
Riki duduk menunggu Cicil yang sedang melakukan pemeriksaan di dalam ruangan kantor kepolisian. Semua bukti-bukti sudah diberikan kepada pihak kepolisian, bahkan akhirnya Cicil menyetujui untuk memberikan semua bukti-bukti tentang pemerkosaan yang lalu.
Wartawan langsung menggila saat mengetahui kasus ini. Bagaimana tidak, seorang wanita kelas atas harus membeberkan kalau dirinya di perkosa sebanyak dua kali oleh seorang lelaki bernama Albert Connor yang notabane seorang pengusaha sukses.
Pemberitaan langsung keluar di setiap lini sosial media. Mulai dari media cetak, tv, sosial media dan yang paling parah dari mulut-mulut netizen sumbu pendek yang tidak tau sebab musababnya yang langsung menghujat Cicil.
Yah, Cicil disudutkan dari berbagai hal, mulai dari kehidupan bebasnya, cara Cicil berpakaian, kehidupannya dulu yang pernah bertunangan dengan salah satu anak konglomerat di Indonesia, kenyataan bahwa Cicil adalah mantan pacar pelaku, pengkhianatan Cicil yang malah menikah dengan Riki dan pernikahannya dengan Riki yang dianggap hanya sebagai kedok Cicil agar di iba oleh masyarakat luas.
Cicil stress bukan kepalang, berkali-kali dia berteriak-teriak di rumah, melempar semua barang yang ada dan memaki semuanya. Riki benar-benar dibuat kewalahan dengan mood Cicil yang terombang-ambing.
Saat ini mereka masih di Yogyakarta, semua ini dilakukan agar Cicil dan Riki bisa melakukan pelaporan dengan baik. Papih Jeff meminta mereka untuk tinggal di salah satu villa milik keluarganya. Riki menolak, lebih baik di menyewa rumah kecil di Yogyakarta. Rumah biasa, sederhana.
Riki melirik keluar dan melihat Edy dan Laura berjalan kearah mereka berdua, mereka berdua menyusul ke Yogyakarta.
“Ini,” ucap Laura sambil memberikan minuman kesehatan pada Riki.
“Makasih,” jawab Riki.
“Cicil masih di dalem, Mang?” tanya Edy sambil mengutak ngatik kamera mini miliknya. Edy benar-benar mendokumentasikan semuanya, Riki dan Cicil tidak keberatan dengan semua itu. Tapi, sampai detik ini Edy belum memberitahukan apa tujuannya.
“Masih, udah dua jam dia disana,” jawab Riki sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dua hari ini benar-benar menguras emosi dirinya dan Cicil.
“Kamu nggak boleh masuk?” tanya Laura bingung, Laura tau Cicil membutuhkan dukungan dari Riki.
Riki menggelengkan kepalanya, sorot mata Riki tampak lelah dan menyesal. Riki menyesal tidak bisa ada di samping Cicil. Tadi, pagi Cicil bahkan sudah menolak untuk datang dan melakukan pemeriksaan, Cicil merasa emosinya habis. Lelah.
Klik...
Pintu ruang pemeriksaan terbuka, keluar beberapa polisi wanita, di belakangnya berjalan Cicil dengan menggunakan pakaian blouse dan celana kain yang padukan dengan sepatu hak tinggi. Seperti biasa Cicil tanpak cantik mempesona.
“Aa...” ujar Cicil pelan saat melihat Riki yang sudah tersenyum dan merentangkan tangannya, Air muka dingin Cicil berubah menjadi lebih lembut dan dengan cepat Cicil melemparkan tubuhnya ke arah badan Riki.
Pelukkan hangat langsung Cicil rasakan, wangi tubuh Riki langsung menyeruak ke hidungnya. Rasa lelah Cicil langsung terangkat.
“Bu Cicil bisa datang kembali besok, Yah. Nanti bersama Pak Riki. Kita akan ambil kesaksian Pak Riki juga,” ucap polisi perempuan itu.
“Iya,” jawab Cicil ceria sambil menggandeng tangan Riki.
Polisi wanita itu kaget dengan perubahan mood dan ekspresi Cicil, di dalam tadi jangan ditanya betapa judes dan dinginnya Cicil dalam menjawab semua pertanyaan. Tapi, sekarang senyumannya tampak sangat manis bahkan Cicil menjawabnya dengan sangat-sangat ramah.
“Saya permisi. Sama saya sarankan lewat jalan lain, didepan sudah banyak wartawan,” ucap polisi itu lagi.
__ADS_1
Cicil, Riki, Edy dan Laura langsung melihat ke arah yang di tunjukkan oleh polisi wanita itu. Tampak, wartawan memadati pintu. Beberapa, polisi menahan laju wartawan. Cicil bukan artis. Tapi, status sosialnya benar-benar menjadi santapan empuk para kuli tinta. Ditambah, saat ini dia menikah dengan orang biasa.
“Gimana ini?” tanya Cicil pada Riki.
“Dy, kamu kesini naek apa?” tanya Riki langsung.
“Motor,” jawab Edy sambil memberikan kunci motornya pada Riki. Edy seperti mengerti apa yang ada dipikiran Riki. “Motornya dibelakang, kamu kebelakang aja. Mereka biar aku yang urus,” ucap Edy.
Riki langsung mencium tangan Cicil, “Jalan-jalan yuk.”
“Kemana? Mau kemana?” tanya Cicil bingung, mau diajak kemana dirinya ini.
“Kita jalan-jalan, biar kamu nggak pusing,” ucap Riki sambil mengecup pipi Cicil, rona merah langsung tampak di pipi Cicil. “Kasian istri aku butuh asupan hiburan.”
Cicil hanya bisa pasrah saar tangannya di tarik oleh Riki. “Bye Edy, Bye Laura...”
Edy dan Laura langsung tersenyum melihat Cicil yang tampak lebih ceria saat bersama Riki. “Lele, aku nggak sanggup liat Cicil. Kalau aku jadi dia mungkin aku udah gila.”
Edy langsung mengusap rambut Laura pelan, didekatkannya badan Laura ke badannya. “Nggak bakal aku biarin kamu kaya Cicil. Mending, aku mati daripada kamu nerima apa yang Cicil alamin.”
“Thanks Lele,” ucap Laura sambil mencium pipi Edy.
“Nggak, geli tau,” ucap Laura sambil memukul lengan Edy sambil terkekeh.
“Alah, geli-geli juga demen,” kekeh Edy sambil menepuk bagian belakang pinggul Laura pelan. Laura langsung mencubit perut Edy gemas.
“Demen banget sih mukul-mukul,” ucap Laura kesal.
“Empuk, Cintaku Sayangku Kasihku.” Edy memborong semua kata cinta untuk Laura dan membuat Laura mengulum senyumnya.
••••
“Bu Cicil... benar anda melaporkan Albert Connor karena tindak perkosaan?”
“Apakah benar pernikahan anda hanya bohongan?”
“Bu Cicil, karena kasus ini saham perusahaan keluarga anda turun 7 persen. Tanggapan anda?”
“Bu Cicil benar anda berselingkuh dengan suami anda?”
Plasssh plassshs plasssh....
__ADS_1
Sinar blitz kamera langsung menyergap netra mata Cicil dan Riki, setelah mereka keluar lewat pintu belakang kantor polisi.
Cicil langsung panik, gerombolan orang dan sinar blitz membuat dirinya pusing. Badan Cicil oleng, Cicil merutuki dirinya yang sosoan menggunakan sepatu hak tinggi. Badannya oleng.
Riki yang tau istrinya oleng, dengan cepat menahan badan Cicil dengan badannya. Di rangkulnya bahu istrinya itu. “Tunduk, Neng. Tuliin kuping kamu,” bisik Riki yang langsung dijawab anggukan oleh Cicil.
Riki dan Cicil berjalan kearah motor Edy. Dengan cepag Cicil mengambil helm dan menggunakannya. Para kuli tinta makin menggila, saat melihat kendaraan yang Cicil dan Riki gunakan.
“Astaga Bu Cicil, kayanya Bu Cicil bosen kaya. Masa milih orang miskin dari pada Albert Connor,” ucap seseorang yang mengenakan baju merah.
Cicil benar-benar tidak mau ambil pusing dengan perkataan sinting orang itu. Manusia benar-benar lebih suka mengkritik tanpa tau masalahnya.
“Wah jangan-jangan suaminya pake pelet,” ucapnya lagi, melihat Cicil dan Riki yang tidak ada respon sama sekali membuat orang tersebut makin berani.
“Alah, aku yakin perkosaannya bukan asli. Emang Cicil Bouw itu kan terkenal bebas, jangan-jangan jual diri, kaya pela...”
Bruak....
Lelaki berbaju merah tersebut terjengkang kebelakang, badannya meluncur cantik di aspal panas kantor polisi.
Riki tampak menggenggam helmnya dengan erat sampai buku-buku jarinya memutih, karena menahan amarahnya.
“Aa...” panggil Cicil kaget saat Riki memukulkan helmnya ke badan lelaki berbaju merah tersebut dengan keras.
Riki langsung berteriak keras dan membuat kaget orang-orang disana, “Sekali lagi ada yang hina istri saya, bukan cuman helm ini yang ngelayang,” Riki mengacungkan helmnya ke udara. “Kalian nggak tau ‘kan apa yang terjadi. Apa yang sudah di alami istri saya. Hina saya silahkan, terserah. Kalian mau bilang saya gembel pun saya tidak peduli. Mungkin memang saya seorang gembel. Tapi, nggak usah hina istri saya, ngerti kalian..!?”
Cicil langsung menarik tangan Riki berusaha untuk menenangkan suaminya ini. Emosi Riki kadang suka meledak secara tiba-tiba. “Aa ayo, ayo....”
Riki dengan cepat menaikki motornya dan setelah Cicil naik dibelakang motornya. Riki langsung menjalankan dengan cepat motor vespa matic milik Edy itu. Meninggalkan para kuli tinta yang masih kaget dengan apa yang terjadi barusan. Pembelajaran untuk mereka kali ini, jangan pernah menghina Cicil Bouw.
•••
Hai... gimana puasanya? Masih semangat?
Bagus... kalau masih puasa, Kaka Gallon juga masih puasa cantik....
Tetep dukung aku yah, jangan lupa di senggol tombol likenya pake pinggul. Siap-siap bab berikutnya bakal unyu... 😘.
Jangan sungkan kasih vote, point dan koinnya buat Kaka Gallon bir semangat hehehee...
Xoxo Gallon.
__ADS_1