Peluh, udara dan napas mereka menjadi satu, saat pasangan manusia itu terus saling memberikan kenikmatan satu sama lainnya sampai merasakan pelepasan bersamaan.


“Aa,” bisik Cicil pelan.


“Yah?” tanya Riki yang sudah ambruk di atas badan Cicil. Tenaganya benar-benar terkuras untuk membahagialan istrinya.


“You’re amazing.”


(Kamu menakjubkan)


•••


XOXO GALLON.

__ADS_1


__ADS_2