Mr. And Mrs. Trina

Mr. And Mrs. Trina
Tolong..!!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


Santaikan posisi kalian, atur posisi rebahan terbaik kalian dan selamat membaca ☺️


Terdapat adegan kekerasan, mohon kebijakan saat membacanya. Kalau tidak suka harap Dm atau hubungi kaka gallon.


Instagram : storyby_gallon


fb : Storyby Gallon


email: storybygallon@gmail.com


Jangan asal report, mari bicarakan baik-baik..


Ciao


•••


Hari ini Cicil terus tersenyum, senyumnya bahkan membuat Tisa sekertarisnya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak seharian ini Cicil memaklumi, semua kesalahan yang terjadi di perusahaannya ini.


“Bu..Ibu happy banget hari ini, jangan-jangan gara-gara mau makan malam sama Pak Albert yah?”tanya Tisa saat Cicil sedang mengecek lembaran-lembaran laporan harian perusahaannya.


Senyuman Cicil tiba-tiba menghilang mendengar perkataan Tisa. Sejak kapan dia ada janji dengan Albert.


“Kapan saya bikin janji sama Albert?”tanya Cicil bingung.


“Ah.. 3 hari yang lalu, Pak Jeff menyuruh saya membuatkan janji makan malam antara keluarga Bu Cicil dengan Albert, katanya mau membicarakan tentang pertunangan...”


Pluk...


Pulpen ditangan Cicil langsung terjatuh begitu saja, maksudnya apa? Apa pendengaran Cicil tidak salah. Pertunangan? Siapa yang mau bertunangan?


“Siapa yang mau tunangan?”tanya Cicil.


“Ibu sama Pak Albert,”jawab Tisa polos.


“Gila kamu, siapa yang mau tunangan sama laki-laki kasar kaya gitu?”bentak Cicil sambil menatap Tisa tajam.


“Eh...”


“Batalin acaranya, saya ngak mau tau. Batalin dengan alasan apapun, perlu kamu tau dan ingat saya dengan Albert sudah tidak ada hubungan apapun lagi,”jerit Cicil, mata Cicil membulat sempurna, saking bulatnya sepertinya matanya bisa meloncat keluar dari rongga matanya.


“Iya..iya Bu, saya batalin sekarang,”ujar Tisa sambil pergi keluar, dia harus menelepon sekertaris Pak Jeff secepatnya.


Cicil melihat Tisa yang meningalkan ruangannya dengan terburu-buru. Berlari keluar dari ruangan Cicil. Astaga Cicil benar-benar muak dengan kelakuan keluarganya yang seperti mencekiknya. Membuat dirinya tak bisa bernapas sama sekali.


Cicil beranjak dari duduknya, dia butuh udara. Dia butuh bernapas, sesak. Rasa sesak benar-benar menghimpitnya. Cicil mengambil air minum di mejanya kemudian meminumnya sampai habis.


Kepalanya sakit, Cicil tau ini pasti rencana Albert, si sialan itu tidak mau melepaskan Cicil begitu saja. Albert Connor kakak kelasnya dulu waktu berkuliah di Cambridge University. Dulu Albert mengejarnya habis-habisan tapi Cicil selalu menolaknya karena Cicil berhubungan dengan Juan Wijaya, mantan tunangannya.


Kemarin saat Cicil sedang tidak tentu arah, Albert kembali lagi dan mulai memasuki hari-harinya. Cicil hampir terlena, siapa yang tidak terlena dengan lelaki setampan Albert Connor. Cuman orang sinting yang ngak bakal terhanyut. Semuanya indah, Albert layaknya lelaki manis yang selalu mengikuti apapun keinginan Cicil. Sampai...


Flashback on


Cicil tersenyum sambil mengelayut manja di tangan Albert. Ini hari ulang tahunnya, dia mendapatkan segalanya hari ini. Kado,teman,sahabat dan yang terpenting lelaki yang menyukainya, walau sampai detik ini Cicil belum pernah mengungkapkan kata cinta pada Albert. Tapi secepatnya dia akan mengatakannya.


“Happy baby?”tanya Albert sambil membuka pintu penthouse milik Cicil.


“Iya, makasih yah. Surprise partynya bener-bener berkesan,”ujar Cicil sambil masuk kedalam apartemennya.


Cicil langsung berlari kedalam penthousenya dan menemukan sebuah bingkisan yang tersimpan di meja ruang tamunya. Sebuket bunga mawar putih dan bungkusan bertuliskan Hermes.


Cicil dengan cepat membuka kotak bungkusan didepannya, saat dibuka ada kartu..

__ADS_1


-Selamat ulang tahun Cicil Bouw..


Semoga tahun ini kamu dilimpahkan cinta, tawa


dan kebahagiaan.


From : Juan Wijaya dan Iis Wijaya


Cicil dengan girang membuka hadiah dari Juan dan Iis. Matanya rangsung berbinar melihat tas dan jam tangan merk Hermes. Iis benar-benar tau kesukaannya.


“Baby, apa itu?”tanya Albert dari belakang Cicil.


“Ini dari Juan, dia kasih tas sama jam tangan, tau banget kalau aku suka sama warna pink,”ujar Cicil, Cicil lupa kalau Iis pun ikut membelikan kado itu.


“Juan mantan tunangan kamu,Baby?”tanya Albert dengan suara yang sudah sedikit berbeda.


“Iya, bagus ngak?”tanya Cicil sambil menunjukkan tas dan jam tangan kearah Albert sambil tersenyum.


“Buang..”


Cicil kaget dengan perkataan Albert yang menyuruhnya untuk membuang tas tersebut. “Kenapa? Ini bagus aku suka,”ujar Cicil bingung.


“BUANG..!!”bentak Albert sambil berusaha merebut tas tangan Hermes dari tangan Cicil.


“What? NO...!!!”pekik Cicil kesal, ada apa dengan Albert. Kenapa dia memaksa Cicil membuang tas dan jam tangan dari Juan.


Albert yang sudah diliputi rasa cemburu dan marah langsung mengambil jam tangan yang masih berada di dalam kotak kemudian melemparkannya ke lantai. Dengan cepat Albert mengambil vas yang berisikan buket bunga mawar putih kemudian menghantam jam tangannya.


Prak...


Jam tangan merk Hermes itu sudah hancur berkeping-keping.


“ALBERT..!!! Whats wrong with you...!?”bentak Cicil geram sambil mendorong Albert dengan sekuat tenaganya.


Albert mundur beberapa langkah karena dorongan Cicil. Cicil langsung mengambil jam tangan pemberian Juan dari lantai.


“Albert, kamu kenapa?”


“Kamu masih cinta dia?”tanya Albert sambil berjalan mendekati Cicil.


“Maksudnya?”tanya Cicil bingung, Cicil ketakutan saat melihat tatapan Albert. Tidak ada Albert yang manis, baik, perhatian atau memiliki tatapan seperti malaikat yang selama ini selalu Cicil liat.


“DO YOU STILL LOVE HIM, CICIL BOUW. ANSWER ME..!!!”bentak Albert sambil menarik rambut panjang Cicil dan menghentakannya ke sofa bed dihadapan Cicil.


(Kamu masih mencintai dia, Cicil Bouw, jawab pertanyaan saya)


Brakk....


Cicil merasakan kepalanya dibenturkan dengan keras ke sofa bed dihadapannya, sialnya kepala Cicil mengenai pinggir kayu sofa bed. Cicil langsung merasakan nyeuri yang tidak pernah Cicil rasakan seumur hidupnya. Kepalanya langsung pusing.


Tanpa ampun Albert menarik rambut Cicil kebelakang. Rasa sakit memaksa Cicil bangkit, kedua tangan Cicil mencakar tangan Albert yang ada dibelakang rambutnya.


“Albert...!!” teriak Cicil sambil menahan rasa sakit dikepalanya.


“Jalan..!!”bentak Albert sambil menarik rambut panjang Cicil, menariknya ke dalam kamar milik Cicil.


Kepala Cicil sakit bukan main, seperti ada palu godam menghantam kepalanya berkali-kali. Cicil tiba-tiba kesulitan bernapas, kakinya terseok berjuang untuk berjalan disamping Albert.


Tiba-tiba Albert menarik badan Cicil kemudian mengangkatnya, dengan sekali hempas, badan Cicil langsunh terbanting ke kasur miliknya. Hempasan badannya membuat kasur miliknya bergetar hebat saking kerasnya. Punggung Cicil menabrak hardboar kasur.


Krek...Brakkk....


“Al...ampun Al, sakit...”rintih Cicil sambil menahan air matanya.


Albert seperti kesetanan, rasa cemburu dan marah sudah membutakan Albert. Albert membuka ikat pinggangnya. Ditekuknya ikat pinggang miliknya menjadi tiga bagian.

__ADS_1


Diangkatnya dagu Cicil dengan ikat pinggangnya. “Aku tanya kamu sekali lagi, siapa yang kamu cintai?”tanya Albert.


Cicil diam, kepalanya masih sangat-sangat pusing, tangan kanannya sakit karena dihimpit oleh lutut Albert. Kulit kepalanya perih bukan makn karena tadi di tarik oleh Albert.


“Jawab...”


“....”Cicil bungkam rasa takut dan kaget membuat dia terdiam. Mata Cicil menangkap hawa membunuh dari Albert, Cicil merasa tamat lah hidupnya saat ini.


PLAKKK...


Cicil merasakan pukulan keras di pipinya, saking kerasnya Cicil sampai tak sengaja menggigit bagian dalam bibirnya, membuat Cicil merasakan rasa darah di bagian dalam bibirnya.


Astaga Albert gila, dia bisa mati kalau hanya diam..!! Cicil akhirnya memberonta dan memukuli Albert dengan tangan kirinya yang bebas, kakinya menendang kesegala arah, mencoba untuk membebaskan dirinya.


“Siapa yang kamu cintai Cicil ?” tanya Albert lagi sambil menangkap tangan kiri Cicil kemudian mengikatnya ke tiang ranjang milik Cicil menggunakan ikat pinggangnya.


Plak...


Lagi, Albert menampar keras Cicil. Rasa ngilu di pipinya dan luka robek di bibirnya Cicil rasakan. Sakitnya bukan main,air mata Cicil sudah jatuh terus menerus.


“Siapa??”


Cicil menatap manik mata milik Albert dengan tajam. Rasa benci tumbuh didirinya, Cicil ingin melawan...


“RIKI..!!”


Albert kaget bukan main saat mendengar jawaban Cicil, siapa pula Riki. Seingatnya Albert tidak pernah tau kalau Cicil pernah dekat dengan seorang pria bernama Riki. Tangan Albert langsung mencengkram dress milik Cicil, dengan sekali hentak Dress milik Cicil terbuka sepenuhnya.


“Aaa....kurang ajar kamu Albert,”teriak Cicil sambil mengerakkan seluruh tubuhnya. Mengumpulkan kekuatan terakhirnya agar bisa dilepas oleh Albert.


“Wrong Answer, Baby..!!” teriak Albert.


(Jawaban yang salah, sayang)


BUGGGG...


Cicil langsung merasakan pukulan di perut dan kepalanya, sakit, pedih, rasanya Cicil ingin memuntahkan makanan yang ada di perutnya.


Tiba-tiba Cicil merasakan sesuatu memasuki tubuhnya..!!!


“TIDAKKK LEPASSSSSSS...!!!!” teriak Cicil berang sambil mengerakkan semua badannya.


“TOLONG SIAPUN JUGA..!!”


BUG....


Dengan sekali pukul Cicil hanya merasakan gelap, Cicil pingsan...


•••


Semua adegan di bab ini terinspirasi dari kisah nyata dengan nama tokoh disamarkan dan beberapa adegan di tambahkan atau dikurangi agar sesuai dengan isi novel yang ada.


Maksud kaka gallon menulis cerita/adegan ini hanya untuk menyadarkan semua kaum wanita di sana, bahwa saat anda berpacaran dan sudah mendapatkan tindak KDRT harap Speak up, teriak, meminta tolong...! Karena percayalah pelaku kekerasaan akan terus mengulang perbuatannya bila anda diam saja.


Luv Gallon...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2